Pandu Digital Kab. Pinrang Bina UMKM Lokal Gunakan Model Bisnis Canvas

Acara Pendampingan dan Pemberdayaan Pandu Digital Indonesia, di Kampung Digital Benteng, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Kamis (22/04/2021).

Pinrang, Ditjen Aptika – Pandu digital Kabupaten Pinrang membina para pelaku UMKM setempat untuk membangun usahanya menggunakan model bisnis canvas. Hal itu penting sebelum masuk ke dalam ranah digital.

“Model bisnis canvas merupakan dasar dalam berusaha, jadi sebelum masuk ke dunia digital harus dimatangkan konsep usaha yang akan kita bangun. Ketika konsepnya sudah matang baru explore ke ranah digital,” papar Pandu Digital Kabupaten Pinrang, M. Natsir, saat acara Pendampingan dan Pemberdayaan Pandu Digital Indonesia, di Kampung Digital Benteng, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Kamis (22/04/2021).

Pada awal membangun usaha, lanjutnya, banyak yang tidak memikirkan terlebih dahulu siapa yang akan membeli produknya. Namun model bisnis canvas tidak, para pengusaha harus merancang mulai dari jenis kelamin, usia, letak geografis, psikologi, status sosial, hingga tingkat ekonomi calon pembeli.

Model bisnis canvas sendiri terdiri dari sembilan bagian utama, yakni Customer Segments, Value Propositions, Channels, Customer Relationships, Key Activities, Key Resources, Key Partners, Revenue Streams, dan Cost Structure.

Natsir pun menjelaskan masing-masing bagian kepada para peserta yang merupakan para pelaku UMKM di Kabupaten Pinrang. “Customer segments ialah segmentasi pasar yang kalian targetkan untuk menggunakan produk. Mulai dari jenis kelamin, umur, hingga daerah asal,” tuturnya.

Pandu Digital Kab. Pinrang, M. Natsir (atas) saat mengajarkan Model Bisnis Canvas (22/4).

Selanjutnya value propositions, merupakan apa yang menjadi keunggulan produk yang ditawarkan kepada konsumen, apa yang menjadi pembeda dan apa solusi yang ditawarkan. Setelah mengetahui keunggulan produk, barulah ditentukan bagaimana cara menjual produk.

Hal yang tidak kalah penting, bagaimana cara menarik konsumen baru dan membuat semua pelanggan tetap loyal. Setelah itu ada tiga hal yang perlu diperhatikan yakni aktivitas, sumber daya, dan mitra kunci dalam berusaha.

“Apa aktivitas utama dalam usaha kalian? Apa saja sumber daya yang paling dibutuhkan? Siapa mitra yang bisa mendukung?” tanya Natsir.

Terakhir tentang pemasukan dan pengeluaran, pelaku usaha harus dapat memetakan darimana saja mendaparkan pemasukan dan biaya apa saja yang perlu dikeluarkan.

Dengan tersusunnya model bisnis canvas, itu bisa menjadi acuan dalam menjalankan usaha. “Model bisnis canvas merupakan poin-poin rahasia dari suatu perusahaan, sehingga tidak boleh diketahui banyak pihak,” sarannya.

Lihat juga: Pandu Digital Ajarkan Warga Surakarta Memulai Bisnis Daring

Pada kesempatan tersebut, Koordinator Pandu Digital Kemkominfo, Bambang Tri Santoso turut meninjau dan berdiskusi dengan para pelaku UMKM yang membawa langsung produknya ke lokasi. Ia pun menjawab pertanyaan pelaku UMKM yang meminta binaan dari pemerintah pusat.

“Tentu sangat pas keberadaan Pandu Digital dan Gradasi untuk dapat mengawal dan membina para pelaku UMKM di Kabupaten Pinrang ini. Satu dari lima sektor yang dikawal oleh Pandu Digital adalah UMKM,” jawab Bambang.

Ia juga menjelaskan di Ditjen Aptika Kemkominfo ada Direktorat Ekonomi Digital yang salah satu tugasnya adalah mengembangkan UMKM, khususnya pada adopsi teknologi. “Pesan saya untuk generasi muda di Kab. Pinrang untuk tidak takut bermimpi memiliki usaha,” pungkasnya. (lry)

Galeri foto Pemberdayaan Pandu Digital Indonesia di Kabupaten Pinrang

Pemberdayaan Pandu Digital Kab. Pinrang
Koordinator Pandu Digital meninjau pameran UMKM lokal bersama Sekda Kab. Pinrang
« of 16 »

 

Print Friendly, PDF & Email