Literasi Digital Lewat Radio, RTIK Madiun Raih Champion dalam WSIS Prizes 2020

Para pembicara dalam Talk Show Pelita Maya 2.0 dengan tema Madiun on WSIS Prize 2020, Senin (07/09/2020).

Jakarta, Ditjen Aptika – Menggunakan radio sebagai media literasi digital, Relawan TIK Kota Madiun berhasil menyabet champion dalam World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2020. Radio digunakan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang belum memiliki koneksi internet yang memadai.

“Selain itu, kami juga ingin menjangkau kaum baby boomers yang masih kesulitan untuk beradaptasi dengan ruang digital,” ungkap Inisiator Relawan TIK Kota Madiun, Yosep saat Talk Show Pelita Maya 2.0 dengan tema Madiun on WSIS Prizes 2020, Senin (07/09/2020).

Bukan hanya menjangkau kaum baby boomers, tetapi juga kaum disabilitas. “Bahkan ada pendengar tunanetra memaparkan bagaimana dirinya mengakses informasi,” jelas Yosep.

Inisiator keikutsertaan Relawan TIK Madiun dalam ajang WSIS Prizes 2020 tersebut menceritakan awal mula mereka menentukan tema tersebut. Dari hasil kegiatan berkeliling desa mereka menemukan berbagai persoalan masyarakat dalam mendapatkan literasi digital.

“Maka kita pikirkan sebuah media yang masih banyak disukai masyarakat pedesaan, orang desa di warung masih sering mendengarkan radio. Akhirnya kita ajukan ke RPPL Radio Suara Madiun yang memang segmennya cocok dengan masyarakat desa di Madiun,” cerita Yosep.

Dalam memberikan literasi digital melalui media radio, konten dan narasi yang disampaikan dibuat mengalir agar bisa lebih dimengerti oleh masyarakat desa. Komunikasi juga dibuat dua arah agar para pendengar bisa berdiskusi langsung melalui saluran telepon.

Yosep juga berpesan dalam membangun dan mengembangkan ekosistem TIK tidak bisa dikerjakan sendiri, harus kerja bersama antara penta helix di Indonesia.

“Mari kita gotong royong mengembangkan TIK agar bisa mengangkat derajat hidup masyarkat. Kami RTIK Kota Madiun berterima kasih kepada seluruh pihak yang membantu dalam meraih penghargaan ini,” pungkasnya.

Lihat juga: ITU PBB Nobatkan Siberkreasi sebagai Pemenang WSIS Prizes 2020

Yosep tidak menyangka program RTIK Madiun bisa menjadi champion. Ia berharap akan ada karya-karya dari RTIK lainnya yang dapat membanggakan Indonesia (7/9).

Sementara itu Pegiat Literasi Digital ICT Watch, Donny BU berbagi tips berdasarkan pengalamannya mengikuti WSIS Prizes sejak tahun 2016. Bersama ICT Watch dirinya berhasil meraih champion (2016) dan winner (2017).

“Ada tiga hal utama yang harus diperhatikan, ajang WSIS Prizes ini bukan kompetisi menentukan hardware atau software mana yang lebih bagus. Kedua, program yang dikompetisikan bukan program yang baru menjadi sebuah ide, tapi tidak harus program yang sudah sukses,” jelasnya.

Terakhir yang tidak kalah penting menurutnya, apakah program tersebut apa bisa ditiru atau diadaptasi oleh negara lain. Jadi filosofinya bagaimana dengan cara yang sederhana bisa melayani publik dan bisa diaplikasikan oleh negara lain.

Donny turut mengajak siapapun anak bangsa yang merasa telah berbuat sesuatu untuk kepentingan masyarakat dalam bidang TIK, untuk mengirim karyanya dalam WSIS Prizes 2021.

Submit dengan bahasa Inggris, tidak perlu sempurna karena mereka tidak menilai kemampuan bahasa ataupun kecanggihan teknologi kita,” tutupnya.

Kemkominfo Apresiasi Kemenangan RTIK Madiun dalam WSIS Prize 2020

Pada acara yang berbeda, Kementerian Kominfo mengapresiasi keberhasilan Relawan TIK Kota Madiun yang dinobatkan sebagai champion dalam WSIS Prizes 2020.

“Mewakili pemerintah Indonesia saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada winner dan champion dari Indonesia. Kiranya pencapaian ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang unggul dalam bidang TIK di dunia,” ujar Menteri Kominfo, Johnny G. Plate, dalam konferensi pers virtual dari rumah dinas Widya Chandra, Jakarta, Selasa (08/09/2020).

Penghargaan tersebut didedikasikan untuk seluruh rakyat Indonesia, termasuk 8.000 Relawan TIK yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Penghargaan itu juga sebagai hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat, baik pelaksana, pegiat literasi digital, maupun masyarakat Indonesia yang terlibat dalam seluruh program dan kegiatan.

“Saya berharap penghargaan tersebut terus dapat menginspirasi banyak pihak, bukan hanya komunitas saja tetapi juga individu untuk semakin giat dalam melakukan kegiatan literasi digital,” jelas Menkominfo.

Lihat juga: WSIS Forum 2020: Keamananan Ruang Siber menjadi Tanggung Jawab Bersama

Dalam WSIS Prizes 2020 terdapat 762 karya atau inisiatif yang terseleksi. Dari jumlah tersebut, terdapat 72 nominator pemenang atau champion dan 18 pemenang utama atau winner yang berasal dari seluruh dunia.

RTIK Kota Madiun berhasil menyabet WSIS Prizes 2020 sebagai champion, dari kategori Action Lines WSIS C9 terkait Media (ICT Literacy Talkshow Suara Madiun). Kemenangan ini menjadi ketiga kalinya bagi Relawan TIK Indonesia dalam ajang WSIS Prizes. (lry)