Perayaan Titik Tempuh Baru 20 Startup Terpilih Startup Studio Indonesia

Menteri Kominfo, Johnny G. Plate, dalam sambutannya pada Milestone Day Startup Studio Indonesia, Kamis (26/11/2020).

Jakarta, Ditjen Aptika Setelah mengikut serangkaian program, akhirnya 20 startup terpilih Startup Studio Indonesia berhasil menyentuh sebuah titik baru di dalam perjalanan mereka. Milestone Day merupakan acara penutup dari rangkaian program Startup Studio Indonesia.

“Saya ucapkan selamat dan apresiasi kepada 20 finalis Startup Studio Indonesia, program ini hadir didasarkan pada semangat kolaboratif antara peserta maupun para coach. Startup Studio Indonesia dapat berjalan dengan baik atas hasil kolaborasi antara pemerintah, pegiat startup digital, praktisi, akademisi, dan juga para penanam modal ventura di industri ini,” ujar Menteri Kominfo, Johnny G. Plate, dalam sambutannya pada Milestone Day Startup Studio Indonesia, Kamis (26/11/2020).

Startup Digital, lanjut Menkominfo, memiliki peran startegis untuk memajukan perekonomian Indonesia melalui inovasi dalam memanfaatkan teknologi digital. Terlebih di masa pandemi, startup digital telah memberikan jawaban di tengah pembatasan sosisal.

“Saya menaruh harapan besar kepada Startup Digital di masa depan, dan akan terus berkomitmen mendukung ekosistem startup yang kuat dan memadai. Selamat belajar dan berjuang bagi finalis, negara menanti kontribusi aktif anda,” pungkas Menkominfo.

Sementara itu, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, menjelaskan proses yang dilalui para finalis Startup Studio Indonesia dari awal hingga saat ini. “Dalam 51 hari, telah ada 360 sesi coaching yang kami fasilitasi dengan 80 coach yang merupakan founder startup dan expert teknologi. Minggu lalu, saya dan tim Kemkominfo telah melakukan beberapa FGD untuk memetakan kebutuhan jejaring dari 20 startup kepada kementerian dan lembaga terkait,” jelasnya.

Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel A Pangerapan saat acara Milestone Day SSI (26/11).

“Kami percaya, inovasi yang dikembangkan oleh para founder ini akan dapat membawa dampak baik yang masif jika dapat dikolaborasikan dengan pihak-pihak strategis,” tutupnya. 

Rangkaian Program Startup Studio Indonesia Batch 1

Mulai tanggal 5 Oktober 2020 hingga 26 November 2020, 20 startup tersebut telah mengikuti serangkaian program daring yang berlandaskan pada kurikulum ‘solution-oriented’ dan sesi privat 1-on-1 yang menekankan more brainstorm, less classes. 

Rangkaian kelas serta program yang telah diselenggarakan melibatkan para expert dan juga key players di berbagai sektor seperti; Fajrin Rasyid (Digital Business Director, Telkom Indonesia), Moses Lo (CEO & Co-founder, Xendit), John Marco Rasjid (CEO & Co-Founder, Sociolla), Metha Trisnawati (COO& Co-founder, Sayurbox), Grady Laksmono (CTO & Co-founder, MOKA), Alamanda Shantika (President Director, Binar Academy & Independent Commissioner, Mandiri Capital Indonesia), Windy Natriavi (Co-founder, Awantunai), Joseph Aditya (CEO, Ralali),  Benedicto Haryono (Co-founder, Koinworks), Vanessa Lo (CEO & Co-founder, GoWork), Suwandi Soh (CEO, Mekari), Andrias Fendri (Senior Product Designer, Gojek),  Rizki Mardita (Product Design Senior Lead, Tokopedia), Jakob Rost (CEO & Founder, Ayoconnect), Iman Kusnadi (CEO & Co-founder, Ritase), Henry Tan (Software Engineer, Google), dan Brian Marshal (Founder & Chief Executive, SIRCLO).

Perjalanan para startup terdiri atas: Founder’s Camp, Brainstorming Session, Networking, dan terakhir Milestone Day. Adapun tujuan dari diadakannya Milestone Day adalah:

  1. Memberikan awareness dari kemajuan top 20 startup pada khalayak umum setelah mengikuti program Startup Studio Indonesia, dan
  2. Meningkatkan peluang kolaborasi antara startup dengan stakeholder (coaches, VC partners, pemerintah, dan media pers) yang berpeluang bekerja sama dengan mereka.

Acara Milestone Day diselenggarakan secara virtual dan dihadiri oleh 20 startup (Agenkan, Biteship, Career Support, Feedloop, Halofina, Jejak.in, Justika, Keeppack, Larik.tech, Moodah, Nectico, Payo Kepasar, PTS.sc, Rakamin Academy, Rekosistem, Schoters, Tumbasin, Verihubs, Waterhub, Woobiz), coach, venture capital, dan para stakeholders di berbagai sektor. 

Berikut 20 startup batch pertama dari Startup Studio Indonesia:

  1. AgenKAN (agenkan.co.id)
    Platform pinjaman aman untuk masyarakat Indonesia. AgenKAN bertujuan untuk menjadi platform digital terdepan untuk pembiayaan yang didukung oleh sertifikat tanah di masa depan, dimana mereka dapat mendistribusikan produk pembiayaan mereka secara digital kepada pelanggan.
  2. Biteship (Biteship.com)
    Powering logistik untuk e-commerce. Biteship bertujuan untuk menyederhanakan proses pengiriman kepada semua pelanggan mereka.
  3. Career Support (career.support)
    Platform pengembangan end to end yang terintegrasi secara digital. Career Support bertujuan untuk mengembangkan perusahaan mereka dengan menciptakan model pendapatan baru dari platform Talent Assessment Task & E-learning.
  4. Feedloop (feedloop.io)
    Feedloop merupakan platform no code yang membantu bisnis berkembang. Feedloop bertujuan untuk membangun aplikasi bisnis yang intuitif, modern, dan scalable semudah membuat spreadsheet.
  5. Halofina (halofina.com)
    Halofina merupakan perusahaan fintech yang fokus pada penyediaan perencanaan keuangan dan layanan konsultasi untuk kaum milenial di Indonesia. Di Indonesia, kurangnya literasi keuangan dan inklusi keuangan merupakan salah satu tantangan terbesar. Halofina menjawab kebingungan dan ketidakamanan pasar dalam memilih produk/jasa keuangan karena pengetahuan yang terbatas.
  6. Jejak.in (jejak.in)
    Jejak.in telah mengembangkan platform mereka dengan cepat, mereka meningkatkan nilai-nilai komunitas, dan juga menciptakan efek jaringan permintaan dan penawaran yang saling memperkuat. Mereka bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang didasarkan pada ekonomi melingkar untuk tumbuh dan menciptakan bisnis yang berkelanjutan.
  7. Justika (justika.com)
    Layanan hukum yang membuat masalah hukum menjadi lebih sederhana dan lebih terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Justika bertujuan untuk meningkatkan konversi, meningkatkan nilai umur, dan menskalakan akuisisi di tahun-tahun mendatang.
  8. Keeppack (keeppack.id)
    Layanan pemenuhan multi-saluran untuk bisnis e-commerce. Keeppack bertujuan untuk memperoleh lebih banyak gudang menengah di Jakarta, mengoperasikan empat gudang tambahan, dan menjalankan pusat pemenuhan mikro secara efisien dan efektif dengan bantuan teknologi dan sistem gudang terdistribusi.
  9. Larik.tech (larik.tech)
    Larik.tech menciptakan solusi bagi para engineer agar lebih efektif dan nyaman dalam melakukan pekerjaannya. Dengan tiga jenis langganan model bisnis; dasar, permulaan, dan perusahaan, mereka bertujuan untuk menciptakan cara yang lebih efektif dan efisien bagi para insinyur untuk mendapatkan hasil terbaik dari pekerjaan mereka.
  10. Moodah (moodah.id)
    Moodah membantu penggunanya untuk memiliki sistem yang lebih terorganisir dan terdokumentasi untuk menjalankan bisnis mereka. Dengan memiliki platform yang dapat mencatat transaksi pendapatan dan pengeluaran, mencatat hutang piutang, dan laporan instan.

    Para Founder finalis Startup Studio Indonesia (26/11)
  11. Nectico (nectico.com)
    Platform untuk ekosistem koperasi yang memudahkan proses bisnis secara digital. Nectico bertujuan untuk memperkenalkan platform digital ini kepada lebih banyak peserta supply chain, dan membangun hubungan dengan koperasi pekerja perusahaan besar untuk memperkuat kekuatan ekonomi lokal.
  12. Rakamin Academy (rakamin.com)
    Platform Pendidikan yang berfokus pada karir yang menghubungkan para ahli dari perusahaan dan pelajar papan atas yang ingin memulai atau mempercepat karir mereka di bidang teknologi; hard skill, soft skill, dan juga layanan dukungan karir seumur hidup. Rakamin Academy bertujuan untuk menciptakan lebih banyak dampak dengan memiliki strategi yang berfokus pada pengguna dan kemitraan seperti, mendukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Kementerian Ketenagakerjaan di masa depan.
  13. Rekosistem (rekosistem.com)
    Startup pengelolaan zero waste end to end yang bertujuan untuk ekosistem berkelanjutan melalui produk berbasis teknologi dan solusi limbah menjadi energi.  Rekosistem bertujuan untuk memiliki pertumbuhan yang lebih eksponensial dengan mencakup lebih banyak wilayah Jakarta untuk menyediakan ‘ekosistem tanpa limbah’, meningkatkan pengembangan tim, peningkatan produk, dan ekonomi berbagi dan melingkar.
  14. Payo Kepasar (payokepasar.com)
    Payo Kepasar hadir untuk mengubah pengalaman berbelanja pasar tradisional dengan memanfaatkan teknologi dalam prosesnya. Mereka mengubah permainan dengan membuat platform yang memberikan harga yang lebih murah, kualitas yang sangat baik, praktis, dan hasil pasar tradisional yang lebih hemat waktu.
  15. PTS.SC (pts.sc)
    PTS.sc membantu D2C dengan menyediakan solusi rantai pasokan ujung ke ujung. PTS.Sc bertujuan untuk mengembangkan bisnis dan dampak yang lebih besar dengan menciptakan produk baru seperti Aplikasi POS, Papan Ketik Penjual, dan Platform Pengadaan.
  16. Schoters (schoters.com)
    Schoters membantu semua orang dengan layanan A-Z untuk masuk ke universitas impian mereka dengan harga yang terjangkau. Dengan menciptakan platform yang menyediakan lebih dari 30 layanan, Schoters siap untuk mengembangkan pikiran brilian dunia. Schoters bertujuan untuk memperoleh lebih banyak pasar secara lokal dan internasional, dan mengembangkan produk baru seperti pembiayaan di masa depan.
  17. Tumbasin (tumbasin.id)
    Tumbasin membuat aplikasi untuk memberdayakan pasar tradisional Indonesia melalui teknologi. Tumbasin bertujuan untuk mendapatkan lebih banyak kemitraan dengan para pemangku kepentingan di kota-kota besar di masa depan.
  18. Verihubs (verihubs.com)
    Platform autentikasi dan verifikasi Indonesia. Verihubs membuat platform verifikasi & otentikasi yang aman untuk menyelesaikan masalah pencurian identitas, pembobolan identitas, dan perdagangan identitas. Verihubs bertujuan untuk menjadi yang paling aman dan terpercaya terutama di bidang perbankan dan fintech.
  19. Waterhub (waterhub.id)
    WaterHub adalah stasiun pengisian air minum berbasis kuota (langganan) untuk pengguna di area publik. Setiap dua hari, Indonesia menghasilkan sampah plastik seukuran Candi Borobudur, dan hanya 7% yang didaur ulang. Sistem ini tidak berkelanjutan selama 50 tahun ke depan. Waterhub menyediakan mesin isi ulang air minum berbasis kuota (berlangganan) untuk area publik. Waterhub siap mencapai tujuan mereka untuk mengubah pola pikir orang tentang gaya hidup minum mereka dengan hasil yang lebih sedikit limbah dan emisi.
  20. Woobiz (woobiz.id)
    Perusahaan perdagangan sosial dengan misi memberdayakan individu agar memiliki akses pendapatan dalam ekonomi digital.  Woobiz bertujuan untuk memberdayakan 1 juta orang pada tahun 2024 dengan 7+ kategori produk mereka, produk eksklusif Woobiz, pengembangan aplikasi, gamifikasi kinerja, dan berbagi di media sosial. (Ditjen Aptika/lry)