Menkominfo Tegaskan Pentingnya Tangani Konten Negatif

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, usai menghadiri pertemuan World Economic Forum (WEF) Global Coalition on Digital Safety Inaugural Meeting 2021 yang berlangsung virtual dari Jakarta, Kamis (16/09/2021) malam. - (Foto: AYH)

Jakarta, Ditjen Aptika – Isu terkait Penghapusan Konten Negatif turut mewarnai pemberitaan pada 24 jam terakhir. Pemberitaan yang disorot seputar penghapusan konten negatif dan pemblokiran 3 aplikasi yang tidak senonoh.

Media mengangkat pernyataan Menkominfo, Johnny G. Plate yang mengatakan bahwa dengan bermigrasinya aktivitas ke media komunikasi daring selama pandemi meningkatkan paparan konten negatif ke pengguna internet.

Menkominfo menegaskan bahwa pentingnya mengangani konten negatif yang terkait dengan Covid-19 karena bisa mempengaruhi upaya masyarakat dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar.

“Konten seperti itu sangat berbahaya karena dapat menghalangi masyarakat untuk mengambil keputusan yang tepat berdasarkan sumber informasi yang benar, yang pada akhirnya akan mengahambat upaya kita guna memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19,” Kata dia yang dikutip oleh Merdeka, Senin (20/09/2021).

Menkominfo mengajak semua pihak meningkatkan kolaborasi untuk melindungi pengguna internet dari konten dan interaksi yang berbahaya. Konten-konten berbahaya sendiri bisa berupa misinformasi, ekstremisme, kekerasan dan terorisme, serta eksploitasi anak-anak secara daring.

Roadshow Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital di Jawa Barat

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate dalam Seminar Web bersama Otoritas Jasa Keuangan, dari Jakarta, Jumat (27/08/2021). (Foto: WB)

Isu mengenai startup digital juga ramai diberitakan media selama 24 jam terakhir. Media mengangkat Kemkominfo melakukan Roadshow Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital di Jabar. Pada Jumat (17/9/2021), roadshow berlangsung di Kota Cimahi secara hybrid dari Gedung Cimahi Techno Park.

Plt. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyambut baik dan mendukung penuh Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital. Sebab, gerakan tersebut dinilai dapat meningkatkan ekonomi digital serta memajukan inovasi sekaligus kreativitas digital di Bandung Raya, khususnya Kota Cimahi.

“Kolaborasi ini merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk memajukan inovasi dan kreativitas yang menjadi pilar Kota Cimahi yang lebih maju, berinovasi, dan kreatif,” kata Ngatiyana dikutip oleh Sindonews.com, Senin (22/09/2021).

Menurutnya, pihaknya sangat beruntung karena wilayahnya dijadikan tempat untuk Roadshow. Ia optimistis kota Cimahi dapat melahirkan startup yang mampu bersaing di level internasional sekaligus meningkatkan perekonomian daerah. Selain itu, ia menuturkan bahwa kolaborasi menjadi faktor utama untuk memulihkan perekonomian Indonesia yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. (pag)

Print Friendly, PDF & Email