Kominfo Fasilitasi Penerapan Pertanian Presisi di Gunung Kidul

Yogyakarta –  Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan pendampingan penggunaan alat sensor tanah dan cuaca yang telah diserahterimakan pada tanggal 21 Desember 2018.  Kegiatan ini merupakan salah satu upaya fasilitasi pemerintah dalam rangka implementasi inisiatif digitalisasi sektor pertanian.

Menurut Plt. Direktur Ekonomi Digital, Nizam Waham, implementasi pertanian presisi dapat meningkatkan produktivitas petani melalui aplikasi analisis data, Internet of Things (IoT) dan Geographic Information System (GIS).

“Adapun tantangan dalam implementasinya adalah kecukupan luas lahan kawasan pertanian untuk pertanian presisi, kemampuan petani dan penyuluh untuk menginput data pertanian presisi, serta pembiayaan investasi infrastruktur pertanian presisi,” katanya saat memberikan sambutan pada acara Pendampingan Penggunaan Alat Sensor Tanah dan Cuaca di Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, Senin (28/01/2019).

Alat sensor tanah dan cuaca ini mampu memberikan rekomendasi terkait proses produksi pertanian seperti waktu pemupukan/pengairan yang tepat, jenis pupuk yang dibutuhkan dan dapat memprediksi kemungkinan terjadinya serangan hama saat terjadi penurunan suhu atau peralihan musim.

Selain itu, PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB) juga telah mengembangkan aplikasi tanya jawab pertanian seputar permasalahan hama dan penyakit melalui aplikasi RiTX Bertani dan rencananya akan dikembangkan aplikasi chatbot yang akan dirilis pada bulan Maret 2019.

Pada kesempatan ini, para peserta diberikan pembelajaran tentang cara membaca dan menindaklanjuti hasil rekomendasi dari alat tersebut melalui handphone Android masing-masing peserta. Kegiatan ini juga didukung oleh Bank BNI untuk mensosialisasikan dan menyalurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani di Desa Genjahan.

Implementasi Pertanian Presisi di Kabupaten Gunung Kidul terlaksana atas kerjasama Kementerian Kominfo, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, MSMB dan Bank BNI. Acara ini juga dihadiri oleh 11 dukuh,  kepala desa, Penyuluh BPP Kecamatan Ponjong serta petani dan Gapoktan di wilayah tersebut. (pae)