Aptika Bentuk Pandu Digital di Kabupaten Tasikmalaya

Plt. DIrektur Pemberdayaan Informatika, Slamet Santoso, sedang memberikan sambutan dan materi.

Tasikmalaya, Ditjen Aptika – Pembentukan Pandu Digital di Kabupaten Tasikmalaya dapat meningkatkan literasi penggunaan teknologi informasi di masyarakat perdesaan.

Kemkominfo melalui Ditjen Aptika bersinergi dengan Kemendes PDTT, Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Panca Mandala dan Relawan TIK (RTIK) mengadakan Seminar Nasional dan Workshop Pembentukan Pandu Digital. Acara berlangsung dari tanggal 2 hingga 3 September 2019.

“Bagaimana mengetahui bahwa sebuah berita atau informasi itu hoaks, lalu bagaimana menggunakan medsos dengan baik. Agar bisa digunakan untuk memajukan dan mengembangkan desa,” ujar Direktur Eksekutif BP2DK, Ilman Meilandi, saat pembukaan acara di Lapangan SMK Karya Putra Manggala, Senin (2/9/2019).

Sementara itu Plt. Direktur Pemberdayaan Informatika, Slamet Santoso menjelaskan, saat ini pemerintah sedang membangun ‘tol langit’ yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan Desa.

“Pemerintah hari ini bersama Siberkreasi aktif melakukan literasi digital kepada seluruh masyarakat, agar menggunakan internet dengan bijak, baik dan benar,” katanya.

Sejumlah narasumber turut mengisi acara tersebut, yaitu Bambang Tri Santoso selaku Kasubdit Pemberdayaan Komunitas TIK dengan materi “Peran Pandu Digital dalam Mendampingi Desa”. Kemudian Siti Ariani Mufikhah, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden membawakan materi “Gerakan Masyarakat dalam Membangun Desa”. Serta Suhandani, selaku Kasubdit Kerjasama dan Kemitraan Desa dengan materi “Sinergi Program dalam Penyediaan Data dan Informasi bidang Telekomunikasi”.

Setelah penyampaian materi, sesi diskusi dan sesi tanya jawab, acara dilanjutkan dengan workshop sesuai pilihan peserta, yaitu:

  • Workshop Digital Economy : Jual produk desa di marketplace;
  • Workshop Digital Content : Kiat bikin infografis keren dan berkualitas baik;
  • Workshop Digital Governance : Privasi dan perlindungan data pribadi;
  • Workshop IOT : Pengenalan IoT untuk desa;
  • Workshop Petani Go Online : Pengenalan Petani Go Online di marketplace;
  • Workshop Dana Desa : Prioritas penggunaan dana desa;
  • Workshop Desa Berbasis TIK : Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa berbasis TIK dan SPBE dalam mendukung digitalisasi desa.
Kasubdit Pemberdayaan Komunitas TIK, Bambang Tri Santoso, memberikan materi “Peran Pandu Digital dalam Mendampingi Desa”.

Sedangkan hari ke-2 peserta dapat mengikuti lanjutan kegiatan dengan pilihan workshop, yaitu:

  • Workshop pengenalan aplikasi Sapa Warga,
  • Workshop fasilitator Grebeg Pasar,
  • Workshop pemetaan menggunakan drone,
  • Workshop konstruksi tower sederhana,
  • Workshop multimedia produksi,
  • Workshop pemasangan fiber optic,
  • Workshop Mikrotik.

Hadir dalam acara tersebut 750 orang peserta yang berasal dari unsur Pandu Desa Kabupaten Tasikmalaya, Badan Kerjasama Antar Desa Panca Mandala, Relawan TIK, Pegiat TIK Desa, serta Perwakilan Masyarakat Papua. Saat penutupan acara, dilakukan penyematan badge merah pada peserta yang lolos ujian online menjadi pandu digital. (aaf)