Direktorat Ekonomi Digital Peroleh ICSB Indonesia Presidential Award 2020

Penganugerahan Galang UKM Indonesia yang diselenggarakan International Council for Small Business Indonesia secara Virtual melalui Aplikasi Zoom, Selasa (04/08/20).

Jakarta, Ditjen Aptika – Direktorat Ekonomi Digital, Ditjen Aptika Kemkominfo memperoleh Presidential Award 2020 dari International Council for Small Business Indonesia (ICSB).

Penghargaan itu diberikan atas kontribusinya dalam membangun ekonomi digital di wilayah timur Indonesia melalui program UMKM Go Online, khususnya pada destinasi wisata super prioritas dan prioritas.

“Penghargaan ini diberikan untuk memberikan ucapan terima kasih karena kesungguhan pemerintah dan pihak terkait untuk mendorong kemajuan UMKM di  Indonesia,” ucap Presiden ICSB Indonesia, Jacky Mussry dalam acara penganugerahan Galang UKM Indonesia melalui aplikasi Zoom, Selasa (04/08/20).

Jacky menyebutkan dukungan sepenuhnya dari pemerintah dan pihak lain dapat membantu usaha bersama berjuang untuk negara. Menurutnya, UMKM adalah penyumbang defisit terbesar sekaligus penyedia lapangan kerja bagi banyak orang di Indonesia.

Presiden ICSB, Jacky Mussry saat memberikan ICSB Indonesia Presidential Award secara daring, Selasa (04/08/20).

Menurut Jacky, situasi krisis yang dihadapi UMKM di tengah pandemi ini merupakan saat yang tepat untuk bangkit menuju masa keemasan dan lebih kompetitif. “Bangkit, merangkak, belajar berjalan lagi dan akhirnya berani berpijak kembali. Menyerah bukan pilihan!,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aptika, I Nyoman Adhiarna menyebutkan UMKM Go Online sudah berjalan beberapa tahun terakhir. Program tersebut merupakan salah satu upaya dalam melakukan transformasi digital di Indonesia.

“Semoga penghargaan ini menjadi pemacu kami untuk bekerja lebih baik lagi. Masih banyak yang harus kami lakukan, dan harapannya ini dapat menjadi motivasi kami untuk lebih baik lagi,” ujar Nyoman.

UMKM Go Online sendiri memiliki sejumlah tahapan. “Tahapan yang menjadi perhatian kami adalah tahap on boarding, yaitu mendorong UMKM untuk mau berjualan dari offline menjadi online. Kami butuh bantuan kementerian/lembaga lain dan juga marketplace,” jelas Nyoman.

Lihat Juga: Tiga Upaya Kominfo Bantu UMKM Bangkit dari Pandemi Covid-19

Hingga saat ini, Nyoman menyebutkan baru 8 persen atau sekitar 15 juta UMKM yang berhasil on boarding. “Kita harus terus mendorong UMKM agar dapat meningkatkan penjualan secara online,” ungkapnya.

Pelanggan di Era Digital

Wakil Sekretaris Umum ICSB Indonesia, Ardhi Ridwansyah menambahkan tantangan memajukan UMKM dapat dihadapi dengan menintegrasikan pendekatan secara daring (online) dan luring (offline). “Kita bisa sebut sebagai Marketing 4.0,” ucapnya.

Menurut Ardhi ada empat  proses pelanggan membeli barang/jasa secara tradisional. “Ada aware (tahu), appeal (tertarik), ask (tanya), dan act (transaksi),” tambahnya.

Ardhi memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan produknya, yaitu:

  1. Hadir kepada orang yang tepat di waktu dan media yang tepat;
  2. Tunjukkan keunikan secara konten konteks dan infrastruktur;
  3. Jadikan diri mudah dihubungi lewat media yang pelanggan sukai;
  4. Berikan kesempatan mencoba dan buktikan kualitas; dan
  5. Ciptakan dan sebarkan testimoni pelanggan.

Lihat Juga: UMKM Indonesia Harus Kreatif Manfaatkan Peluang di Tengah Pandemi

Ardhi Ridwansyah menjelaskan proses advocate (testimoni) di Marketing 4.0, saat penganugerahan Galang UKM Indonesia (4/8).

Pada Marketing 4.0, Ardhi menjelaskan ada proses tambahan dalam jual beli secara daring, yaitu advocate (testimoni). Proses advocate ini penting untuk meningkatkan penjualan. “Pelanggan mau memprovokasi orang lain untuk ikut membeli atau tidak membeli suatu produk,” pungkas Ardhi. (pag)