Mimpi Besar Milenial Medan untuk Atasi Masalah Bangsa

Sesditjen Aptika Sadjan, (tengah) saat bersama-sama membuka Ignition 1000 Startup Digital Medan (31/8).

Medan, Ditjen Aptika – Generasi milenial menjadi tumpuan bangsa memecahkan berbagai masalah lewat mimpi-mimpi besar mereka. Tak terkecuali generasi Milenial di Kota Medan.

“Setiap manusia lahir di dunia ini diberikan anugerah untuk membawa solusi atas permasalahan pada generasi mereka. Semua generasi milenial yang hadir di sini, kalian merupakan solusi untuk setiap masalah pada generasi kalian. Nilai diri kalian terletak pada masalah besar apa yang kalian pecahkan,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Sadjan, saat memberikan keynote speech acara Ignition 1.000 Startup Digital Medan, di Gedung Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia, Medan, Sabtu (31/08/2019).

Sadjan pun melanjutkan, “Teman-teman milenial Medan, lihatlah masalah yang ada dengan antusiasme dan optimisme. Solusi yang kalian bawa harus berawal dari mimpi besar yang ada dalam benak kalian, akan suatu kondisi yang kalian anggap ideal atas kondisi yang meresahkan hati kalian. Semua itu menjadi tanggung jawab kalian untuk merealisasikannya bagi bangsa.”

Para narasumber dan peserta Ignition 1000 Startup Digital Medan.

Sadjan kemudian memberikan contoh success story orang-orang bermimpi besar yang mengubah dunia. Mulai dari Thomas Alpha Edison yang bermimpi suasana siang pada malam hari, hingga akhirnya menemukan lampu.

Lalu Bill Gates yang bermimpi membuat suatu sistem komputer untuk perorangan. “Coba kalian bayangkan, bagaimana kita membuat perhitungan laporan keuangan tanpa Excel Spread Sheet? Bagaimana harus menulis naskah buku dengan mesin ketik berpita karbon?” Sadjan coba berinteraksi dengan peserta.

Lanjut Sadjan, mimpi mereka menjadi kanvas bagi peradaban kita saat ini. Dampak mimpi-mimpi mereka sangat massif bagi dunia kita saat ini. Jutaaan atau miliaran orang tertolong hidupnya dan keberadapan dunia meningkat pesat. “Mereka ini saya sebut dream chaser who become national or world game changer,” ujarnya.

Bagaimana dengan di Indonesia? Sadjan mencontohkan kisah sukses para founder Startup Unicorn Indonesia, seperti Nadiem Makarim founder Gojek, Wiliam Tanuwijaya Founder Tokopedia, Ahmad Zaky Founder Bukalapak, dan Feri Unardi Founder Traveloka.

“Mereka telah membuka peluang ekonomi bagi jutaan orang di Indonesia dan membuat kehidupan sehari-hari kita menjadi lebih mudah,” tegas Sadjan.

Baca Juga: Ignite The Nations, Yogyakarta Siap Bangun Indonesia

Sesditjen Aptika, Sadjan (kedua dari kiri) saat diperkenalkan produk dari salah satu startup di bidang pertanian Agrofarm.

Menurut Sesditjen, pemerintah bersama ecosystem player telah membuat program 1000 Startup Digital. Program ini diharapkan dapat menjadi program yang memfasilitasi, melatih, dan menghasilkan SDM digital yang berkualitas. SDM yang dapat memberikan solusi bagi bangsa ini melalui konsep digital entrepreneurship.

“Saya sangat yakin, generasi milenial di Medan adalah putra-putri terbaik bangsa yang mampu mengubah tantangan menjadi sebuah peluang. Wujudkan, kembangkan mimpi kalian, jangan pernah takut gagal, jangan pernah takut jatuh, terus coba dan coba lagi,” tegasnya.

Di akhir sambutan Sadjan mengutip perkataan Presiden pertama RI Bung Karno, “Bermimpilah setinggi langit, jika jatuh, maka engkau akan terjatuh di antara bintang-bintang.” (lry)