Ciri-Ciri, Akibat dan Kenapa Kita Mudah Percaya Hoaks

Interaksi antara Direktur Tata Kelola Aptika dengan peserta Smart School Online

Jakarta, Ditjen Aptika – Hoaks atau kabar bohong merupakan upaya manipulasi berita yang direncanakan oleh penyebarnya untuk memberikan pemahaman yang salah.Penting bagi kita untuk dapat mengetahui apa ciri-ciri, akibat dan kenapa kita mudah mempercayai berita hoaks.

“Total populasi penduduk Indonesia ada 268,2 juta orang, dari jumlah tersebut ada 150 juta orang menggunakan internet dan 130 juta orang sebagai pengguna aktif media sosial melalui smartphone. Dengan jumlah yang sebanyak itu informasi hoaks menjadi sangat berbahaya bagi keutuhan hidup berbangsa kita,” ucap Mariam F Barata, Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika, saat acara Smart School Online di Kemendikbud Jakarta, Kamis (14/03/2019).

Ada beberapa ciri-ciri dari hoaks, yaitu:

  1. Manipulatif (antara foto dan caption berbeda)
  2. Tidak sesuai konteks (seolah-olah ilmiah tetapi rekomendasi tidak sesuai konteks)
  3. Berita palsu (untuk mendiskreditkan pihak tertentu)
  4. Parodi (sindiran tidak langsung kepada pihak tertentu)
  5. Konten menyesatkan (antara kenyataan dan komentar tidak sama)
  6. Konten tiruan (pemalsuan)
  7. Propaganda (melebih-lebihkan seseorang, bisa mengangkat atau menjatuhkan seseorang)
  8. Tidak sesuai data dan fakta.

Ada berbagai hal negatif yang dapat ditimbulkan dari penyebaran berita hoaks, mulai dari ribut di media sosial, keributan masal di dunia nyata, pencemaran nama baik, perang saudara, hingga pembunuhan. Setidaknya ada empat faktor menurut Mariam mengapa kita mudah percaya pada berita hoaks.

Faktor pertama yaitu keterbatasan informasi, kita percaya berita hoaks bukan karena kita mudah dibohongi tapi karena keterbatasan arus informasi yang datang. Faktor kedua yaitu tingkat popularitas informasi, ternyata pemberitaan yang terus menerus dapat membuat manusia jadi tertutup pada kebenaran.

Faktor ketiga yaitu ketertarikan, kita lebih tertarik dengan berita hoaks karena topiknya yang menarik dan unik, oleh karena itu dengan mudah langsung percaya dengan hoaks. Faktor terakhir adalah confirmation bias, kalau berita hoaks tersebut berkaitan dengan hal yang dipercaya, maka kebohongan akan lebih mudah diterima tanpa kita cek lagi fakta sebenarnya dari informasi tersebut.

Menurut data Google, dalam waktu 60 detik terdapat 16 juta pesan terkirim, 4,1 juta video dilihat di Youtube, 46.200 konten diunggah di Instagram, 3,5 juta pencarian di Google, 342.000 aplikasi diunduh di Playstore, $751,522 transaksi belanja online, 900.000 login Facebook serta 452.000 tweet dikirim.

“Data tersebut menunjukkan betapa era saat ini sudah berubah menjadi era digital dan betapa penyebaran hoaks pada dunia digital sangat berbahaya,” tutup Mariam. (lry)

Galery Foto Smart School Online:

Pembukaan Acara Smart School Online
Pembukaan Acara Smart School Online
« 1 of 5 »