Digitalisasi Pelayanan Kesehatan dengan Penerapan Revolusi Industri 4.0

Bogor, Ditjen Aptika – Kementerian Komunikasi dan Informatika melaksanakan kegiatan Seminar Smart Health Initiative untuk meningkatkan kesadaran mengenai kesiapan digitalisasi pelayanan kesehatan di Indonesia guna mendukung Universal Health Care (UHC).

“Digitalisasi membantu mendorong pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien. Harapan kedepannya adalah agar seminar-seminar health tech lainnya dapat berlangsung dan juga agar digitalisasi sektor kesehatan dapat diimplementasikan dengan cepat,” kata Direktur Rumah Sakit Bogor Senior saat memberikan sambutan acara Seminar Smart Health Initiative di Bogor Senior Hospital, Sabtu (06/04/2019).

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bogor menjelaskan bahwa manfaat dari digitalisasi kesehatan yaitu untuk meningkatkan akses pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan efektifitas SDM, meningkatkan kualitas pelayanan, dan mengurangi biaya layanan kesehatan. Meskipun banyak tantangan yang harus dijawab dari digitalisasi kesehatan ini, tapi bukan berarti para praktisi di bidang kesehatan menutup diri dari digitalisasi.

Fasilitas teknologi infomasi bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada pasien dalam mendapatkan layanan kesehatan. Salah satunya berupa peningkatan pelayanan klinik dan dokter praktek mandiri yang merupakan tanggung jawab bersama semua pelaku kesehatan di Indonesia. Peningkatan ini menekankan kepada pentingnya digitalisasi pelayanan kesehatan.

Hal ini senada dengan harapan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor yang menyampaikan agar health tech dapat bekerja sama dengan BPJS. Kota Bogor di tahun 2018 sudah mencapai level UHC dalam sektor kesehatannya dan hampir semua fasilitas kesehatan sudah bekerjasama dengan BPJS.

Sementara Plt. Direktur Ekonomi Digital, Nizam Waham menjelaskan, “Akibat dari teknologi yang berubah, maka fungsi pemerintah harus berubah pula, yang menyebabkan pemerintah harus lebih banyak memfasilitasi dan mengakselarasi startup–startup digital tersebut.” Salah satunya melalui regulatory sandbox untuk mendorong inovasi dalam lingkungan yang aman dan terkontrol.

“Sebagai contoh regulatory sandbox adalah teknologi biometric yang jika berhasil diterapkan maka tidak perlu bertatap muka lagi dengan regulator,” ungkap Nizam. Singapura telah membuat regulatory sandbox untuk layanan telemedicine pada tahun 2018. Indonesia harus mempercepat langkah dalam transformasi digital agar tidak tertinggal dengan negara-negara lain.

Seminar Smart Health Initiative ini diselenggarakan oleh Kominfo bekerjasama dengan HealthTech.id, dan didukung oleh Bogor Senior Hospital, Medigo, ProSehat, dan Docquity. Para peserta seminar berasal dari kalangan dokter, petugas medis, dan pelaku usaha layanan kesehatan. (pae)