Instalasi Seni jadi Cara Baru Penyampaian Literasi Digital

ICT Watch saat Peluncuran Galeri Privasi secara daring, Jum'at (13/11/2020).

Jakarta, Ditjen Aptika – Instalasi seni menjadi salah satu inovasi dalam melakukan literasi digital. Tujuannya agar pesan yang disampaikan dapat dimengerti oleh masyarakat secara lebih baik.

“Instalasi seni bisa jadi cara baru penyampaian literasi digital untuk masyarakat, yang merasa perlindungan terhadap privasi di ruang digital tidaklah berdampak bagi dirinya,” ujar Perwakilan ICT Watch, Heru Tjatur saat Peluncuran Galeri Privasi, Jum’at (13/11/2020).

Penyampaian lewat cara ini juga sebagai upaya mencegah kebosanan dalam meningkatkan literasi digital. Selain itu, menyadarkan bahwa aktivitas masyarakat sekecil apapun di ruang digital berdampak bagi privasi masyarakat tersebut.

Situasi pandemi sekarang ini instalasi seni bisa digabungkan dengan penggunaan teknologi. “Sebenarnya teknologi ini sudah tidak terlalu baru dan mudah diimplementasikan, yaitu dengan menggabungkan instalasi seni yang dibuat secara fisik dengan interaksi masyarakat untuk dapat menikmatinya secara daring,” ujar Heru.

Sedangkan untuk tema, dapat mengangkat tentang literasi digital baik mengenai jejak digital, hoaks dan pelanggaran yang terjadi di ruang digital.

Sementara itu Dirjen Aptika, Semuel A. Pangerapan turut mengapresi hadirnya inovasi dalam instalasi seni. Hal itu sejalan dengan upaya edukasi masyarakat lewat literasi digital, termasuk melalui karya seni.

“Cara seperti ini bisa meningkatkan budaya untuk menjaga privasi data masyarakat di ruang digital,” ungkapnya.

Lihat juga: Lindungi Kebocoran Data Pribadi, Ini Tindakan Pencegahannya

Dirjen Semuel A. Pangerapan memberikan apresiasi pada ICT Watch dan Studio Malia (13/11).

Menurut Dirjen Semuel, masyarakat saat ini masih banyak yang belum peduli dan sering lupa untuk menjaga data pribadinya di ruang digital.

Cara lain untuk melindungi data pribadi masyarakat dalam berinternet bisa dilakukan dengan meningkatkan beberapa kebiasaan, seperti berikut:

  1. Memperhatikan pengelolaan password untuk menggantinya berkala;
  2. Melakukan back up data pribadi;
  3. Update software berkala;
  4. Membuat SOP pengelolaan data pribadi yang jelas dan tegas bagi perusahaan yang menggunakan data pribadi;
  5. Meningkatkan kapasitas SDM organisasi, badan, institusi terkait PDP;
  6. Menyiapkan mekanisme sanksi internal yang tegas bagi kasus penyalahgunaan data pribadi; dan
  7. Membangun teknologi keamanan dan ekosistem ruang digital.

Semuel juga menambahkan informasi terbaru terkait peran pemerintah dalam melindungi privasi data masyarakat. “Kita sudah gelar rapat ketiga dengan Panja untuk RUU PDP harapannya bisa kita selesaikan segera dan bisa diundangkan pada akhir tahun atau awal tahun,” tutupnya.

Instalasi Seni Galeri Privasi

ICT Watch baru saja meluncurkan instalasi seni yang bisa dilihat masyarakat umum. Inovasi itu bertujuan untuk melakukan literasi digital dengan pendekatan seni bersama seniman dari Studi Malia. Instalasi seni berupa galeri virtual tersebut bisa dikunjungi masyarakat secara daring melalui situs galeri.privasi.id.

Perwakilan Studio Malia, Yesa Utomo saat menjelaskan instalasi seni yang dibuat (13/11).

Perwakilan Studio Malia, Yesa Utomo mengatakan instalasi seni yang dibuat Studio Malia mengangkat tema privasi data masyarakat dan perubahan kebutuhan serta kebiasaan masyarakat di ruang digital.

“Pembuatan karya ini juga didasari atas upaya pemerintah dalam merancang UU PDP yang kompleks. Masyarakat butuh mengetahui dan mengerti mengenai regulasi ini dengan contoh yang lebih dekat dengan kesehariannya,” ujarnya.

Menurut Yesa, pembuatan karya didasarkan pada poin-poin di RUU PDP mengenai hal yang sebetulnya sangat pribadi. Seperti penggunaan biometrik atau tangkapan retina mata, pandangan politik dan ideologi, serta orientasi seksual.

Lihat juga: RUU PDP Mengatur Perilaku Konsumen agar Sesuai Koridor

Ada enam instalasi seni yang bisa dilihat oleh masyarakat di situs tersebut, yaitu Bliss in Disguise, Garbage of Hoax, Not All Drug are Remedies, Sixth Vital Organ, Data for Sale, dan You Pry, So I Comply.

Instalasi Seni Galeri Privasi ICT Watch (13/11).

Selain ikut meningkatkan literasi digital melalui seni, Yesa mengungkapkan cara seperti ini juga bisa membantu seniman agar terdorong untuk berkarya kembali.

“Migrasi dari offline ke online dalam membuat karya seni ini membuat seniman aware bahwa teknologi sederhana bisa membantu untuk bertahan dan terus bereksplorasi,” tutupnya. (pag)