Startup Studio Indonesia, Komitmen Kominfo Fasilitasi Startup untuk Akselerasi Bisnisnya

Dirjen Aptika Semuel Abrijani Pangerapan saat Press Conference di Gedung Kominfo (25/3).

Jakarta,  Ditjen Aptika – Kementerian Kominfo menyelenggarakan Startup Studio Indonesia, program intensif bagi early-stage startup untuk mengakselerasi skala bisnisnya. Sebelumnya Kominfo juga telah menginisiasi Gerakan Nasional 1000 Startup Digital (2016) dan Next Indonesia Unicorn (2017) sebagai upaya mengakselerasi transformasi digital.

Inisiatif program ini sejalan dengan itikad Presiden Joko Widodo pada Digital Economy Summit 2020. Presiden menyatakan pemerintah akan terus bekerja keras untuk memperbaiki ekosistem ekonomi digital, mempermudah sumber pendanaan, mentoring, mempermudah ekosistem kerjasama dengan lembaga investasi dunia, serta birokrasi dan regulasi yang kondusif.

“Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk akselerasi transformasi digital, Kominfo tidak hanya menyiapkan talenta digital melalui program Digital Talent Scholarship dan Digital Leadership Academy. Kami juga siapkan startup-startup yang dapat menjadi rumah bagi para talenta digital tersebut berkarya untuk menciptakan solusi inovasi baru bagi masyarakat melalui program Startup Studio Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, saat dimintai keterangan, Rabu (19/08/2020).

Lihat juga: Survei Aptika untuk Pengembangan Startup dan Ekosistem Digital

Berbeda dengan Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital yang mencari startup pada ideation stage dan sedang merancang MVP, program Startup Studio Indonesia menargetkan startup pada tahap Angel hingga pre-series A.

Program yang disapkan Startup Studio Indonesia (19/8).

Harapannya startup yang difasilitasi program ini dapat mengembangkan skala bisnisnya dengan lebih cepat dengan beragam dukungan yang berfokus pada akselerasi produk, validasi strategi fundraising, validasi strategi growth marketing, memberikan dukungan technology development, dan menajamkan business skill.

“Program ini berjalan atas kolaborasi dari berbagai stakeholder, ada dewan kurator dan mentor yang berasal dari startup, akademisi, pemerintah, dan tentunya venture capital. Kami memberikan akses bagi para founder untuk berjejaring dengan puluhan venture capital,” ungkap Dirjen Semuel.

Dengan dilibatkannya venture capital sebagai satu komponen penting dalam Startup Studio Indonesia, Dirjen Semuel berharap startup founder dapat memahami pasar yang akan mereka tuju dari sudut pandang yang holistik.

Program Startup Studio Indonesia berjalan secara intensif selama 3 bulan. Setiap minggunya akan ada beberapa kali coaching dan mentoring untuk memastikan startup mencapai KPI yang ditentukan di awal.

Timeline kegiatan Startup Studio Indonesia (19/8).

“Dari 1.041 startup digital yang dihasilkan pada Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, akan dilakukan kurasi lagi untuk melihat mana startup yang benar-benar siap untuk diakselerasi. Tak hanya itu, kami juga membuka peluang sebesar-besarnya bagi startup dari berbagai program inkubator untuk ikut mendaftar,” pungkas Dirjen Semuel.

Dengan berkembangnya skala bisnis para startup yang berkualitas, Kominfo berharap akan ada banyak peluang baru yang tercipta bagi masyarakat untuk lebih berdaya dengan teknologi. Pendaftaran program ini dapat diakses melalui situs https://startupstudio.id, sedangkan untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi e-mail halo@startupstudio.id atau Instagram @startupstudio.id. (Aptika/Dit.PI)