Merambah Pasar Ekspor, BukaLapak Luncurkan Fitur BukaGlobal

Presentasi Co Founder BukaLapak, M. Fajrin Rasyid (kanan) menjelaskan berbagai pencapaian dari BukaLapak.

Jakarta, Ditjen Aptika – Startup unicorn BukaLapak meluncurkan fitur BukaGlobal dengan fokus pengiriman luar negeri. Para pelaku UMKM bisa melebarkan penjualan ke berbagai negara-negara di Asia.

“Fitur BukaGlobal yang kami rilis bulan lalu ini harapannya dapat menambah devisa negara dengan merambah pasar ekspor,” terang M. Fajrin Rasyid salah satu co-founder BukaLapak saat Verifikasi Berkas Penerima Penghargaan Satyalancana Wira Karya di Hotel Oria, Gondangdia, Jakarta, Kamis (13/06/19).

Startup yang telah bekerjasama dengan UMKM Komunitas di lebih dari 100 kota ini ingin fokus kepada warung-warung kecil agar dapat go online dengan produk berbeda atau bernilai jual lebih. Maka dari itu, M. Fajrin Rasyid menjelaskan bahwa BukaLapak terus meningkatkan jumlah kemitraan dan penjualan.

BukaLapak sendiri telah menjangkau lima negara Asia, yaitu Taiwan, Singapura, Hongkong, Malaysia, dan Indonesia sendiri. “Sejalan dengan peningkatan jumlah kemitraan, melalui BukaGlobal ini juga kami berusaha terus meluaskan jangkauan negara untuk menjual produk dari para mitra,” tambah M. Fajrin Rasyid.

Selain BukaGlobal, M. Fajrin Rasyid juga menjelaskan BukaLapak sedang merencanakan fitur pinjaman kredit cashless UMi (Ultra Mikro) sesuai program dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani untuk segera dirilis. Hal tersebut menjadi bentuk inovasi BukaLapak agar lebih menekankan fokus pada individu dengan usaha kecil seperti warung kelontong.

Hasil karya dan prestasi BukaLapak tersebut membuat M. Fajrin Rasyid diusulkan menerima penghargaan Satyalancana Wira Satya karena perannya yang besar terhadap pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat. Selain BukaLapak turut diusulkan startup unicorn Tokopedia, Traveloka, dan Gojek.

“Startup tersebut dijadikan kandidat karena dinilai memiliki peran sebagai pionir pada bidang bisnis terutama e-commerce dan revolusi sistem transportasi yang semuanya berbasis digital atau aplikasi,” kata Sesditjen Aptika Kementerian Kominfo, Sadjan yang ikut serta sebagai tim verifikator. (pag)