Tips Digital Parenting saat Physical Distancing

Tangkapan Layar Live Streaming Siberkreasi Hangout Online dengan tema "Berkreasi di Rumah Bersama Anak" (30/03).

Jakarta, Ditjen Aptika – Siberkreasi memberikan tips dan trik bagaimana para orang tua dapat melakukan digital parenting saat melakukan physical distancing untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Menurut perwakilan dari ICT Watch, Indriyatno Banyumurti, saat melakukan physical distancing #DirumahAja rasa bosan merupakan hal yang wajar. Tinggal bagaimana cara dan strategi agar aktivitas terasa menyenangkan.

“Kalau saya di rumah bersama anak membuat jadwal (melalui Google spread sheet) setiap hari mengenai aktivitas apa saja yang akan kita lakukan dan targetnya apa? Serta konsisten melakukan evaluasi di malam hari,” jelas Banyumurti saat acara Siberkreasi Hangout Bareng dengan tema Berkreasi di Rumah Bersama Anak, yang disiarkan secara live streaming di kanal Youtube Siberkreasi, Senin (30/03/2020).

Banyumurti juga menjelaskan bahwa sebagai orang tua harus dapat mencari sesuatu hal yang baru untuk mengurangi kebosanan mereka. “Karena jika dilepaskan sepenuhnya ke gadget juga tidak akan baik bagi tumbuh kembang si anak,” ujarnya.

Pria yang biasa dipanggil dengan sebutan mas IB tersebut juga memberikan tips lain agar anak tidak mudah bosan. “Saya biasanya combine aktivitas online dan offline. Sebagai contoh mengajak anak untuk melakukan hal-hal positif di rumah, kemudian direkam lalu diunggah ke media sosial,” ungkapnya.

Membangun komunikasi yang baik dengan anak juga menjadi hal yang disoroti oleh Banyumurti. Menurutnya asalkan para orang tua dapat menjalin komunikasi yang baik terhadap anak, maka segala sesuatu yang dilakukan dengan anak akan baik. “Justru ini saat yang tepat meningkatkan ikatan (bonding)  kita dengan anak,” ucapnya.

(Baca juga: Kominfo Tantang Anak Muda Bikin Game #DiRumahAja)

Hal tersebut juga disetujui oleh Nucha Bahri, perwakilan dari Parentalk.id. Adanya physical distancing ini justru menjadi momen bagi orang tua untuk memperbanyak waktu bersama anak dengan hal-hal yang positif. “Orang tua (ayah dan ibu) di saat seperti ini harus dapat membagi peran dan tugas dalam mendampingi anak,” katanya.

Nucha juga menjelaskan bahwa selain kreatifitas, disiplin juga merupakan hal yang sangat penting. “Mengajarkan disiplin kepada anak kecil bisa dimulai dari hal sederhana, seperti mengenal waktu. Jam 8 waktunya untuk apa? Jam 10 waktunya untuk apa? Jam 12 waktunya apa? Sehingga pola mereka untuk makan, main, belajar, tidur siang sudah terjadwal,” urainya.

Sedangkan perwakilan dari Yayasan Sejiwa Diena Haryana berpendapat, “Orang tua saat ini harus jadi orang tua yang FAB (Fungky Asik Bergaul), agar anak juga merasa nyaman dan anak tidak takut mengkomunikasikan perasaannya kepada kita.”

Diena menekankan dua poin bagaimana tips parenting di saat seperti ini, yaitu:

  1. Bangun kehangatan (create great atmosfer), puji dan apresiasi ketika anak melakukan hal yang baik, serta tegur anak dengan cara yang tepat ketika melakukan kesalahan;
  2. Kerja sama suami dan istri untuk saling melengkapi dan konsisten dalam menerapkan pola asuh.

Pada akhir acara Diena mengajak para orang tua untuk dapat mengambil hikmah dan makna di saat pandemi Covid-19 ini. “Nikmatin apa yang ada saat ini, momen ini merupakan momen yang akan dirindukan kita nantinya,” pungkasnya. (lry)