Pada IDC AMSI 2021 Menkominfo Tekankan PDP Jadi Prioritas Bisnis Layanan Digital

Menkominfo dalam acara Indonesia Digital Conference (IDC) 2021 yang ini diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kamis (25/11/2021).

Jakarta, Ditjen Aptika – Isu IDC AMSI 2021 menjadi isu terbanyak kedua dengan total 17 pemberitaan media cetak dan online. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo RI) Johnny G. Plate yang jadi pembicara kunci hari kedua Indonesia Digital Conference Asosiasi Media Siber Indonesia 2021 (IDC AMSI 2021) mengungkap, pandemi Covid-19 yang menerpa sepanjang hampir dua tahun tidak menyurutkan pertumbuhan periklanan digital di Indonesia. Terjadi peningkatan menjadi 58% di bulan Juli tahun 2020 dari 20% di tahun 2017 lalu.

Menkominfo mengemukakan bahwa peningkatan ruang digital di Indonesia wajib diselingi dengan regulasi yang jelas dan komprehensif, khususnya dalam hal perlindungan data pribadi bagi konsumen atau masyarakat Indonesia. Selain terdapat Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik, pemerintah tengah menyusun Rancangan UU Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP).

“Tren digitalisasi turut mendorong periklanan di ruang digital. Peningkatan layanan digital selama pandemi mencapai 21 juta orang, sehingga pasar periklanan makin bergeliat di Indonesia,” kata Johny saat menjadi pembicara kunci Indonesia Digital Conference (IDC) 2021 yang ini diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) secara virtual, seperti dikutip dari Katadata, Kamis (25/11/2021).

Ia menekankan, peningkatan ruang digital di Indonesia wajib diselingi dengan regulasi yang jelas dan komprehensif, khususnya dalam hal perlindungan data pribadi bagi konsumen. Selain terdapat Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik, pemerintah tengah menyusun Rancangan UU Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP).

“Seiring berkembangnya teknologi, tengah disusun produk hukum yang komprehensif, payung hukum utama perlindungan data pribadi di Indonesia, yaitu RUU PDP,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah akan membuka ruang kerja sama dengan stakeholder lain seperti akademisi, pelaku industri, masyarakat hingga media dalam menggodok beleid tersebut. Johny mengatakan kolaborasi ini penting agar layanan digital di Indonesia semakin terkoneksi dan maju. Periklanan digital di masa depan perlu beradaptasi secara menyeluruh dan ada pendekatan baru ke masyarakat.

Ketua Panitia IDC 2021 Machroni Kusuma mengatakan IDC merupakan kegiatan akbar AMSI diharapkan pada tahun 2022 bisa diselenggarakan lebih besar lagi melibatkan seluruh wilayah perwakilan AMSI di Tanah Air. Hingga November ini AMSI memiliki perwakilan 23 wilayah yang meliputi 25 provinsi dengan anggota mencapai 372 perusahaan media online.

Puncak IDC AMSI 2021 yang berlangsung dua hari ini terselenggara berkat dukungan dari Google, Astra, PT. BNI (Persero) Tbk., Bank Raya, PT. PLN (Persero), PT. Pertamina (Persero), bank bjb, PT. Bank Central Asia Tbk., PT. Bank Pembangunan Daerah Bali, Bank Jatim, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Bali Mall, Kedai Tiga Nyonya Palembang, Bankaltimtara, MS Glow.

Kemenkominfo Berkomitmen Tangkal “Tsunami Digital”

Isu terbanyak selanjutnya tentang Program Kecakapan Digital dengan total 15 pemberitaan media online. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan ruang digital menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan produktivitas. Meski demikian, Menkominfo mengakui ruang digital kerap disalahgunakan. Oleh karena itu, Pemerintah melakukan penegakan hukum dengan mengutamakan pendekatan restorative justice serta peningkatan kecakapan digital.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyatakan digitalisasi memberikan dampak positif bagi masyarakat, tetapi tidak sedikit informasi yang harus disaring karena bisa berdampak pada tsunami digital.

“Layaknya pisau bermata dua, punya sisi negatif dan positif. Seiring kemudahan yang ditawarkan, juga terdapat sisi gelap internet, seperti penyebaran berita bohong, ujaran kebencian, konten radikalisme, dan terorisme,” ujar Johnny, seperti dilansir Beritasatu.com, (25/22/2021).

Menurut Johnny, upaya menjaga dan mengajak masyarakat untuk produktif di ruang digital memang bukan hal yang mudah. Namun demikian, Kementerian Kominfo mengambil inisiatif dengan menghadirkan program-program kecakapan digital dari tingkat dasar, menengah dan atas. Menkominfo menjelaskan kecakapan digital tingkat dasar dibangun melalui Gerakan Nasional Literasi Digital yang menjangkau masyarakat di seluruh tanah air. Tahun 2021, Kementerian Kominfo melakukan kegiatan literasi digital dengan sasaran sebanyak 12,5 juta rakyat di seluruh Indonesia.

Johnny menilai literasi digital menjadi kemampuan strategis dan sebuah keharusan dalam menciptakan ruang digital yang bersih, aman, dan nyaman, serta menciptakan masyarakat yang berdaya secara digital.

Pada tahun ini, program literasi digital nasional ditargetkan menjangkau 12,5 juta masyarakat di 514 kabupaten atau kota di 34 provinsi. Dalam berbagai kegiatan literasi digital tersebut, Kemenkominfo berkolaborasi dan bekerja sama dengan mitra atau jejaring GNLD Siberkreasi secara masif dan meluas di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Tujuan dilaksanakannya program literasi digital adalah untuk membangun kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap pemanfaatan teknologi digital serta mengembangkan dan meningkatkan keterampilan masyarakat Indonesia di dunia digital. Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kota Padang, Rudy Rinaldy menyatakan bahwa saat ini cukup banyak kabar bohong yang berseliweran di dunia maya. Akan tetapi sulit melacak penyebar berita bohong tersebut. (lry)

Print Friendly, PDF & Email