Aplikasi 10 Rumah Aman, Upaya Pemerintah Tangkal Covid-19

Menkominfo Johnny G. Plate dan Kepala KSP Moeldoko, meluncurkan Aplikasi 10 Rumah Aman di Jakarta, Selasa (31/3/2020). Aplikasi tersebut dapat membantu masyarakat mencegah penyebaran Covid-19 berbasis gotong.

Jakarta, Ditjen Aptika – Di awal tahun 2020 ini, dunia dihebohkan dengan wabah penyakit virus korona atau Covid-19. Keberadaannya yang tengah merebak, turut menjadi perhatian masyarakat internasional saat ini, termasuk warga Indonesia. Hal ini tentu harus terus diwaspadai oleh kita semua.

Data dari Kementerian Kesehatan RI menyebut, situasi terkini Covid-19 di Indonesia hingga 28 April 2020 pukul 12.00 WIB, tercatat sudah lebih dari 79.618 spesimen dari 62.544 kasus telah diperiksa. Hasil positif 9.511 orang dan negatif 53.033 orang. Sementara, jumlah ODP 213.644 orang, sedangkan PDP ada 20.428 orang.

Untuk jumlah kasus positif sebanyak 9.511 kasus dengan 1.254 sembuh dan 773 nyawa meninggal. Adapun wilayah terdampak yakni 34 provinsi dan 297 kabupaten/kota.

Sejumlah langkah guna mengantisipasi penyebaran korona pun terus dilakukan pemerintah dengan menyerukan masyarakat untuk menggalakkan kebersihan diri, melakukan physical distancing, dan merumahkan diri untuk sementara waktu. Hal ini tentu bertujuan untuk memproteksi kerabat, sanak keluarga, dan orang terkasih agar tidak ikut terpapar Covid-19.

Tak hanya itu, upaya lain yang dilakukan pemerintah guna memutus penyebaran virus korona di Indonesia turut memunculkan sejumlah kreativitas anak bangsa. Sejumlah inovasi di bidang teknologi berhasil dikembangkan secara gotong royong. Tujuannya adalah secara bersama-sama, seluruh komponen bangsa, melawan virus korona jenis baru tersebut.

Setelah sebelumnya meluncurkan aplikasi PeduliLindungi yang merupakan hasil kerja sama Kominfo dengan Kemenkes, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan operator telekomunikasi, kini pemerintah merilis senjata barunya guna memerangi Covid-19. Apakah itu?

Berbekal teknologi, pemerintah kini menghadirkan kembali aplikasi digital berikutnya sebagai salah satu cara mengendalikan dan meminimalkan risiko seseorang terdampak paparan virus korona. Aplikasi ini bernama 10 Rumah Aman. Seperti apa aplikasinya?

Hasil Kolaborasi KSP dan Kominfo

Aplikasi 10 Rumah Aman merupakan sebuah aplikasi yang telah diluncurkan oleh pemerintah. Peluncuran aplikasi ini dilatarbelakangi oleh pandemi Covid-19 yang telah menyebar di Indonesia. Aplikasi ini diluncurkan untuk masyarakat sebagai upaya pemerintah.

Pemanfaatan teknologi memang sangat diperlukan saat ini. Sebab, musuh yang harus dilawan tidak kasat mata dan masuk dalam kategori penyakit. Keberadaan pandemi ini memang sangat mengkhawatirkan. Terlebih lagi banyak orang yang sudah terjangkit virus ini.

Kemunculan sebuah aplikasi kesehatan ini didukung oleh kerjasama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kemudian didukung pula oleh Kantor Staf Presiden (KSP). Setelah resmi diluncurkan, masyarakat bisa langsung menggunakannya.

Melalui telekonferensi daring, KSP didukung oleh Kementerian Kominfo meluncurkan Aplikasi 10 Rumah Aman. Aplikasi itu dirancang berbasis komunitas agar bisa digunakan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi wabah Covid-19.

“Melalui aplikasi 10 Rumah Aman ini, KSP dan Kominfo mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama menghadapi wabah Covid-19 sesuai dengan jiwa kita yaitu gotong royong dan saling berbagi,” tutur Kepala KSP Moeldoko saat peluncuran aplikasi dalam jumpa pers daring bersama Menteri Kominfo Johnny G. Plate, di Jakarta, Selasa (31/03/2020).

Moeldoko menjelaskan, 10 Rumah Aman merupakan aplikasi yang diharapkan akan menciptakan efek berantai dalam memutus penyebaran Covid-19 untuk memantau persebaran virus korona di lingkungan rumah dengan berbasis komunitas.

“Bisa diterapkan dengan cepat, di mana saudara-saudara kita yang selama ini sulit untuk #diRumahSaja dapat terbantu untuk berada di rumah. Kemudian secara bersama kita mengalahkan Covid-19,” tandasnya dari Gedung KSP Jakarta.

Menurut Moeldoko, pendekatan berbasis komunitas yang dipakai Pemerintah dalam melawan Covid-19 melalui 10 Rumah Aman sangat sederhana. “Dengan cara sederhana yaitu dimulai dari rumah kita masing-masing, kemudian yang terdekat dengan rumah kita, yaitu rumah depan, kiri, kanan, belakang, dan sekitarnya,” ungkapnya.

Selain itu, menurut Moeldoko, aplikasi yang berguna juga untuk memantau lingkungan sekitar rumah ini, merupakan bagian dari program Dasawisma yang diadakan PKK. Dalam pelaksanaannya, satu orang anggota PKK akan menjadi koordinator bagi beberapa rumah yang ada di dekatnya, dalam hal ini tetangga yang masih berada dalam satu lingkungan RT atau RW.

Berbasis Teknologi AI

Di tempat terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengatakan, aplikasi 10 Rumah Aman yang baru saja diluncurkan ini merupakan aplikasi berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI). Teknologi AI menghubungkan data berbasis peta dan lingkungan sekitar melalui perangkat telepon seluler dan terhubung dengan platform media sosial.

“Aplikasi 10 Rumah Aman mengoptimalkan teknologi Artificial Intelligence untuk membantu masyarakat memeriksa secara mandiri menggunakan alat diagnosis berbasis AI dan melihat peta untuk menghindar dari paparan Covid-19,”  jelasnya dalam telekonferensi dari kediaman di Jakarta Selatan.

Lebih lanjut Menteri Johnny mengungkapkan, melalui aplikasi 10 Rumah Aman masyarakat dapat mengukur suhu tubuhnya sendiri, memeriksa kesehatan secara mandiri dan memantau daerah atau masyarakat mana yang memiliki  potensi penyebaran COVID-19, melalui pantauan suhu tubuh agar dapat menghindari daerah tersebut.

Menteri Johnny menambahkan, aplikasi ini juga ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat tetap berada di dalam rumah: bekerja, belajar, dan beribadah di rumah, saling mengingatkan dan menjaga agar selalu dalam keadaan sehat dan baik dengan menjaga jarak aman (social/physical distancing).

Aplikasi 10 Rumah Aman dari Direktorat Pengendalian Aptika.

Fitur Aplikasi 10 Rumah Aman

Mengapa teknologi ini disematkan? Tujuannya adalah agar masyarakat lebih waspada. Tidak hanya itu saja, tentunya agar masyarakat juga tidak panik jika mengalami gejala serupa.

Terkadang ada beberapa masyarakat yang mengalami kepanikan berlebihan. Oleh karena itu, muncullah aplikasi ini.

Ada beberapa fitur yang telah disematkan. Diantaranya adalah pengukuran suhu yang dilakukan berkala. Kemudian informasi mengenai makanan dan juga minuman.

Selanjutnya adalah layanan inspirasi hidup sehat. Anda bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai hidup sehat. Fitur lain yang telah disematkan dalam aplikasi 10 Rumah Aman adalah persebaran individu berdasarkan suhu tubuh.

Kemudian pemeriksaan mandiri dan masih ada beberapa. Pada aplikasi 10 Rumah Aman disediakan juga berbagai fitur yang berkaitan dengan langkah pencegahan dan penanganan virus korona yang bisa dilakukan di tingkat masyarakat umum. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika anda segera mencoba aplikasi ini.

Berbeda dengan PeduliLindungi

Jika aplikasi PeduliLindungi bisa mendeteksi pasien positif korona, ODP, dan PDP di sekitar kita, maka aplikasi 10 Rumah Aman lebih ke arah edukasi sebagai tindak pencegahan.

Dalam aplikasi ini terdapat fitur-fitur yang berkaitan dengan langkah pencegahan dan penanganan Covid-19, seperti pencatatan suhu tubuh secara berkala oleh komunitas.

Beberapa menu yang terpampang dalam aplikasi seperti Cek Suhu Tubuh, Jadi Pejuang Aman, Info untuk Kesehatanmu, Seputar Covid-19, Cek Kesehatanmu di Sini, Whatsapp Covid-19, dan Pantau Peta Suhu Tubuh.

Menteri Johnny menyebutkan, lima fitur yang bisa dimanfaatkan pengguna aplikasi 10 Rumah Aman. “Ada pengukuran suhu berkala, berbagi masakan/makanan, inspirasi hidup sehat, periksa mandiri dan update peta sebaran individu berdasarkan suhu tubuh normal atau di atas normal,” tuturnya.

Dalam aplikasi 10 Rumah Aman, disediakan pula informasi mengenai peta khusus yang akan menggambarkan kondisi suhu tubuh orang-orang di sekitar kita.

“Terdapat beberapa indikator warna yang terpampang pada peta yaitu biru (suhu tubuh normal), kuning (suhu tubuh di atas normal), oranye (isolasi mandiri), dan merah (positif korona). Selain itu, kita diminta waspada ketika terdapat warna merah dan oranye di sekitar peta,” tulis keterangan dalam aplikasi 10 Rumah Aman.

Dalam menu Cek Suhu Tubuh, masyarakat bisa melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri jika temperatur tubuh berada di atas 37,5 derajat Celcius. Selain itu juga dapat melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi menyebarkan penyakit.

Menteri Kemkominfo Johnny G. Plate mengatakan kehadiran aplikasi 10 Rumah Aman ini juga dapat mendukung imbauan pemerintah untuk tidak beraktivitas di luar rumah selama wabah Covid-19, serta dapat saling mengingatkan dan menjaga komunitas terdekat.

Di menu Jadi Pejuang Aman, pengguna akan diminta melakukan misi 10 Rumah Aman yaitu harus memastikan setidak-tidaknya 10 keluarga yang tinggal di sekelilingnya ikut berpartisipasi dengan mengunduh dan menggunakan fitur pada aplikasi.

Sementara itu, dalam menu Seputar Covid-19 dan Info Kesehatanmu adalah menu yang mengarah ke dalam sisi edukasional. Pengguna akan diberi penjelasan mengenai bagaimana cara menghadapi dan upaya dalam menghentikan penyebaran virus korona.

Menu Cek Kesehatanmu di Sini sangat berguna untuk memeriksakan kesehatan lewat aplikasi. Menggunakan AI Prixa yang berbasis AI atau kecerdasan buatan, pengguna akan disuguhi belasan pertanyaan.

Setelah mengisi beberapa pertanyaan, pengguna akan diberi pengetahuan mengenai kondisi kesehatan tubuh saat ini, termasuk rekomendasi untuk melakukan isolasi diri.

Selain terhubung dengan kementerian terkait, aplikasi ini juga terintegrasi dengan aplikasi kesehatan lain, seperti, PeduliLindungi, Chatbot Covid19.go.id, Halodoc, Alodokter, KlikDokter, Good Doctor, Sahabatdokter, Sehatpedia, dan SehatQ.

Selain itu, 10 Rumah Aman ini juga terhubung dengan beberapa toko daring untuk memudahkan masyarakat dalam membeli kebutuhan sehari-hari. Seperti TaniHub, SayurBox dan Rego Pantes, serta toko obat dan alat kesehatan seperti, Kimia Farma, Alfamind, DAV, dan Mediv-Kimia Farma.

Aplikasi 10 Rumah Aman ini dikembangkan langsung di dalam negeri oleh beberapa pengembang aplikasi, yakni Compro, WIR Group, Kennedy Voice Berliner, dan Disrupto.

Aplikasi yang dikembangkan oleh Direktorat Pengendalian Kominfo Ditjen Aptika Kementerian Kominfo ini pun memiliki user interface yang sederhana sehingga cukup mudah untuk dioperasikan.

Masyarakat dapat mengunduhnya di Google Play Store melalui tautan https://play.google.com/store/apps/details?id=com.sepuluh.rumahaman&hl=en atau di laman situs web https://www.sepuluhrumahaman.id.

Selain itu, dalam aplikasi ini terdapat pula nomor hotline ChatBot Covid19.go.id sehingga kita bisa menghubungi melalui WhatsApp untuk melaporkan atau mengetahui lebih lanjut penanganan Covid-19. (hm.ys)