AICTA 2018 Dinilai Lebih Berkualitas dan Inovatif Dibandingkan Tahun-Tahun Sebelumnya

Bali – AICTA 2018 semakin berkualitas dan memiliki nilai tambah dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari karya dan inovasi yang dinilai dapat menjawab kebutuhan dan tantangan masyarakat saat ini. Demikian disampaikan oleh Menkominfo, Rudiantara dalam Konferensi Pers ASEAN TELMIN 2018 di Restoran Bebek Bengil, Ubud, Gianyar, Bali (6/12). AICTA 2018 digelar sebagai side event Sidang Pertemuan ASEAN TELSOM-19/TELMIN-18. Pemberian penghargaan AICTA 2018 telah diselenggarakan pada tanggal 5 Desember 2018 di Njana Tilem Museum, Bali.

AICTA sendiri merupakan event tahunan yang digagas oleh para menteri ICT di ASEAN. AICTA bertujuan memacu pertumbuhan kreatifitas dan inovasi di bidang ICT. Ada enam kategori yang dilombakan pada AICTA 2018, yaitu public sector, private sector, CSR, digital content, startup company, dan research and development.

Pada AICTA 2018,  Indonesia berhasil meraih penghargaan 1 Gold, 2 Silver dan 2 Bronze. Berikut ini daftar pemenang AICTA 2018:

WINNERS

Kategori: Public Sector

Gold      : e-Tanah System (Malaysia)

Silver    : Pilkada e-Voting (Indonesia)

Bronze  : I’m Road Safety Savvy (Singapore)

Kategori: Private sector

Gold      : Aruna Indonesia (Indonesia)

Silver     : UOB Robotics Process Automation – “Amy and Eve” (Singapore)

Bronze  : Timemint (Thailand)

Kategori: CSR

Gold      : Ondoctor Healthcare App (Myanmar)

Silver    : Gifood (Indonesia)

Bronze  : Edubraille (Indonesia)

Kategori: Digital Content

Gold      : Vr Sim. Training (Thailand)

Silver    : November 10th (Battle of Surabaya) (Indonesia)

Bronze  : Riri Storybooks (Indonesia)

Kategori: Startup Company

Gold      : Shwe Bite (Myanmar)

Silver     : Refinn (Thailand)

Bronze  : Sellution (Indonesia)

Kategori: RnD

Gold      : ICS: Blockops (Singapura)

Silver     : Anatomynow (Vietnam)

Bronze  : Kids Up (Thailand)

Menurut Menkominfo beberapa produk inovasi diharakan dapat diimplementasikan karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Contohnya adalah e-Tanah yang dapat diimplementasikan di Indonesia yang sedang gencar-gencarnya melaksanakan program sertifikasi tanah. Setelah sebelumnya 5 juta sertifikat diserahkan kepada masyarakat, tahun ini pemerintah menargetkan 7 juta sertifikat dan tahun depan 9 juta sertifikat.

AICTA juga diharapkan dapat meningkatkan peluang bisnis, memperkuat hubungan perdagangan dan ekosistem antar anggota ASEAN, sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN. (cdp)

Sumber: www.kominfo.go.id