Gandeng BKN, Kominfo Dorong Transformasi Digital dalam Manajemen Kepegawaian ASN

Dari kiri ke kanan, Niki Maradona (Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pemerintahan), Iwan Hermanto (Widyaiswara Utama), Imas Sukmariah (Sekretaris Utama BKN), Bajoe Loedi Hargono (Kapus Pengembangan Kepegawaian ASN), dan Boni Pudjianto (Direktur Pemberdayaan Informatika) di Bogor (23/08/2022).

Bogor, Ditjen Aptika – Sekretaris Utama Badan Kepegawaian Negara (BKN), Imas Sukmariah menyatakan ASN perlu memahami empat pilar literasi digital dalam melayani masyarakat. Transformasi digital dalam manajemen kepegawaian bertujuan agar ASN terintegrasi dengan teknologi.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk memenuhi hak ASN BKN dalam meningkatkan kompetensinya, tapi juga bermitra untuk membantu memenuhi sasaran literasi digital dalam percepatan transformasi digital,” jelas Imas saat acara Literasi Digital Sektor Pemerintahan di Kota Bogor, Selasa (23/08/202).

Dijelaskan lebih lanjut oleh Imas, digital culture yaitu bagaimana ASN dapat mengemban nilai-nilai Pancasila. Digital ethics tentang bagaimana implementasi ASN dalam berhubungan dengan sesama pegawai di dunia digital maupun kehidupan sehari-hari.

“Sedangkan digital safety, ASN harus mampu mengenali dan menganalisis konten digital. Terakhir digital skills tentang bagaimana ASN meningkatkan kemampuan di software engineering dan desain grafis,” terangnya.

Sekerta
Sekertaris Utama BKN, Imas Sukmariah dalam Acara Literasi Digital Sektor Pemerintahan bersama ASN Badan Kepegawaian Negara di Bogor (23/08/2022).

Sementara itu Kepala Pusat Pengembangan Kepegawaian ASN BKN, Bajoe Loedi Hargono menyampaikan BKN sudah memulai proses transformasi digital sejak tahun 2000 dan terus berkembang hingga sekarang.

“Di tahun 2009-2013, BKN mengembangkan kartu pegawai berbasis elektronik. Selain itu, BKN juga menggunakan Computer Assisted Test (CAT) untuk penyelenggaraan seleksi calon ASN,” jelasnya.

Selanjutnya di tahun 2015 dilakukan pengembangan CAT BKN, e-PUPNS, portal pendaftaran SSCN, dan integrasi antara CAT BKN dan SSCN yang mendapatkan penghargaan internasional.

“Kemudian pada 2020 lalu, BKN mengembangkan Perbaikan Data Mandiri (PDM), Integrated System Database Engine (SIASN), Docu Digital, dan berbagai inovasi lainnya,” pungkas Bajoe.

Lihat juga: Akselerasi Visi Jabar Juara, Menuju Layanan yang Terintegrasi secara Digital

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid itu dihadiri oleh 4346 pegawai BKN pusat dan regional di seluruh Indonesia. Kegiatan itu sebagai upaya bersama untuk mempercepat transformasi digital di lingkungan ASN menuju Indonesia #MakinCakapDigital. (hd)

Print Friendly, PDF & Email