Viral Marketing Jadi Strategi Jitu Jualan Online

Para peserta acara Sisternet Meningkatkan Omzet Lewat Medsos (4/7/19).

Jakarta, Ditjen Aptika – Agar dapat terus kompetitif di tengah maraknya bisnis jualan online, diperlukan berbagai macam strategi. Salah satunya menggunakan viral marketing.

“Definisi dari viral marketing adalah proses penyebaran sebuah pesan elektronik yang menjadi saluran untuk memberikan suatu produk kepada masyarakat secara meluas dan berkembang. Viral marketing sendiri sebenarnya mirip dengan strategi marketing dari mulut ke mulut, atau yang biasa disebut Word of Mouth (WoM),” jelas Social Media Specialist, Vibriyanti saat acara Sisternet bertema Meningkatkan Omzet Lewat Medsos, di Gedung Kementerian Kominfo Jakarta, Kamis (04/07/2019).

Vibriyanti, seorang social media spesialist.

Vibriyanti melanjutkan, strategi tersebut cukup efektif mengingat masyarakat lebih percaya produk yang direkomendasikan dari teman, orang terdekat atau publik figur. “Coba para sisternet lihat, secara sadar ataupun tidak sadar, pasti jika kita melihat teman atau publik figur yang kita sukai mengiklankan suatu produk tertentu, maka kita akan lebih tertarik membeli produk tersebut,” ujarnya.

Saat ini banyak penjual online meng-endorse tokoh publik untuk mengiklankan produk melalui berbagai media sosial. “Viral marketing ini terbukti ampuh untuk menarik para pembeli, mengingat penetrasi pengguna media sosial di Indonesia sangat besar, dan persebaran konten yang tidak terbatas,” tegas Vibriyanti.

Cara Membangun Brand yang Kuat dalam Jualan Online

Branding adalah faktor penting dalam keberlangsungan usaha daring. Menurut pendiri OMDC Official, Oktri Manessa, ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan dalam membangun branding.

“Ada rumus 3P dalam membangun branding yang kuat, yaitu Perusahaan, Produk, dan Penjual. Jika kita melakukan tiga hal tersebut secara baik, saya yakin maka kita akan sukses membangun branding,” ujarnya.

Oktri Manessa, founder OMDC Official saat acara Sisternet.

Oktri kemudian menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud dengan rumus 3P tersebut, yaitu:

  1. Perusahaan (build your brand value)
    Kita harus memiliki suatu value, sebenarnya nilai-nilai apa yang dimiliki perusahaan kita. Konsep yang unik dan mudah diingat masyarakat.
  2. Produk (discover your uniqueness)
    Kita harus menggali dan selalu berinovasi mengenai produk yang akan kita jual agar ada suatu keunggulan yang tidak dimiliki perusahaan lainnya. Sehingga para calon pembeli memilih berbelanja di tempat kita.
  3. Penjual (define your personal brand)
    Sebagai penjual, kita harus dapat membranding diri kita sendiri dengan hal-hal yang positif dan mudah diingat orang. Pandangan calon pembeli terhadap penjual mempengaruhi tertarik atau tidaknya orang berbelanja di tempat kita.

Di akhir acara Oktri memberikan masukan kepada para sisternet, “Teruslah berinovasi terhadap produk yang kita jual, karena kompetitor terus bertambah setiap saat. Gali apa yang saat ini dibutuhkan masyarakat banyak. Ingat, usaha yang bagus bukan usaha yang dipikir-pikir terus, tetapi yang dimulai.” (lry)