Kementerian KOMINFO Fasilitasi Petani Go-Online di Kabupaten Batang

Batang – Dalam rangka mendukung program pengembangan Ekonomi Digital khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi, Kementerian Kominfo bekerjasama dengan Startup Digital Sektor Pertanian 8Villages, melaksanakan kegiatan Fasilitasi Aplikasi Marketplace Pertanian Nasional, Aplikasi Penyuluhan Pertanian Online, dan Aplikasi Informasi Pengendalian Stok untuk mendukung Petani Go Online di Kabupaten Batang. Tema dari kegiatan ini adalah Transformasi Edukasi Metode Penyuluhan Pertanian. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari, bertempat di Pendopo Kantor Bupati Batang dan dihadiri oleh 100 penyuluh pertanian serta 600 petani yang berasal dari 15 kecamatan di kabupaten Batang, Jawa Tengah (17/9).

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Batang,  H. Wihaji pada sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa penyuluh adalah awal harapan yang akan melakukan pendampingan kepada petani untuk menyukseskan program-program pemerintah di bidang pertanian. Jumlah penyuluh pertanian di Kabupaten Batang berjumlah 103 orang yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Batang. Saat ini kita memang dipaksa harus menggunakan teknologi terlebih telah memasuki era revolusi industri 4.0. Dengan merasakan manfaat nyata dari pemanfaatan teknologi seperti bertambahnya pendapatan petani melalui penjualan online dan perluasan akses pasar,  diharapkan literasi teknologi kepada petani dapat menyebar dan lebih cepat diimplementasikan. Intinya adalah membuat petani merasakan manfaat teknologi. “Jaman sudah berubah, mindset dan perilaku kita harus berubah untuk mampu mengikuti perkembangan teknologi”, ujar Bupati.

Nizam Waham selaku Plt. Direktur Ekonomi Digital, menjelaskan bahwa visi dan misi Presiden Jokowi untuk mendukung pengembangan ekonomi dan perwujudan Indonesia sebagai Energi Digital Asia pada tahun 2020. Perekonomian digital diprediksi akan menyumbang US$150 miliar terhadap PDB Indonesia. Presiden Jokowi mendorong pemanfaatan peluang di era ekonomi digital ini yang nilainya diproyeksikan mencapai 1.700 triliun. Asumsinya, apabila 10 persen saja dari nilai tersebut dapat dinikmati oleh para petani maka petani di Indonesia dapat sejahtera. Oleh karena itu, ada tiga syarat bagi petani agar maju dan sejahtera, yaitu: “keinginan untuk mau belajar”, “keinginan untuk membeli sarana komunikasi” dan “keinginan mau berubah”.

Saat ini Kementerian Kominfo bersama Kementerian Pertanian telah menginisiasi 4 inisiatif digital pada sektor strategis pertanian, yaitu:

  1. Pertanian presisi (meningkatkan produktivitas petani melalui aplikasi analisis)
  2. Hub digital pertanian (menggunakan platform digital untuk menghubungkan rantai pasok pertanian)
  3. Keuangan mikro pertanian (mengenalkan aplikasi digital keuangan mikro di sektor pertanian)
  4. Lelang pertanian digital (menggunakan aplikasi digital untuk lelang komoditas pertanian)

Dampak digitalisasi di sektor pertanian diharapkan memberikan dampak positif kepada pelaku pertanian, khususnya petani, yaitu:

  1. Memotong rantai pasok pertanian, dengan menghubungkan petani langsung dengan konsumen
  2. Mensejahterakan petani dengan mendapatkan harga jual yang lebih baik
  3. Meningkatkan produktivitas pertanian, dan akses permodalan dengan lebih cepat dan tepat. Dengan adanya kegiatan ini, penyuluh pertanian diharapkan dapat membantu memberikan informasi kepada petani terkait petani go online. Apabila teknologi digital ini digunakan dengan sebaik-baiknya, maka kedepannya dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.

Kerjasama dengan Kementerian Pertanian

Pada kegiatan tersebut Kementerian Kominfo juga menggandeng Kementerian Pertanian. Zainul Azmi, Kasubbag Perencanaan Wilayah 1, Bagian Perencanaan Wilayah Biro Perencanaan Kementerian Pertanian, menjelaskan tentang membangun kawasan pertanian dengan mengkorporasikan petani melalui peningkatan skala usaha tani, daya saing dan industrialisasi hulu-hilir. Kebijakan Kementerian Pertanian dalam mengkorporasikan petani adalah dengan:

  1. Mempercepat industrialisasi petani
  2. Peningkatan skala usaha dan daya saing produk
  3. Meningkatan kelembagaan ekonomi petani dan kapasitas sdm
  4. Peningkatan penyediaan prasarana dan sarana pertanian
  5. Meningkatan kerjasama pemasaran
  6. Penguatan dukungan modal dan teknologi
  7. Peningkatan pembiayaan usaha tani
  8. Digitalisasi pertanian

Kegiatan ini dilanjutkan dengan pendampingan pemanfaatan aplikasi PETANI dan AGROMAP STARTER yang tersedia untuk umum dan dapat diunduh di play store. Aplikasi tersebut difungsikan sebagai media penyuluhan pertanian online melalui tanya jawab, artikel, dan video budidaya pertanian serta memudahkan penyuluh melakukan pendataan lahan petani yang nantinya akan dapat membentuk peta pertanian yang terdiri dari ketersediaan lahan, masa panen, dan jenis komoditi untuk masing-masing wilayah sehingga memudahkan dalam pengambilan kebijakan terkait pengembangan dan peningkatan kesejahteraan petani. (liw)