Menkominfo: Aptika Berperan Penting dalam Re-Branding Kominfo

Menteri Kominfo, Johnny G. Plate memberi arahan di acara Menkominfo Menyapa (04/01/2021).

Jakarta, Ditjen Aptika – Kementerian Kominfo akan melakukan re-branding dengan moto Indonesia Terkoneksi Semakin Digital Semakin Maju. Direktorat Jenderal Aptika turut memegang peranan penting dalam mewujudkan transformasi digital.

“Indonesia Terkoneksi Semakin Digital Semakin Maju menjadi moto yang luar biasa bagi negeri kita untuk memasuki era digital. Ditjen Aptika tugasnya menjadi luar biasa besarnya terkait transformasi digital,” jelas Menteri Kominfo, Johnny G. Plate di acara Menkominfo Menyapa yang diselenggarakan secara virtual, Senin (04/01/2021).

Ia berharap seluruh jajaran Ditjen Aptika dapat mengawal, menjaga, dan menjalankan tugas yang besar tersebut. Karena jika sebelumnya komunikasi menjadi leading sector kominfo, saat ini justru Ditjen Aptika memainkan peran yang penting terkait transformasi digital.

Tugas-tugas Ditjen Aptika terkait transformasi digital salah satunya melakukan literasi, pendidikan, dan sosialisasi terkait dengan pemanfaatan ruang digital yang bijak dan cerdas kepada masyarakat. “Ini sesuai dengan salah satu arahan presiden terkait percepatan transformasi digital nasional, yakni pemenuhan SDM talenta digital,” ungkap Johnny.

Menkominfo juga menekankan Ditjen Aptika melalui Direktorat Pengendalian harus tetap menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat di ruang digital melalui tindakan pemblokiran konten-konten yang melanggar.

“Ini bagai dua sisi mata uang, satu sisi Kominfo akan dianggap kementerian represif di ruang digital, pada sisi lainnya hal tersebut dilakukan untuk kebaikan masyarakat banyak,” paparnya.

Lihat juga: Sambut Tahun 2021, Menkominfo Sampaikan Kaleidoskop Sektor Aptika

Acara Menkominfo Menyapa disaksikan secara virtual oleh seluruh civitas Kementerian Kominfo (4/1).

Pada saat bersamaan, Ditjen Aptika juga harus mengembangkan ekonomi digital yang lebih bermanfaat bagi Indonesia. Menurut Johnny, potensi ekonomi digital Indonesia masih sangat besar dan luas. UMKM ultra dan mikro harus dibantu untuk bertransformasi digital. Saat ini baru ‘go digital‘ sekitar 10 juta dari total 64 juta UMKM di Indonesia.

“Kita harus mengetahui bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional, bahkan 60% GDP nasional berasal dari UMKM,” tandasnya.

Selain itu ada beberapa infrastruktur penting yang harus diselesaikan Ditjen Aptika, salah satu yang terbesar ialah Pusat Data Nasional (PDN). PDN menurut Menkominfo sangat strategis dalam rangka implementasi satu data Indonesia untuk kepentingan pembangunan Indonesia.

“Kalau Ditjen Aptika bisa membangun PDN dengan baik, maka sebagian masalah Indonesia khususnya dalam bidang perencanaan dan implementasi bisa teratasi dalam satu data nasional. Oleh karena itu Pak Semmy dan seluruh jajarannya mari membangun orkestra yang baik pada tahun 2021 ini,” pesannya.

Lihat juga: Pusat Data Nasional Harmonisasikan Sistem Pemerintahan

Dalam kesempatan tersebut Menteri Johnny juga menekankan satu tugas Ditjen Aptika yang harus diselesaikan pada tahun 2021, yakni menyelesaikan Undang-Udang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) dengan DPR. Karena hak masyarakat dan kepentingan strategis negara ada di UU PDP.

“Tahun 2021 tahun yang kita harapkan pandemi Covid-19 bisa melandai. Saya berpesan keluarga besar Kemkominfo jangan berhenti mengampanyekan 3M dan virtual meeting. Mari kita bangun negara dengan tetap menjaga kesehatan,” pungkasnya.

Sementara itu Direktur Jenderal Aptika, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan pada tahun 2021 anggaran, target, serta tanggung jawab Ditjen Aptika bertambah besar. Demi mencapai itu semua dengan sukses ia berpesan tidak ada cara lain selain melakukan kerja sama dan kolaborasi.

“Kerja sama antar unit kerja di lingkungan Kemkominfo serta kolaborasi dengan instansi dan ekosistem terkait harus dilakukan,” tuturnya.

Dirjen Aptika, Semuel A. Pangerapan, turut menghadiri acara Menkominfo Menyapa (4/1).

Dirinya juga menyampaikan pada tahun 2021 Ditjen Aptika akan menyiapkan dua aplikasi besar. Pertama adalah aplikasi untuk literasi digital yang diberi nama Siberkreasi. Dalam aplikasi tersebut nantinya masyarakat dapat mengakses berbagai fitur mengenai literasi digital serta materi-materi terkait.

Aplikasi kedua yaitu Laku UMKM, sebuah aplikasi yang akan membantu para pelaku UMKM untuk dapat mengembangkan usahanya. “Kami sudah menyampaikan dan berkoordinasi dengan Kemenko Maritim dan Investasi terkait hal ini,” ucapnya.

Lihat juga: Kominfo Luncurkan Situs Basis Data UMKM Indonesia

Dirjen Aptika tersebut juga berpesan kepada segenap civitas di Ditjen Aptika agar kedepannya dengan target yang besar tidak lagi hanya bekerja tentang ICT, tetapi juga bekerja dengan ICT.

“Moto baru Kemkominfo Indonesia Terkoneksi Semakin Digital Semakin Maju membuat kita harus menjadi penyambung transformasi, ini perlu kita gaungkan,” tutupnya.

Acara Menkominfo Menyapa merupakan bentuk perhatian serta dukungan Menkominfo kepada seluruh civitas Kementerian Kominfo untuk menggali potensi yang ada, serta menyatukan tekad demi Indonesia yang lebih baik.

Acara tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal Mira Tayyiba, Inspektur Jenderal Doddy Setiadi, Dirjen SDPPI Ismail, Dirjen PPI Ahmad M Ramli, Dirjen IKP Widodo Muktiyo, Kepala Badan Litbang SDM Hary Budiarto, Direktur Utama BAKTI Anang Latif, serta Staf Khusus Menteri Kominfo Dedy Permadi, dan Rosarita Niken Widiastuti. (lry)