Indonesia Butuh Kekuatan Penta Helix Hadapi Covid-19

Tangkapan layar Menkominfo, Johnny G Plate, saat Konferensi Pers Peluncuran Aplikasi 10 Rumah Aman (31/03).

Jakarta, Ditjen Aptika – Dalam melawan mewabahnya Covid-19 di Indonesia, diperlukan peran serta seluruh lapisan masyarakat untuk memutus penyebaran virus tersebut.

“Kami yakin di bawah leadership Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dengan didukung penta helix, yaitu kekuatan pemerintah, kekuatan komunitas/masyarakat, kekuatan para akademisi, kekuatan dunia usaha, dan kekuatan media,” ujar Menteri Kominfo, Johnny G Plate, saat Konferensi Pers Peluncuran Aplikasi 10 Rumah Aman, yang disiarkan melalui live streaming di kanal Youtube Kementerian Kominfo, Selasa (31/03/2020).

Johnny pun melanjutkan, kekuatan media tersebut mencakup media cetak, maupun media elektronik/daring. “Bahkan tidak hanya itu, (termasuk) kekuatan media sosial yang mewartakan pesan-pesan positif, agar kita menggunakan seluruh energi positif untuk memutus mata rantai sebaran Covid-19 secara cepat,” ucapnya.

Menteri Johnny juga berharap, energi masyarakat jangan sampai terbuang percuma mengurusi masalah yang bukan prioritas. Apalagi jika masalah tersebut justru akan memperlemah kekuatan bangsa mengatasi Covid-19.

“Jangan lagi ada berita bohong (hoaks), jangan lagi ada bullying, jangan lagi saling mencaci. Ini saatnya ibu pertiwi memanggil putra putri bangsa. Untuk apa? Untuk memutus jalur dan mata rantai Covid-19 di Indonesia,” tegas Menteri Johnny.

Menteri Johnny kemudian menjelaskan berbagai inisiatif yang dilakukan Kominfo dalam memerangi Covid-19, diantaranya:

  1. Berkoordinasi dengan operator telekomunikasi agar situs www.covid19.go.id dapat diakses secara gratis;
  2. Bersama operator seluler membangun call center khusus Covid-19 (112, 117, 119);
  3. Melakukan sosialisasi hidup bersih dan sehat, dengan melakukan kerjasama dengan Asosiasi Game Indonesia untuk menggelar lomba cipta game #DirumahAja;
  4. Bersama Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan, serta BNPB, mengembangkan aplikasi PeduliLindungi sebagai upaya tracingtracking, dan fencing, demi mencegah dan memutus Covid-19;
  5. Mendorong gerakan Physical Distancing dengan memberikan dukungan pada sektor platform digital; dan
  6. Mendukung KSP dalam mengembangkan aplikasi 10 Rumah Aman yang berbasis pendekatan komunitas.

Dalam kesempatan tersebut menteri Johnny juga turut menyampaikan rasa terima kasih yang sangat tinggi kepada para pejuang, para pahlawan bangsa, tenaga kesehatan yang terus berjuang di garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

“Mari kita mengheningkan cipta sejenak, untuk para pahlawan tenaga kesehatan kita yang telah gugur,” ajaknya.

Tentang Aplikasi 10 Rumah Aman

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan mengenai aplikasi 10 Rumah Aman berbasis komunitas/masyarakat, sebagai salah satu dari kekuatan penta helix.

“Aplikasi 10 Rumah Aman merupakan aplikasi yang diharapkan akan menciptakan efek berantai dalam memutus penyebaran Covid-19. Aplikasi 10 Rumah Aman bisa diterapkan dengan cepat, di mana saudara-saudara kita yang selama ini sulit #DirumahAja dapat terbantu untuk berada di rumah. Kemudian secara bersama kita mengalahkan Covid-19,” tandas Moeldoko, dalam teleconference di acara yang sama.

Tangkapan layar live streaming, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, saat Konferensi Pers Peluncuran Aplikasi 10 Rumah Aman.

Aplikasi 10 Rumah Aman merupakan kolaborasi perusahaan anak negeri dari beragam sektor, yaitu WIR Group, COMPRO, Prixa.ai, Disrupto serta perusahaan komunikasi dan konten anak negeri, Kennedy Voice Berliner (KVB).

Aplikasi 10 Rumah Aman mengoptimalkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu masyarakat memeriksa secara mandiri menggunakan alat diagnosis berbasis AI, dan melihat peta untuk menghindar dari paparan Covid-19.

Aplikasi 10 Rumah Aman memiliki lima fitur utama, yaitu:

  1. Memulai dengan mengukur suhu tubuh pada diri sendiri dan seluruh penghuni rumah setiap hari. Kemudian mengingatkan tetangga sekitar tentang keadaan dan kesehatan melalui telepon atau aplikasi pesan instan, sehingga beberapa rumah tangga selalu terpantau keadaan kesehatannya. Selanjutnya setiap penghuni rumah tersebut saling memantau tetangga lain di sekitarnya.
  2. Memberi inspirasi tentang gaya hidup sehat. Selalu mencuci tangan dengan sabun atau cairan pembersih tangan berbahan alkohol, menjaga jarak aman ketika bertemu orang lain dan membagikan perilaku itu di aplikasi 10 Rumah Aman.
  3. Mengajak masyarakat untuk memasak, makan di rumah dan berbagi. Setiap keluarga bisa memasak dan makan di rumah. Kemudian membagikan hasil masakan ke tetangga atau masyarakat sekitar yang kurang beruntung agar mereka tetap di rumah sambil menjaga jarak aman (social/physical distancing).
  4. Melakukan pemeriksaan mandiri dengan menggunakan alat diagnosis berbasis AI. Tujuannya agar tidak terburu-buru pergi menemui petugas kesehatan di rumah sakit, sekaligus menerapkan semangat membantu dan meringankan kerja petugas kesehatan.
  5. Melihat dan memantau peta persebaran setiap individu yang memiliki suhu normal atau suhu di atas normal. Selain itu membantu memantau individu yang telah melakukan isolasi mandiri dan dalam perawatan agar menghindarkan diri dari paparan Covid-19. (lry)