Generasi Milenial Tidak Boleh Golput, Ini Alasannya

Seminar Nasional dan Lokakarya Pandu Digital Di Kota Banyuwangi (Foto: Siberkreasi)

Jakarta, Ditjen Aptika – Pada pemilu Tahun 2019 berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) jumlah pemilih milenial mencapai 40 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) nasional. Besarnya jumlah ini membuat peran generasi milenial sangat vital sehingga diharapkan mereka dapat memilih dengan bijak dan tidak golput.

“Menjelang pemilu mendatang kami akan terus melakukan literasi digital, mengajak generasi milenial untuk tidak golput pada saat hari pencoblosan. Jika dahulu mungkin banyak anak muda bersikap golput karena tidak punya informasi memadai mengenai calon yang akan dipilih, tetapi sekarang tidak perlu lagi golput, mengingat informasi yang begitu mudah diakses. Jadi tidak ada alasan lagi untuk golput,” ucap Genaruma Taswin perwakilan dari Siberkreasi pada saat acara Seminar Nasional dan Lokakarya Pandu Digital di Aula Minak Jinggo, Banyuwangi, Senin (25/02/2019).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang juga hadir pada acara tersebut mengatakan bahwa potensi yang besar ini otomatis menjadikan generasi milenial sebagai kekuatan yang potensial menciptakan pemilu yang aman dan damai serta berjalan dengan sukses. Masalah hoaks telah membuat keresahan dan mengancam keamanan tidak hanya saat pemilu saja, jika generasi milenial sudah melek literasi digital otomatis bisa membuat daerah aman dan tertib.

“Saat ini ribuan berita hoaks disebarkan lewat media sosial setiap hari, generasi milenial harus bisa menyaring informasi yang diterima. Generasi milenial juga bisa aktif membuat konten-konten positif dan kreatif, buat cerita yang menarik lewat video, ini bisa mengimbangi berita hoaks yang beredar menjelang Pemilu,” kata Anas.

Bupati Banyuwangi yang telah menjabat sejak Tahun 2010 tersebut mengajak para generasi milenial untuk lebih peduli pada perhelatan Pemilu tanggal 17 April 2019 mendatang. Menurutnya hak politik kaum milenial bisa disalurkan dengan berbagai cara yang kreatif.

“Acara ini digelar dengan tujuan memberikan pemahaman kepada generasi milenial menggunakan internet yang baik dan bijak, kita ingin masyarakat paham informasi beredar di medsos mengenai pemilu seperti apa,” ungkap  Indriyanto Banyumurti perwakilan dari ICT Watch.

Roadshow Literasi Digital #semaidamai ini merupakan sebuah rangkaian acara, selain Seminar Nasional Pandu Digital ada juga acara Car Free Day untuk memberikan edukasi ular tangga internet sehat kepada keluarga dan anak-anak, yang dilanjutkan diskusi santai terkait kondisi media sosial saat ini dengan generasi milenial Banyuwangi.

Kegiatan yang diikuti 200 generasi milenial Banyuwangi ini digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Komunitas Siberkreasi, dan ICT Watch. Selain di Banyuwangi acara ini digelar di berbagai kota besar lainnya di Indonesia seperti Bandung, Depok, Bekasi, Magelang, Semarang, Denpasar, dan Palembang. (lry)