Siapkan Masyarakat Hadapi Era Digital melalui Literasi Digital

Foto Dirjen Aptika, Semuel A Pangerapan, saat Rapat Terbatas Percepatan Penanganan Covid-19 bersama tim Gugus Tugas BNPB. (04/06).

Jakarta, Ditjen Aptika – Ditjen Aplikasi Informatika akan fokus menyiapkan masyarakat Indonesia agar siap menghadapi era digital. Sejumlah program literasi digital pun diluncurkan bagi masyarakat.

“Presiden Joko Widodo sedang berusaha mempercepat transformasi digital. Fokus Ditjen Aptika (dalam hal ini) adalah menyiapkan masyarakat Indonesia agar siap menghadapi era digital. Caranya dengan meningkatkan literasi digital,” ujar Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan saat Webinar ASEAN CIO 6th Live Chat: Transforming ASEAN Nation Digital Literacy Driving Towards Digital Prosperity, Kamis (11/06/2020).

Dirjen Semuel kembali menguraikan tiga pilar transformasi digital, yaitu transformasi digital pada masyarakat, dunia usaha, dan pemerintahan. Literasi digital sendiri hadir dalam menunjang pilar transformasi digital pada masyarakat.

“Kami membuat sebuah kerangka digital literacy framework dimana infrastruktur dan regulasi menjadi payung untuk meningkatkan digital awareness, digital knowledge, hygienic behavior, dan digital skill,” katanya.

Digital Literacy Framework.

Bentuk nyata peningkatan literasi digital dituangkan dalam berbagai program untuk membentuk talenta-talenta digital Indonesia. Tahap paling awal berupa Gerakan Nasional Literasi Digital yang bertujuan memberikan dasar-dasar literasi digital kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Literasi digital tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, perlu bantuan semua stakeholder terkait. Kita juga perlu banyak pandu digital karena kita butuh banyak volunteer,” tutur Dirjen Semuel.

Lihat Juga: Yosi Mokalu Terpilih Jadi Ketua Umum Siberkreasi

 

Siberkreasi terdiri atas 108 komunitas dan institusi.

Kemudian di tingkat menengah Kominfo memiliki program Digital Talent Scholarship yang menawarkan program-program pelatihan dengan berbagai tema terkait teknologi, informasi, dan komunikasi.

Lihat Juga: Digital Talent Scholarship (DTS)

Terakhir di tingkat lanjut ada advanced digital skill untuk meningkatkan kapasitas pembuat kebijakan terhadap isu-isu terbaru di bidang teknologi.

Sementara itu Menteri Kominfo periode 2014-2019, Rudiantara, yang juga ikut serta dalam acara tersebut mengatakan situasi pandemi Covid-19 telah memaksa masyarakat untuk melakukan akselerasi digital.

“Di Indonesia ada lebih dari 50 juta peserta didik yang belajar melalui virtual di tengah pandemi ini. Bayangkan betapa masifnya digitalisasi di Indonesia,” ungkap Rudiantara.

Selain dari sisi pendidikan, Rudiantara juga melihat dari sektor ekonomi digital. “Selama pandemi ini saya memonitor e-commerce Indonesia mengalami perkembangan cukup besar pada kuartal pertama 2020. Pandemi membuat peluang untuk meningkatnya digital ekonomi, walaupun tidak pada semua produk,” ujarnya.

Rudiantara juga memaparkan sejak Januari hingga Mei 2020 terdapat 43.000 aplikasi baru terdaftar di Playstore. Hal tersebut menandakan kreativitas terus bertumbuh. Namun ia mengingatkan munculnya bahaya-bahaya yang mengincar, salah satunya pelanggaran data.

“Oleh karena itu semua peningkatan dalam era digital ini harus dibarengi dengan literasi digital, karena safety dan security merupakan hal penting dalam era digital,” pungkas Rudiantara. (lry)