Survei Aptika untuk Pengembangan Startup dan Ekosistem Digital

Tahapan #1000StartupDigital Bootcamp Malang pada tahun 2019.

Jakarta, Ditjen Aptika – Ditjen Aptika dan ekosistem startup Indonesia membuat strategi untuk mendorong perusahaan rintisan agar bisa scale-up. Caranya melalui survei Kebutuhan Early-Stage Startup Founder.

“Tujuan utama dari survei ini adalah menyiapkan program pendukung startup yang menjembatani dari 1000 Startup Digital ke Nexticorn. Maka dari itu, kita harus cari tahu bagaimana ekosistem startup digital ini dapat bergerak bersama untuk saling mendukung startup baru untuk berkembang,” ujar Direktur Jenderal Aptika, Semuel Abrijani Pangerapan, saat dihubungi pada Rabu (01/04/2020).

Semuel kemudian melanjutkan, “Berkaca dari China dengan Tencent dan Alibabanya, ekosistem mereka itu besar karena di dalamnya ada banyak startup yang mereka dukung untuk berkembang bersama.”

Meskipun akibat wabah pandemi Covid-19 ini proses bisnis tidak berjalan maksimal, Semuel menghimbau saat-saat seperti ini merupakan momen bagi para startup founder untuk bisa saling berbagi ilmu dan pengalaman.

“Peserta program 1000 Startup Digital yang sedang mengikuti tahapan inkubasi secara online, akan juga diajak untuk mengisi survei ini,” jelas Semuel.

Tampilan survei kebutuhan early-stage startup founder.

Menyambung Dirjen Aptika, CEO Kumpul Faye Alund sebagai strategic partner dari Program 1000 Startup Digital mengatakan, program tersebut akan tetap berjalan secara daring di tengah merebaknya wabah Covid-19.

“Sabtu dan Minggu ini, peserta akan mendapatkan materi tentang Startup’s Most Important Metrics yang dibawakan oleh Eric Hendrickus (Investment Associate, Central Capital Ventura) dan Building a Scalable Technology Stack yang akan dibawakan oleh Reydi Sutandang (CTO, Happy5). Kami sangat mengapresiasi kontribusi para mentor yang secara pro-bono mau berbagi ilmu, bahkan di saat pandemi seperti ini,” ujar Faye.

Sementara salah satu Board Member Nexticorn, Italo Gani mengatakan bahwa untuk menjadi sebuah startup yang siap untuk scale-up dan di-invest banyak PR besarnya. Misalnya AwanTunai dan Tanihub yang mengikuti program Nexticorn.

“Bagi mereka yang belum punya banyak koneksi ataupun ilmu, sebagus apapun produknya, sulit untuk berjalan sendirian,” ujarnya.

Survei ini juga merupakan upaya nyata Ditjen Aptika Kominfo mengatasi dampak wabah Covid-19 yang memberikan tantangan yang lebih berat bagi para startup digital.

Untuk mengikuti survei tersebut dapat membuka: startupstudio.id/survei. Ada 8 pertanyaan utama yang dapat diisi dalam 3-5 menit. Adapun hasil survei tersebut nantinya akan dibahas di media sosial Instagram @Startupstudio.id. (lry)