Perlu Keputusan Luar Biasa untuk Dorong Ekonomi Digital

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G. Plate.

Jakarta, Ditjen Aptika – Menteri Komunikasi dan Informatika menyebutkan selama pandemi Covid-19, terjadi kontraksi ekonomi global sebanyak negatif 5 persen dan berdampak pada perekonomian Indonesia.

“Perlu keputusan luar biasa dan kecepatan mengambil keputusan untuk mendorong ekonomi kita. Kuncinya, harus bisa berpartisipasi lebih pada ekonomi digital. Dalam hal ini, perlu peran pemerintah, masyarakat pelaku usaha (UMKM), dan marketplace Indonesia,” ucap Menteri Kominfo, Johnny G. Plate dalam talkshow Indonesia Bicara di stasiun TVRI Nasional (18/06/20).

Menurut Menkominfo, berdasarkan ekonomi digital (e-commerce), jumlah transaksi partisipasi masyarakat meningkat sangat tajam. Namun hal itu perlu diikuti oleh peningkatan nilai transaksi.

Hingga saat ini, nilai transaksi ekonomi digital belum dapat mengatasi kontraksi pada perekonomian Indonesia. Salah satu upaya membangkitkan perekonomian adalah melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

“Meskipun baru sebulan lebih diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, saat ini telah ada ratusan ribu UMKM yang terdaftar dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,” sebut Johnny.

Lihat Juga: Bangga Buatan Indonesia, Wujud Dukungan bagi UMKM Terdampak Pandemi

Gerakan tersebut membantu UMKM untuk beralih dari transaksi secara luring menjadi daring. “Apabila semakin banyak UMKM yang terdaftar, maka semakin besar partisipasi masyarakat dan marketplace dalam ekonomi digital,” ujar Johnny.

Selain itu, memang ada tantangan pada ekonomi digital, yaitu akses internet. Maka dari itu, percepatan transformasi digital dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan akses internet masyarakat Indonesia.

“Saat ini kami sedang meningkatkan infrastruktur, agar jaringan internet dapat diakses lebih luas lagi oleh masyarakat Indonesia,” jelas Johnny.

Melalui kemudahan akses internet Menteri Johnny berharap akan lebih banyak masyarakat pelaku UMKM yang ikut serta dalam ekonomi digital Indonesia. “Apabila jumlah partisipasi terus meningkat, kami optimis dapat bersaing pada ekonomi digital domestik dan global,” tutupnya. (pag)