Generasi Milenial Harus Berani Jadi Game Changers

Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (tengah) saat secara resmi membuka Ignite The Nations 1000 Startup Digital bersama jajaran menteri Kabinet Kerja (18/8).

Jakarta, Ditjen Aptika – Generasi milenial harus berani menjadi game changers atau agen perubahan. Guna memantik semangat tersebut, Kementerian Kominfo menyelenggarakan Ignite The Nations 1000 Startup Digital.

“Semua yang hadir di sini harus berani menjadi game changers, sebagai game changers kita harus berani gagal. Kita contoh para pendahulu seperti founder unicorn, seperti Erick Thohir dan Wishnutama. Mereka semua pernah gagal,” ujar Menteri Kominfo Rudiantara saat acara Ignite The Nations 1000 Startup Digital, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (18/08/2019).

Bahkan Thomas Alva Edison saja, lanjut Rudiantara, pernah 999 gagal. Di percobaan ke-1000 baru berhasil membuat lampu. “Coba bayangkan jika Thomas Alva Edison menyerah. Kita tidak akan menikmati lampu seperti saat ini,” katanya.

Menkominfo Rudiantara di acara Ignite The Nations 1000 Startup Digital.

Menteri yang akrab disapa Chief RA tersebut juga menjamin pemerintah tidak akan menerapkan regulasi yang ketat terhadap startup digital karena success rate startup masih rendah. Jika dibuat regulasi secara ketat dikhawatirkan akan menyulitkan startup berkembang.

“Pemerintah akan fokus untuk mendorong ekosistem, menerapkan regulasi untuk perlindungan bagi konsumen. Kita juga akan adakan mentor-mentor agar memberi arahan yang jelas bagi anak muda yang mau buat startup. Saya harap success rate-nya naik, unicorn dan decacorn juga bertambah,” ungkapnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla. “Sesuai dengan namanya, ignite berarti memantik atau menyalakan. Bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia, kita ingin memantik kembali semangat para generasi muda agar bisa merubah bangsa,” katanya.

Wapres JK juga mengatakan bahwa generasi muda saat ini lebih beruntung karena semua dipermudah dengan teknologi. Namun dengan syarat (menguasai) ilmu pengetahuan. “Kalau tidak sekarang memulai, kapan lagi?” tanyanya.

JK kemudian menganologikan membuat startup seperti berenang. Sebanyak apapun kita membaca buku dan teori tentang berenang, kita akan tenggelam juga ketika menceburkan diri. Sama seperti membuat startup, tidak perlu banyak membaca teori, tapi harus berani mencoba perlahan demi perlahan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberikan inspirasi pada peserta Ignite The Nations 1000 Startup Digital 2019.

JK juga sempat berkelakar, “Bung karno mengatakan berikan saya 10 pemuda, maka akan ku goncang dunia. Jika saat ini, berikan 1000 startup digital akan kita guncang dunia.”

Di akhir sambutannya, JK berpesan bahwa inovasi dan pengetahuan bisa mengubah bangsa. Jika kita tidak memulai berusaha berubah, maka kita akan menjadi konsumen negara Jepang dan Cina.

“Kita juga harus semangat. Banyak negara kaya akan sumber daya, tapi kalah dengan negara lebih kecil karena tidak punya semangat,” tegasnya.

Acara Ignite The Nations sendiri merupakan suatu gerakan besar untuk mengobarkan rasa patriotik digital milenial Indonesia. Membangkitkan mimpi besar mereka sebagai solusi dan inovasi bagi bangsa Indonesia. Acara tersebut mempertemukan ribuan pegiat startup digital, lebih dari 8.000 orang peserta dan 1.411 orang relawan.

Turut hadir para mentor dari kalangan menteri, seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong serta Kepala Bekraf Triawan Munaf.

Selain itu ada juga sesi berbagi sukses dari para pendiri startup unicorn, seperti CEO Bukapalak Achmad Zaky, CEO Tokopedia William Tanuwijaya, CEO Traveloka Fery Unardi, Erick Thohir, dan Whisnutama.

Peserta Ignite The Nations sudah mengantri untuk masuk sejak pagi hari

Dari Kementerian Kominfo, selain Chief RA juga hadir Dirjen Aplikasi Informatika Semual A. Pangerapan, Staf Khusus Bidang PMO dan Ekonomi Digial, Lis Sutjiati, Tenaga Ahli Menteri Bidang Literasi Digital Deddy Permadi, dan para pejabat serta staf. (lry)