Dukung Wakil Indonesia dalam Ajang WSIS Prizes 2020

Dewan Pengarah Siberkreasi sekaligus Staff Khusus Bidang Kebijakan Digital dan SDM Kominfo, Dedi Permadi.

Jakarta, Ditjen Aptika – Indonesia mengirim sembilan nominasi dalam ajang tahunan anugerah World Summit on Information Society (WSIS) Prizes 2020 pada tanggal 6-9 April 2020 di Jenewa, Swiss. WSIS Prizes merupakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang membahas isu-isu mengenai Information and Communication Technology (ICT).

Mitra kerja Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi turut menjadi nomine pada acara ini.

“Konten negatif di Internet seperti hoaks, perudungan siber, ujaran kebencian, pembocoran data pribadi, radikalisme digital, dan penipuan daring semakin nyata mengancam kehidupan berbangsa kita. Siberkreasi hadir sebagai wadah kolaborasi bagi 103 lembaga/komunitas untuk menangkal konten negatif serta mendorong produksi konten positif dan produktif di jagad maya kita,” ujar Dewan Pengarah Siberkreasi sekaligus Staff Khusus Bidang Kebijakan Digital dan Sumber Daya Manusia, Kominfo, Dedi Permadi, saat dihubungi melalui pesan singkat Whatsapp, Senin (20/1/2020).

Sejarah Keikutsertaan Indonesia Dalam WSIS

Ajang penghargaan inisiatif pembangunan teknologi informasi dan komunikasi (WSIS Prizes) diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU). Sejumlah inisiatif unggulan dari komunitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia berhasil masuk dalam nominasi yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak 2012.

Pada WSIS Prizes 2016 ada tiga nominator dari Indonesia yang menghasilkan 1 champion (2nd Best atau juara kedua).

Sedangkan pada WSIS Prizes 2017 terdapat 18 inisiatif Indonesia yang menghasilkan 1 winner (juara pertama) dan 4 champion. Pada tahun tersebut gerakan literasi digital Internet Sehat dari ICT Watch menjadi winner untuk kategori “ethical dimensions“.

Sedangkan pada WSIS Prizes 2018 yang diikuti oleh 463 inisiatif dari berbagai negara, dari 18 kategori yang dikompetisikan, Indonesia merebut 12 posisi champion. Portal IndonesiaBaik.id dari Kemkominfo menjadi winner untuk kategori “media” pada 2018.

Selanjutnya, pada WSIS Prizes 2019, Indonesia merebut empat penghargaan champion. Setelah melalui kompetisi yang ketat, melibatkan 1.062 inisiatif yang didaftarkan dari seluruh dunia. Empat inisiatif Indonesia yang berhasil mendapatkan penghargaan champion yaitu Data Bojonegoro (Relawan TIK Indonesia), Baktiku Pada Petani (Telkomsel), Baktiku Negeriku (Telkomsel), dan Saintif (Mahasiswa Universitas Diponegoro).

Pada WSIS Prizes 2020, Indonesia mengirimkan 9 inisiatif.

Daftar Nominasi Indonesia pada ajang WSIS PRIZES 2020:

  1. Category 1 – AL C1. The role of governments and all stakeholders in the promotion of ICTs for development. IoT Makers Creation 2019 – Kementerian Kominfo.
  2. Category 3 — AL C3. Access to information and knowledge. City Wide Mapping for Disaster Management Project – BNPB dan Humanitarian OpenStreetMap Team Indonesia.
  3. Category 4 — AL C4. Capacity building. Siberkreasi (Indonesia’s National Movement for Digital Literacy) – Siberkreasi.
  4. Category 5 — AL C5. Building confidence and security in use of ICTs. TAKE BACK OUR PRIVACY (privasi.id) – ICT Watch.
  5. Category 16 — AL C9. Media. ICT Literacy Talkshow Suara Madiun – RTIK Madiun.
  6. Category 17 — AL C10. Ethical dimensions of the Information Society:
  7. #AgenDamai: A Collaborative Digital Campaign – CfDS.
  8. Anti Hoax Public Campaign – Mafindo.
  9. Miss Lambe Hoax – Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Batas waktu voting dibuka hingga 24 Januari 2020. Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika mengajak seluruh warganet Indonesia untuk melakukan one man one vote secara daring.

Nantinya, 5 (lima) dari 20 project per kategori yang mendapatkan suara terbanyak dari berbagai penjuru dunia, dinobatkan sebagai champion. Kemudian, dari 5 (lima) project tersebut dipilih 1 (satu) oleh para pakar PBB sebagai winner.

Langkah-langkah Melakukan Voting Online pada WSIS Prizes 2020:

  1. Buka website WSIS http://www.itu.int lalu pilih opsi “vote”.
  2. Daftar akun dengan klik tombol register as a new user (jika belum memiliki akun).
  3. Lengkapi data yang diminta lalu klik register.
  4. Pastikan kamu mengaktifkan dahulu akun WSIS tersebut melalui tautan/link konfirmasi yang dikirim ke e-mail yang didaftarkan.
  5. Pakai e-mail dan password yang telah dikonfirmasi untuk masuk ke halaman selanjutnya.
  6. Cari tombol vote di bagian kanan atas laman.
  7. Klik Voting Form untuk mulai dukung Indonesia.
  8. Klik Vote For This Project pada nominasi pilihanmu.
  9. Agar dukungan kamu untuk Indonesia masuk hitungan, pastikan total vote kamu sebanyak 18 sampai muncul Voting Complete.
  10. Terima kasih untuk terus mendukung upaya Merah Putih kian berkibar di kancah dunia!

Catatan: Silakan vote seluruh project Indonesia pada kategori yang ada. Total ada 18 kategori, dan tiap kategori hanya boleh dipilih satu project. Pada kategori yang tidak ada dari Indonesia, jangan dikosongkan. Harus pilih salah satu yang menurut Anda terbaik. Sebab bila dikosongkan (tidak memilih project), maka vote Anda pada seluruh kategori yang lain dianggap tidak berlaku alias hangus.

Tentang Siberkreasi

Siberkreasi bertujuan untuk meningkatkan dan memperkuat dampak positif teknologi. Siberkreasi didukung oleh berbagai mitra yang memiliki visi yang sama untuk mempromosikan literasi digital untuk internet yang lebih baik.

Acara Tahunan Siberkreasi Netizen Fair 2019.

Program yang dilakukan Siberkreasi antara lain:

  • Pengembangan kurikulum
    Siberkreasi bersama Ditjen Aptika memprakarsai Pandu Digital yang dirancang untuk membuka jalan bagi pendidikan literasi digital. Selain itu ada juga School of Influencer yang bertujuan untuk mendorong kaum muda untuk membuat dan menyebarkan konten positif.
  • Keterlibatan kolaboratif
    Siberkreasi juga menyatukan berbagai kelompok yang telah berkontribusi pada keberlanjutan kampanye literasi digital. Misalnya, dengan membuat situs web bernama StopHoax.id  untuk memerangi penyebaran tipuan dan untuk mengklarifikasi informasi palsu yang beredar di Internet.
  • Pemberdayaan masyarakat
    Siberkreasi juga mengembangkan desa penghasil batik bernama Desa Mandhing, di Yogyakarta. Masyarakat diajarkan untuk menggunakan teknologi untuk menjual kerajinan mereka dan menggunakan batik sebagai media kampanye literasi digital.
  • Tata kelola dunia maya
    Siberkreasi juga turut mengambil bagian penting dalam forum ID-IGF nasional November ini.

(Baca juga: Perbanyak Konten Positif, Cara Ampuh Melawan Konten Negatif)

Sejak program Siberkreasi dimulai pada Oktober 2017 hingga Oktober 2019, mereka telah mencapai:

  • 442 lokasi yang telah dijangkau untuk program literasi digital;
  • 3137 Pandu Digital yang telah dilantik menjadi sukarelawan literasi digital;
  • 180.000 peserta aktif yang telah mengikuti lokakarya literasi digital oleh Siberkreasi;
  • 180.000 unduhan di 73 buku seri Digital Literacy yang tersedia gratis untuk umum;
  • 75 juta populasi Indonesia telah disebarluaskan melalui media arus utama dan media sosial;
  • 700 pembuat konten tingkat pemula dan menengah. (lry)