UMKM Perlu Menjaga Data Pribadi untuk Mencegah Kejahatan Digital

Trainer Program GoNusantara GoTo Group, Rizqi Mulyantara dalam sesi kelas UMKM bersama GoTo pada kegiatan Gali Ilmu Literasi Digital Surabaya di Ballroom Palm Park Hotel, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (25/06/2023).

Jakarta, Ditjen Aptika – Menjaga data pribadi penting untuk dilakukan tidak terkecuali bagi para UMKM, hal tersebut guna menghindari dari kejahatan digital. Untuk itu dibutuhkan pemahaman literasi digital yang baik tentang pelindungan data pribadi.

“Menjaga privasi data pribadi itu penting, karena belakangan ini pembobolan data digital itu sering terjadi. Oleh karena itu dalam membuat password jangan dari data yang mudah ditebak, contohnya tanggal lahir,” ujar Trainer Program GoNusantara GoTo Group, Rizqi Mulyantara dalam sesi kelas UMKM bersama GoTo pada kegiatan Gali Ilmu Literasi Digital Surabaya di Ballroom Palm Park Hotel, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (25/06/2023).

Pembuatan password dengan menggunakan tanggal lahir, lanjut Rizqi, harus dihindari. Ia menyarankan untuk memanfaatkan aplikasi notes yang ada di masing-masing handphone pelaku UMKM agar tidak lupa dengan password yang telah dibuat.

Selain itu, Rizqi juga menegaskan kepada pelaku UMKM untuk membuat akun dengan menggunakan password yang kuat agar bisa menghindari terjadinya kejahatan digital yang bisa merugikan UMKM.

“Tips lainnya biar password tidak lemah, bisa dimulai dari pembuatan password dengan menggunakan perpaduan huruf kapital, simbol, dan angka. Kemudian bisa ditambah dengan verifikasi dua langkah dan kalau bisa lakukan penggantian password secara rutin.” tegasnya.

Lihat juga: Kominfo Gandeng 12 Perguruan Tinggi Tingkatkan Literasi Digital Pendidikan

Dalam kesempatan yang sama, CEO Next Generation Indonesia, Khemal Andrias, menyampaikan bahwa masyarakat harus memiliki modal yang cukup untuk melawan kejahatan digital seiring bertambahnya konten negatif yang bermunculan di sosial media.

Semakin meningkatnya durasi penggunaan media sosial, bisa jadi kejahatan digital juga ikut meningkat. Karena sumber hoaks yang paling banyak itu berasal dari media sosial itu sendiri. 

“Jadi apa modalnya? Modalnya itu adalah CABE, yang dimana itu adalah dengan menguasai 4 pilar literasi digital yaitu Cakap, Aman, Budaya, dan Etika dalam bermedia digital.” ucapnya.

Kegiatan Gali Ilmu Literasi Digital merupakan salah satu upaya literasi digital untuk segmen masyarakat umum dalam rangkaian kegiatan program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Program Indonesia Makin Cakap Digital bertujuan untuk memberikan literasi tentang teknologi digital kepada 50 juta masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.

Adapun informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan info literasi digital dapat diakses melalui media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Fanpage @literasidigitalkominfo, kanal YouTube Literasi Digital Kominfo, dan website literasidigital.id. (ryo)

Print Friendly, PDF & Email