Targetkan 10 Ribu Anggota Baru, Pandu Digital Gelar ToT Pertama di NTB

Koordinator Pandu Digital Kemkominfo, Bambang Tri Santoso (kedua dari kiri), saat membuka acara ToT Pandu Digital Provinsi Nusa Tenggara Barat (03/04/2021).

Mataram, Ditjen Aptika – Kementerian Kominfo memberikan Training of Trainer (ToT) kepada 60 Pandu Digital Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Provinsi NTB menjadi lokasi pertama ToT sekaligus role model bagi wilayah-wilayah lain.

“Pelatihan kepada 60 pandu digital ini akan dilakukan dengan memberikan materi tematik yang fokus pada sektor UMKM, petani-nelayan go digital, pendidikan, dan desa wisata atau desa digital,” jelas Koordinator Pandu Digital Kemkominfo, Bambang Tri Santoso saat membuka ToT Pandu Digital Provinsi Nusa Tenggara Barat, di Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram, Sabtu (03/04/2021).

Ia berharap para pandu digital yang nantinya akan mendampingi masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan dan pemahaman lengkap tentang materi literasi digital. Tahun ini sendiri ditargetkan terbentuk 10 ribu pandu-pandu digital baru.

“Masyarakat yang terliterasi oleh pandu digital nantinya akan menjadi bagian dari target besar literasi digital Kementerian Kominfo di tahun ini, yakni 12,5 juta masyarakat Indonesia,” tandasnya.

Tiga Level Pandu Digital (3/4).

Selain melakukan ToT, lanjut Bambang, juga diadakan promosi melalui acara Pandu Digital Talk. Acara itu akan menampilkan keberhasilan atau berbagi pengalaman para pandu digital dalam mendampingi masyarakat di lima sektor.

“Pandu digital juga akan turut serta dalam festival komunitas TIK, Fora Internasional WSIS, serta berbagai kegiatan budaya. Dalam menjalankan programnya, pandu digital memiliki skema Penta Helix, dimana bukan hanya pemerintah yang akan terlibat. Namun juga akademisi, media, bisnis, serta komunitas,” tutup Bambang.

Lihat juga: Peran Penta Helix dalam Mendukung Keberhasilan Pandu Digital

Terbaru, pandu digital juga menyediakan fitur Sistem Informasi Manajemen (SIM) Pandu Digital untuk mendukung kegiatan secara daring. Sebelumnya, sistem pendaftaran dilakukan secara manual dan belum memiliki database.

“Distribusi peserta workshop juga masih belum sesuai minat dan juga belum ada dashboard monitoring kegiatan,” ujar Sub Koordinator Pemberdayaan Pandu Digital, Diah Aliefya yang biasa dipanggil Alief.

Sub Koordinator Pemberdayaan Pandu Digital, Diah Aliefya, saat menjelaskan mengenai SIM Pandu Digital (03/04).

Ia berharap dengan adanya SIM Pandu Digital dapat mengatasi masalah-masalah tersebut dengan berbagai fitur yang dimiliki. Fitur yang tersedia seperti pendaftaran daring, test daring, sertifikat auto generate, pemetaan kegiatan pandu digital, mendukung pembentukan pandu digital, sebagai dashboard executive report, serta pelaporan kegiatan pendampingan literasi digital.

“Kami upgrade sistem kami, jadi pandu digital tidak hanya selesai ketika dibentuk tapi punya inisiatif. Buktinya apa? Pelaporan, bisa dalam bentuk foto, absensi, materi, dan lainnya,” tutur Alief.

Setelah melakukan ToT, Pandu Digital NTB juga melakukan pemberdayaan ke masyarakat di lima titik lokasi. Lima lokasi tersebut yakni Desa Kuta, Kab. Lombok Tengah, Desa Sukarara, Kab. Lombok Tengah, Pondok Pesantren Tohir Yasin, Kab. Lombok Timur, Desa Ekas Buana, Kab. Lombok Timur, dan Desa Sembalun, Kab. Lombok Timur.

Acara ToT Pandu Digital itu juga turut dihadiri oleh Ketua STP Mataram (Halus Mandala), Kepala Dinas Kominfo Kota Mataram (I Nyoman Suwandiasa), dan Ketua Forum Inisiatif Desa Digital (Siti Ariani Muflikhah).

Testimoni Peserta ToT

Endang Supiatun (Lombok Tengah):

“Setelah mengikuti ToT ini saya berkomitmen untuk menjalankan visi dan misi pandu digital, yaitu menjalankan program pemberdayaan komunitas. Saya juga akan berkoordinasi dengan komunitas lain dan antar pemangku kepentingan untuk meningkatkan, membangun, dan memberdayakan kemampuan masyarakat di era digital,” imbuhnya.

Para peserta ToT yang dimintai pendapatnya mengenai Pandu Digital (3/4).

“Mudah-mudahan dengan kegiatan kali ini kita bisa meningkatkan sumber daya manusia dengan memanfaatkan era digital, baik di sektor pendidikan, pariwisata, dan UMKM. Saya akan terus mengembangkan diri dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di NTB,” harapnya.

“Terima kasih untuk kesempatan ini, sebagai seorang pandu digital batch merah saya akan menjalankan tugas memajukan sumber daya manusia di era digital. Salam pandu digital, membangun sumber daya manusia di era digital,” pungkasnya.

Lihat juga: Aptika Ajak Masyarakat Tuban Gabung Jadi Pandu Digital

M. Yusron (Lombok Timur):

“Semenjak saya bergabung di tahun 2019 menjadi pandu digital di lombok timur banyak sekali manfaat yang saya dapatkan, terutama yang sedang saya bantu dan bina sekarang yaitu pengembangan digital pondok pesantren,” ceritanya.

“Pandu digital ini sangat membantu dan bermanfaat buat saya karena di sini kami bisa berkolaborasi, mengembangkan kreativitas, serta mengembangkan bakat dan minat. Kita juga bisa saling berbagi informasi untuk bahu membahu dalam mengenalkan literasi digital,” ucapnya.

“Saya berharap kepada teman-teman yang belum bergabung dengan pandu digital segera bergabung pada periode selanjutnya. Karena pandu digital merupakan sebuah program dan kegiatan yang sangat bagus bagi pengembangan diri kita sendiri maupun memberikan manfaat kepada orang lain,” pesannya.

Mumun (Lombok Tengah):

“Saya merasa sangat beruntung dapat mengikuti ToT ini, sebelumnya saya sudah mengikuti seminar dan lulus menjadi pandu digital. Dengan adanya pelatihan ini dapat mengembangkan pengetahuan saya pribadi untuk tetap berkomitmen dalam mendigitalisasi sektor-sektor seperti UMKM, pariwisata, pendidikan, dan sektor lainnya di NTB,” ungkapnya.

“Harapan saya semoga kegiatan ini terus berlanjut, sekali lagi saya sangat berterima kasih telah diikutkan dalam kegiatan ini,” pungkasnya. (lry)

Galeri Foto ToT Pandu Digital Provinsi NTB

Training of Trainee (ToT) Pandu Digital Provinsi NTB
Sub Koordinator Pemberdayaan Pandu Digital, Diah Aliefya saat memberikan materi
« of 12 »

 

Print Friendly, PDF & Email