Kominfo Siapkan Infrastruktur TIK untuk Kelancaran Belajar dari Rumah

Direktur Tata Kelola Aptika Kemkominfo, Mariam F Barata, saat Webinar Gelar Saka Milenial 2020 (11/08).

Jakarta, Ditjen Aptika – Kementerian Kominfo membantu proses belajar dari rumah melalui sejumlah inisiatif. Masalah konektivitas jaringan internet menjadi fokus untuk mempercepat transformasi digital.

Hal itu disampaikan Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika, Mariam Fatimah Barata saat Webinar Gelar Saka Milenial 2020 dengan tema Gerakan Pramuka Menyikapi Kebijakan Belajar Daring di Tengah Pandemi, Selasa (11/08/2020).

“Kementerian Kominfo akan membantu proses belajar dari rumah agar terciptanya pemanfaatan ruang digital secara cerdas dan produktif melalui beberapa inisiatif. Mulai dari penyediaan infrastruktur TIK, peningkatan keterampilan masyarakat, literasi digital, hingga kerja sama dengan perusahaan-perusahaan telekomunikasi,” papar Mariam.

Kementerian Kominfo, kata Mariam, terus menjaga kualitas jaringan telekomunikasi dan internet yang prima bagi masyarakat khususnya bagi kelancaran belajar dari rumah. “Masalah konektivitas memang sedang menjadi fokus Kominfo karena Presiden Jokowi ingin mempercepat transformasi digital,” ungkapnya.

Dalam hal peningkatan produktivitas dan keterampilan masyarakat, Kementerian Kominfo memberikan kesempatan pelatihan secara daring melalui program Digital Talent Scholarship (DTS). “DTS menawarkan program online academy dengan banyak sekali tema pembelajaran seputar teknologi informasi dan komunikasi,” jelas Mariam.

Sedangkan dalam hal literasi digital ada pelaksanaan program Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dalam bentuk online class. Program tersebut terdiri dari tiga sub program, yaitu Hangout Online, #BerkreasidiIGLive, dan School of Influencer.

Kementerian Kominfo juga bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi untuk memberikan subsidi pembelian kuota internet selama masa kebijakan belajar dari rumah. “Bentuknya seperti diskon dan paket khusus belajar dari rumah. Perusahaan seluler telah mengalokasikan 1,9 triliun rupiah per bulan untuk fasilitas internet gratis kepada seluruh masyarakat,” tutur Mariam.

Selain Kominfo, TVRI juga memiliki program Tayangan Belajar dari Rumah yang hadir setiap hari. Tayangan tersebut diisi materi yang beragam, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). “TVRI dipilih menjadi media pembelajaran karena sudah menjangkau hingga ke pelosok daerah dan merupakan TV Nasional RI,” ungkap Mariam.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga memiliki Portal Belajar Online Rumah Belajar yang dapat diakses pada tautan https://belajar.kemdikbud.go.id. Portal pembelajaran tersebut menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru PAUD, SD, SMP, SMA/SMK sederajat.

Mariam saat menjelaskan bahwa ada banyak aplikasi dalam mendukung kegiatan belajar dari rumah (11/8).

Pada kesempatan tersebut Mariam juga berpesan mengenai pentingnya menjaga data pribadi. Kebijakan belajar dari rumah memiliki korelasi dengan banyaknya unduhan aplikasi penunjang, oleh karenanya perlu dipahami betul kebijakan privasi ketika mengunduh suatu aplikasi.

“Semua kegiatan yang dilakukan melalui ruang digital memerlukan data pribadi, termasuk pada aktifitas belajar dari rumah ini. Oleh karenanya perlu disadari ketika mengunduh suatu aplikasi, izin yang diberikan hanya sesuai dibutuhkan dalam aktivitas tersebut,” saran Mariam.

Mariam juga berharap kepada Saka Milenial agar dapat menjadi agen literasi digital. “Saka Milenial harus dapat menjadi agen literasi digital dengan menciptakan berbagai macam konten positif dan membuat inovasi untuk pembelajaran jarak jauh,” pungkas Mariam.

Peserta Webinar Gelar Saka Milenial 2020 (11/8).

Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Jawa Tengah, Riena Retnaningrum menyampaikan komitmen Provinsi Jawa Tengah dalam mendukung kegiatan belajar dari rumah. “Kepala dinas Kominfo seluruh Indonesia telah mengadakan rapat koordinasi dengan Menteri Kominfo soal target tahun 2022, tidak ada lagi blank spot di Indonesia,” tuturnya.

Sedangkan untuk mengatasi permasalahan yang timbul dari metode pembelajaran dari rumah, Riena memberikan solusi penggunaan radio untuk daerah yang belum optimal jaringan internetnya.

“Penggunaan radio dalam pembelajaran dari rumah telah dilakukan di Jawa Tengah, dan cara ini cukup efektif. Kita harus inovatif dalam menghadapi masalah dan menggunakan sebaik-baiknya kesempatan yang ada,” tutup Riena. (lry)