Menkominfo: UMKM Sumbang 60 Persen PDB Indonesia

Menteri Kominfo, Johnny G. Plate saat Peluncuran Pelatihan Digital UMKM di Indonesia, Senin (05/10/2020).

Jakarta, Ditjen Aptika – UMKM ultra mikro memiliki kontribusi yang cukup signifikan bagi perekonomian Indonesia. Akibat pandemi di tahun ini, banyak UMKM beralih dari penjualan luring (offline) ke daring (online).

“UMKM sumbang Pendapatan Domestik Bruto (PDB) lebih dari 60 persen. Hingga April 2020 penjualan daring meningkat hingga 480 persen dibandingkan bulan Januari 2020,” ujar Menteri Kominfo, Johnny G. Plate saat peluncuran Pelatihan Digital UMKM di Indonesia, Senin (03/10/2020).

Johnny mengungkapkan peningkatan ini sebagai dampak positif dari adanya pandemi Covid-19. Peningkatan aktivitas ekonomi digital ini juga dijadikan sebagai pendorong percepatan transformasi digital.

Merespon peluang tersebut, pemerintah terus mengupayakan pendampingan UMKM untuk memperluas bisnis ke ruang digital (digital on boarding). “Mengingat jumlah UMKM ultra mikro go online baru menyentuh 14,6 persen atau setara 9,4 juta dari jumlah UMKM secara nasional sekitar 64 juta seluruhnya,” katanya.

Pedampingan difokuskan untuk pelaku UMKM ultra mikro di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah pariwisata super prioritas. Pemilihan daerah yang menjadi fokus pendampingan ini dikarenakan sebelumnya dua ribu UMKM ultra mikro yang telah on boarding dan upscaling berasal dari lima provinsi di pulau Jawa.

“Kami juga ingin daerah 3T dan daerah pariwisata super prioritas bisa merasakan hal yang sama,” jelas Johnny.

Lihat juga: Luncurkan Pelatihan Digital, Menkominfo Harap UMKM Bisa Perluas Usaha

Sementara itu, di kesempatan lain Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel A. Pangerapan juga mengatakan bahwa potensi Indonesia besar untuk bersaing di ekonomi digital. “Pasar dan potensi kita besar untuk bersaing di era digital. Potensi ini tidak ada artinya jika kita tidak menyiapkan diri,” tuturnya.

Selain UMKM di daerah 3T, Semuel mengatakan UMKM pedesaan di luar daerah 3T juga diharapkan bisa menyambut peluang tersebut.

“UMKM di pedesaan tidak perlu meniru startup-startup besar karena dikhawatirkan akan kalah bersaing. Temukan nilai tambah lain yang belum dimiliki. Bisa dimulai dari lingkup kecil dengan bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes),” ungkap Semuel.

Lihat juga: UMKM Pedesaan Harus Bersiap Hadapi Transformasi Digital

Dirjen Aptika, Semuel A. Pangerapan saat Ngobrol Tempo dengan tema Pembungkaman Kritik di Masa Pandemi, Kamis (27/08/2020).

Kemkominfo melalui Ditjen Aplikasi Informatika juga melakukan pendampingan kepada UMKM untuk on boarding, yaitu Grebeg Pasar UMKM Go Online. Program sosialisasi itu ditargetkan bagi pengusaha mikro di pasar tradisional di berbagai daerah yang sebagian besar masih gagap atau belum tersentuh teknologi untuk memasarkan produknya secara daring.

Lihat juga: UMKM Go Online

Pada tahun 2019 UMKM Go Online berhasil melakukan sosialisasi ke 94 pasar tradisional yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Sosialisasi dilakukan dengan melakukan kerja sama dengan lokapasar, seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, dan OLX. (pag)