Tiga Aspek Positif bagi Industri e-Sport di Tanah Air

Menkominfo Rudiantara (kedua dari kanan) saat konferensi press Idbyte Esport 2019 (27/8).

Jakarta, Ditjen Aptika – Kementerian Kominfo mendukung berkembangnya industri e-sport. Menurut Menteri Kominfo Rudiantara, ada tiga aspek positif yang membuatnya optimis industri e-sport akan berkembang.

“E-sport merupakan konvergensi yang pas antara dunia olahraga dan digitalisasi. Oleh sebab itu kehadirannya harus didukung sedini mungkin agar Indonesia mampu menjadi bangsa yang terkemuka dalam industri ini. Apalagi perkembangannya masih dalam tahap awal,” ucap Menteri Kominfo, Rudiantara, saat Konferensi Press IDByte E-Sport 2019, di Gedung Kominfo, Selasa (27/08/2019).

Rudiantara yang sering dipanggil Chief RA kemudian menjelaskan, tiga aspek positif yang membuat Kominfo perlu untuk mendukung industri e-sport di tanah air, yaitu:

  1. Prestasi
    Berkembangnya industri e-sport dimulai sejak awal tahun 2017, kemudian dipertandingkan di Sea Games 2018 dan Asian Games 2022. “Kita tidak boleh under estimate¬†terhadap e-sport, jika dikembangkan dengan baik bukan tidak mungkin e-sport akan mengharumkan nama Indonesia pada kejuaraan berskala Internasional. Jika dilihat e-sport ini tidak berbeda dari olahraga catur,” ucap Chief RA.
  2. Profesi
    Saat ini sudah banyak tim atau klub profesional dalam industri e-sport ini. Asosiasi Video Game Indonesia (AVGI) bahkan sedang menyiapkan aturan bagaimana kontrak para pemain e-sport. Hal ini menandakan bahwa e-sport ini bukan lagi hanya sekedar permainan, tetapi juga sebagai profesi. “Kalau seperti olahraga sepak bola, nanti harus ada jendela transfer untuk para pemain e-sport,” lanjut Chief RA.
  3. Developer Games
    Berkembangnya industri e-sport membuka peluang para generasi muda Indonesia untuk menjadi games developer. “Paling banyak saat ini games developer berasal dari Tiongkok, Indonesia harusnya tidak kalah. Saya akan memberikan sedikit bocoran, pertengahan tahun 2020 akan muncul games yang berisikan karakter superhero dari Indonesia. Diperkirakan akhir tahun ini akan rilis beta testnya,” kata Chief RA sambil menunjukan cuplikan games tersebut kepada awak media.
Para stakeholder dan awak media yang hadir di acara Idbyte E-Sport 2019.

“Tiga aspek tersebut juga didukung fakta bahwa anak-anak Indonesia Indonesia banyak yang berprestasi dan mampu mengambil manfaat e-sport ini, baik sebagai atlet maupun content creator. Untuk itu Kementerian Kominfo selalu siap mendukung industri ini, dengan cara menyediakan infrastruktur dan ekosistem yang kiranya dapat menunjang perkembangannya,” tutup Chief RA.

Sedangkan Kasubdit Perancangan TIK Bekraf, Menahariq Noor mengatakan, “Pemerintah terus berusaha bagaimana membuat stigma games tidak lagi menjadi negatif. Kominfo bahkan memiliki aturan mengenai klasifikasi games, yaitu Indonesia Game Rating Sistem (IGRS), agar anak-anak dapat memainkan games sesuai dengan umur yang diperbolehkan.”

Baca juga: Indonesia Game Rating System

Sebagai salah satu gelaran teknologi terbesar di Indonesia yang diadakan setiap dua tahun sekali sejak tahun 2011, tahun ini IDByte mengusung tema e-sport mengingat industri ini sedang menjadi fenomena global dan juga berkembang sangat pesat di Indonesia.

IDByte e-sport 2019 bertema Gaming for Change menghadirkan konferensi e-sport pertama di Indonesia. Selain itu ada juga ajang pencarian bakat untuk caster, streamer, dan costplayer, sekaligus kompetisi PUBG Mobile untuk kategori pria dan wanita dengan hadiah total 750 juta rupiah. Idbyte e-Sport 2019 akan digelar pada tanggal 13-14 September 2019 di ICE BSD.

Acara ini mendapat dukungan dari Kementerian Kominfo, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Badan Ekonomi Kreatif. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs IdByte. (lry)

Print Friendly, PDF & Email