Literasi Digital

Dalam upaya menanggulangi ancaman potensi bahaya terbesar yang sedang dihadapi oleh Indonesia, yaitu penyebaran konten negatif melalui internet seperti hoax, cyberbullying dan onlineradicalism, diselenggarakan edukasi dan sosialisasi literasi digital ke berbagai lapisan masyarakat. Melalui kegiatan Literasi Digital, masyarakat didorong untuk aktif berpartisipasi menyebarkan konten positif melalui internet dan lebih produktif di dunia digital. Dalam melaksanakan Literasi Digital kepada masyarakat, Kementerian Komunikasi dan Informatika ikut berpartisipasi dalam Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi bersama 93 Pemangku Kepentingan termasuk Mitra dari berbagai kalangan, komunitas peduli, swasta, akademisi, masyarakat sipil, pemerintah dan media.

Dalam pelaksanaan Literasi Digital, telah dihasilkan 10 buku dan 2 video dari Kominfo. Total terdapat 63 Buku dan 38 Video yang bisa diunduh dan dilihat di literasidigital.id   sebagai Edukasi Online :

– Total Unduhan : 49.497

– Total View : 884.391

(data bisa dilihat dari website literasidigital.id dengan menjumlahkan view dari video yang ada)

Total Peserta Edukasi Offline Literasi Digital melalui seminar, workshop dan talkshow yang diselenggarakan oleh Kominfo bekerjasama dengan Mitra Siberkreasi di 25 Provinsi sebanyak 20.472 Peserta.

Dalam pelaksanaan kegiatan Literasi Digital dihadapi beberapa kendala sebagai berikut:

  • Edukasi Literasi Digital masih diselenggarakan secara terpusat ditingkat Kementerian. Namun Pemerintah Daerah belum berpartisipasi dan bahkan belum memiliki program Literasi Digital bagi masyarakat sehingga Literasi Digital belum secara massive
  • Cakupan Literasi Digital yang sangat luas menyebabkan pola pendekatan Literasi Digital bersifat reaktif dengan melihat suatu fenomena atau kejadian yang telah terjadi dimasyarakat.

Upaya Mitigasi yang telah dilakukan yaitu:

  • Membuat program bersama dan sharingknowledge dengan Pemerintah Daerah sehingga Pemerintah dapat menyelenggarakan Literasi Digital sesuai dengan kondisi didaerahnya masing–masing sehingga Literasi Digital massive
  • Dalam setiap tahun dapat ditetapkan tema khusus tertentu yang perlu diulas dalam Literasi Digital selain masih tetap reaktif terhadap fenomena atau kejadian yang telah terjadi dimasyarakat. Misalnya pada 2019 akan masuk dalam Tahun Pemilu sehingga Literasi Digital difokuskan terkait Pemilu.

Dalam pelaksanaan kegiatan Literasi Digital dihadapi beberapa kendala sebagai berikut:

  • Edukasi Literasi Digital masih diselenggarakan secara terpusat ditingkat Kementerian. Namun Pemerintah Daerah belum berpartisipasi dan bahkan belum memiliki program Literasi Digital bagi masyarakat sehingga Literasi Digital belum secara massive
  • Cakupan Literasi Digital yang sangat luas menyebabkan pola pendekatan Literasi Digital bersifat reaktif dengan melihat suatu fenomena atau kejadian yang telah terjadi dimasyarakat.

Upaya Mitigasi yang telah dilakukan yaitu:

  • Membuat program bersama dan sharingknowledge dengan Pemerintah Daerah sehingga Pemerintah dapat menyelenggarakan Literasi Digital sesuai dengan kondisi didaerahnya masing–masing sehingga Literasi Digital massive
  • Dalam setiap tahun dapat ditetapkan tema khusus tertentu yang perlu diulas dalam Literasi Digital selain masih tetap reaktif terhadap fenomena atau kejadian yang telah terjadi dimasyarakat. Misalnya pada 2019 akan masuk dalam Tahun Pemilu sehingga Literasi Digital difokuskan terkait Pemilu.