Program Startup Studio Indonesia Batch 3 Masuk Tahap Coaching

Ignition 1000 Startup Digital (25/9).

Jakarta, Ditjen Aptika – Isu mengenai Program Startup Studio mendominasi pemberitaan aplikasi informatika dalam 24 jam terakhir.┬áProgram inkubasi intensif Startup Studio Indonesia (SSI) Batch 3 yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah memasuki sesi Founder’s Camp dan 1-on-1 Coaching.

Dalam sesi yang berlangsung selama empat bulan ini, 15 startup early-stage yang terpilih menjadi partisipan berkesempatan dibina dan dilatih langsung oleh para coach yang terdiri dar pendiri dan praktisi startup aktif dan terkemuka, seperti Aviandri Hidayat (Vice President of Product Mekari), Dimas Harry Priawan (Co-Founder Dekoruma), Maria Sahara (Group Product Manager Xendit), serta Italo Gani (Managing Partner Impactto, sekaligus Advisor program SSI).
Fase ini biasa disebut juga dengan product-market fit, istilah dimana perusahaan rintisan berupaya untuk mempersolid tawaran produk digitalnya, agar dapat memenuhi kebutuhan atau permintaan pengguna.

“Untuk memilih tim coach terbaik se-Indonesia, kami melihat rekam jejak para pendiri dan praktisi startup yang perusahaannya sudah berhasil mencapai tahap product market fit. Kami juga mempertimbangkan keahlian, spesialisasi, dan peran mereka dalam membawa startup tersebut hingga ada di titik sekarang. Tentunya kami ingin melibatkan para praktisi yang memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan praktikal, untuk dapat berbagi ilmu dengan para startup SSI Batch 3,” jelas Italo dalam keterangan resminya seperti dikutip Merdeka.com, Selasa (16/11/2021).

Dengan menjunjung konsep ‘more brainstorming, less classes’, Startup Studio Indonesia menitikberatkan pada pembekalan ilmu dan wawasan praktis melalui sesi coaching, alih-alih hanya secara teoretikal. Tim SSI juga secara berkala melakukan penilaian terhadap jajaran coach, untuk memastikan bahwa ilmu-ilmu yang dibagikan dapat berdampak langsung dan menyelesaikan tantangan yang dihadapi masing-masing startup peserta Batch 3. Proses 1-on-1 Coaching dimulai dengan Sesi Diagnosa, dimana peserta SSI Batch 3 akan mendiskusikan pain point atau tantangan-tantangan yang selama ini dihadapi.

Setelah itu, tim SSI akan memasangkan peserta tersebut dengan coach yang paling cocok. Kurikulum yang didapat pun akan bersifat personalized. Dengan begitu, SSI bisa menjadi program inkubasi intensif yang benar-benar efektif, karena menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan para peserta, dan bukan sebaliknya.

Jubir Kominfo: Waspadai Berita dengan Judul Provokatif

Sementara itu isu mengenai isu hoaks atau berita bohong juga mewarnai pemberitaan. Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi mengakui jika hingga saat ini penanganan pandemi di tanah air masih terganggu oleh beredarnya berita bohong atau. Untuk itu, terus melakukan patroli siber serta menyaring aduan dari masyarakat untuk mengidentifikasi dan menindaklajuti , terutama yang berkaitan dengan isu Covid-19, vaksinasi Covid-19, dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Mengutip dari Tempo.co pada tanggal (16/11/2021), Pada pekan kedua November 2021, sebaran seputar Covid-19 mengalami kenaikan. Berdasarkan catatan Kementerian , total identifikasi isu Covid-19 sebanyak 1983 isu pada 5.099 unggahan media sosial, dengan persebaran terbanyak pada Facebook, sejumlah 4.402 sebaran. Sedangkan konten lainnya di platform media sosial lain seperti Instagram, Twitter, Youtube, dan Tiktok.

“Pemutusan akses telah dilakukan terhadap 4.977 unggahan dan 122 unggahan lainnya sedang ditindaklanjuti,” ujar Dedy melalui siaran pers Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) KPCPEN, seperti dilansir dari media yang sama, Kamis (16/11/2021).

Sedangkan terkait vaksinasi Covid-19 tercatat sebanyak 382 isu pada 2.398 unggahan media sosial. Kemudian, PPKM sebanyak 48 isu pada 1.140 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak pada Facebook disusul media sosial lain seperti Instagram, Twitter, Youtube, dan Tiktok. Pada minggu ini terdapat peningkatan isu Covid-19 namun terjadi penurunan sebaran konten Covid-19 dengan jumlah 12 isu dan 34 unggahan, lanjut Dedy.

Dedy juga menyarankan masyarakat mengikuti kanal-kanal pemberitaan dan media sosial institusi resmi baik, serta mengecek ulang foto/video/gambar yang didapatkan. Caranya, dengan mencari ulang foto tersebut di mesin pencari, sehingga teridentifikasi dari mana asalnya. Pandemi masih ada, virusnya masih mengintai kita. Tapi dengan vaksinasi, masker dan disiplin protokol kesehatan, kita akan dapat menekan risiko serendah mungkin. (lry)

Print Friendly, PDF & Email