BumilKu, Aplikasi Unggulan Ibu Hamil untuk Smart City

Booth Kulonprogo pada Pameran Gerakan Menuju 100 Smart City di Balai Sudirman, Jakarta (4/11).

Jakarta, Ditjen Aptika – BumilKu menjadi aplikasi unggulan Pemkab Kulonprogo untuk Smart City. Aplikasi pemantau kesehatan ibu hamil itu memanfaatkan NIK dan geospasial.

“BumilKu menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan geospasial untuk menyesuaikan layanan kesehatan terdekat dari ibu hamil di Kulonprogo ketika harus memperoleh penanganan kehamilan. Resiko bahaya kehamilan yang tinggi berhasil diatasi dengan aplikasi ini,” ujar Eko dari Pemkab Kulonprogo saat Pameran Gerakan Menuju 100 Smart City di Jakarta, Senin (04/11/2019).

Aplikasi berbasis website tersebut sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan. Salah satunya penghargaan Inovasi Terbaik oleh Badan Informasi Geospasial (BIG).

“Data ibu hamil yang terikat dengan lokasi koordinat Geospasial memudahkan pemerintah mendapatkan informasi mengenai waktu melahirkan, usia ibu hamil, usia janin, dan tingkat resiko kehamilan yang muncul sebagai notifikasi,” tambah Eko.

Aplikasi BumilKu ini dibuat berdasarkan kolaborasi pemerintah kabupaten Kulonprogo dengan Kemkominfo dan Dinas Kesehatan Kulonprogo. “Aplikasi BumilKu sedang dalam proses penggarapan menjadi sebuah aplikasi yang bisa diunduh pada ponsel Android. Targetnya dapat dirilis tahun depan,” ungkap Eko.

Kulonprogo sendiri masuk dalam Gerakan menuju 100 Smart City Tahap 2 dan menjadi program quick win yang dievaluasi secara berkala setiap enam bulan sekali oleh Kemkominfo. Selain itu, pelembagaan pelaksanaan aplikasi BumilKu terintegrasi dengan Bidan Desa/Kelurahan, Puskesmas dan RSUD sehingga ibu hamil mendapatkan penanganan persalinan sampai di fasilitas kesehatan.

Selain Kulonprogo terdapat 75 kota dan 24 kabupaten yang hadir saat pameran Gerakan Menuju 100 Smart City tersebut. Peserta lain yaitu Kota Yogyakarta dengan layanan Jogjabike di sekitar jalan Malioboro, Kabupaten Bandung dengan program 1000 Kampung, dan Kota Solo bekerja sama dengan PT. Telkom Indonesia membuat Finpay untuk pembayaran pajak retribusi pasar.

Pameran tersebut dibuka oleh Menteri Kominfo, Johnny G. Plate, didampingi Dirjen Aplikasi Informatika Semuel A. Pangerapan dan Plt. Kepala Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu. (pag)