UMKM Online jadi Solusi Bertahan saat Pandemi Covid-19

Tangkapan layar acara webinar Pentingnya Transformasi Digital untuk Pelaku UMKM pada saat Pandemi Covid-19 (06/05).

Jakarta, Ditjen Aptika – Beralih ke online menjadi solusi bagi pelaku UMKM untuk bertahan di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat banyak berbelanja secara daring karena penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Beralih ke online menjadi solusi terbaik bagi para pelaku UMKM untuk dapat bertahan dari pandemi Covid-19. Perubahan gaya hidup masyarakat akibat diterapkannya PSBB, menjadi belanja secara online, sebagai peluang untuk bertahan,” ujar Business Operations Manager SIRCLO, Trias Puspita Hayati, saat webinar Pentingnya Transformasi Digital untuk Pelaku UMKM saat Pandemi Covid-19, melalui aplikasi Zoom, Rabu (06/05/2020).

Trias pun memproyeksikan e-commerce akan terus meningkat selama masa pandemi Covid-19, khususnya pada beberapa jenis produk.

Kurva peningkatan penjualan produk sanitasi serta makanan dan minuman di berbagai platform e-commerce.

Trias kemudian menjelaskan mengenai manfaat apa saja yang dapat diperoleh para UMKM jika bertransformasi menjadi Go Online. “Pertama, konten kanal penjualan online dapat diatur sesuai kebutuhan bisnis. Kita bisa dengan mudah mengatur dan merubah konten kanal penjualan online,” terangnya.

Selanjutnya Trias menjabarkan bahwa penjualan secara daring didukung oleh sistem dalam mengecek stok produk, rekap stok, serta laporan penjualan. Sehingga mempermudah proses bisnis dibandingkan dengan berjualan manual.

“Terakhir membangun branding dan memperluas jangkauan pasar melalui online ads. Uniknya melalui berjualan online kita dapat memasarkan produk ke mana saja dan ke siapa saja,” paparnya.

Namun sebelum memulai Go Online, Trias menyebutkan bahwa ada elemen-elemen penting yang harus diperhatikan bagi para pelaku UMKM, seperti:

  1. Persiapan katalog produk yang berisikan deskripsi, foto, dan ketersediaan barang.
    Pembuatan katalog yang menarik dan rapih akan menambah daya beli masyarakat;
  2. Alokasi tim untuk eksekusi Go Online. Tim yang ideal biasanya memiliki tim foto produk, tim desain grafis, admin sebagai penerima pesanan, tim pengatur laporan keuangan, dan tim packing serta shipping;
  3. Komunikasi yang konsisten. Adanya interaksi dengan calon pembeli sangat penting guna menimbulkan kepercayaan dan kenyamanan;
  4. Memanfaatkan platform seperti Google dan Facebook untuk beriklan. Ketika berbisnis secara digital, maka iklan secara digital harus diutamakan;
  5. Berkolaborasi dengan bisnis lain. Di ranah digital, kolaborasi antar sesama penjual online akan menambah promosi produk yang kita miliki.
Puti Adella mengatakan, “Untuk menunjang program UMKM Go Online, Kemkominfo meningkatkan infrastruktur internet dengan membangun Palapa Ring.”

Sedangkan Kasi Pengembangan dan Fasilitasi Patform Perdagangan Kemkominfo, Puti Adella, mencoba menggambarkan program UMKM Go Online yang dijalankan oleh Kementerian Kominfo.

“Program UMKM Go Online terdiri dari beberapa tahapan, yaitu on boarding, active selling (peningkatan volume penjualan), scale up business, dan yang terakhir go international market export. Tahun 2017-2019 kami sudah melakukan tahapan on boarding, dan sekarang menuju active selling,” papar Puti.

Dalam mendukung tahapan-tahapan program tersebut, lanjut Puti, dilakukan kegiatan berupa roadshow (seminar dan workshop) serta grebeg pasar ke berbagai daerah. Selain itu, Kominfo juga menggandeng mitra kerja marketplace, digital payment, maupun kementerian/lembaga lain untuk membantu teknis pekerjaan di lapangan.

Ia berharap program UMKM Go Online dapat membuka peluang pasar baru bagi UMKM di Indonesia, baik di ranah regional maupun global.

“Bisnis UMKM diharapkan dapat menjangkau lebih banyak konsumen, dengan harapan meningkatkan potensi penjualan. Keberadaan platform pemasaran online dapat membantu mempertemukan konsumen dan UMKM, tanpa harus membuka toko cabang secara fisik,” tutup Puti. (lry)