Pandu Digital Beri Pendampingan Desa Digital di Pemalang

Acara Pandu Digital Goes to Village Rabu (02/09/2020).

Jakarta, Ditjen Aptika – Kementerian Kominfo melalui Pandu Digital memberikan pendampingan desa-desa di Kabupaten Pemalang untuk mengembangkan desanya menjadi desa digital.

“Pandu Digital melakukan berbagai upaya dalam melakukan pendampingan desa digital di Kabupaten Pemalang. Mulai dari meningkatkan pemahaman literasi digital di desa, hingga mendorong para penduduknya menjadi wirausaha daring,” papar Koordinator Pemberdayaan Komunitas TIK, Bambang Tri Santoso, saat acara Pandu Digital Goes to Village, Rabu (02/09/2020).

Bambang kemudian menjelaskan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan Pandu Digital dalam rangka mendukung pengembangan desa digital di Kabupaten Pemalang. “Dalam rangka pendampingan desa digital, Pandu Digital bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Informatika dan Desa (Puspindes) Kabupaten Pemalang. Kegiatan dilaksanakan pada lima desa terpilih dengan metode dua kali pertemuan di setiap desa,” terangnya.

“Ada lima desa dengan rata-rata peserta per-desanya 50 orang. Mereka dilatih dari hal dasar seperti mengenal internet, membuat e-mail, foto produk, hingga pengenalan berjualan di market place,” lanjut Bambang.

Tujuan dari kegiatan tersebut selain untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan di bidang TIK, juga untuk menumbuhkan jiwa wirausaha dalam rangka peningkatan ekonomi melalui pemanfaatan TIK.

Pandu Digital Pemalang juga membuat market place lokal yang bernama Infopasardesa, sehingga mereka bisa belajar memasukan produk jualan mereka. (2/9).

Selain itu, menurut Bambang, Desa Digital harus memiliki Sistem Informasi Desa (SID) yang merupakan indikator pelayanan suatu desa sudah bisa dilakukan secara daring. “Jadi indikatornya bukan hanya punya akses internet, tapi juga memiliki SID,” tuturnya.

Lihat juga: Pandu Digital Harus Dapat Tentukan Segmentasi Literasi Digital

Tidak hanya fokus pada pengembangan desa digital, Pandu Digital juga turut melalukan pendampingan Desa Wisata bagi desa di Indonesia yang memiliki potensi pariwisata. Salah satu desa yang telah dilakukan pendampingan oleh Pandu Digital ialah desa di Kabupaten Lombok Tengah.

“Pandu Digital turut mendukung pilot project pengembangan kewirausahaan sektor pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah. Ada 200 orang peserta untuk menjadi Pandu Digital yang berasal dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), mahasiswa, dan masyarakat umum,” jelas Bambang.

Dalam melakukan kegiatan tersebut Pandu digital bekerja sama dengan Dinas Kominfo Lombok Tengah, Relawan TIK Provinsi NTB, Badan Promosi Pariwisaa daerah Lombok Tengah, dan Komunitas Berugak Lombok.

Bambang mengajak para generasi muda untuk bergabung dengan Pandu Digital untuk turut berkontribusi membangun bangsa dan negara.

“Nama Pandu Digital diambil dari kata pandu di lagu Indonesia Raya. Artinya kita sebagai warga negara Indonesia mempunya kewajiban berkontribusi membangun Indonesia,” pungkas Bambang.

Kasubdit Kerjasama dan Kemitraan Masyarakat Desa Kemendes PDT dan Transmigrasi, Suhandani (2/9).

Sementara itu Kasubdit Kerjasama dan Kemitraan Masyarakat Desa, Kemendes PDT dan Transmigrasi, Suhandani, mengatakan kehadiran Pandu Digital membantu arah kebijakan Kemendes PDT dan Transmigrasi dalam memperkuat masyarakat sebagai subjek pembangunan.

“Pembangunan SDM unggul Indonesia dimulai dari desa, dan harus dikerjakan terpadu lintas sektor. Kami berterima kasih atas bantuan yang dilakukan Pandu Digital dalam mendukung penguatan pariwisata dan digitalisasi desa,” terang Suhandani.

Dalam kesempatan tersebut Suhandani juga menyampaikan kegiatan prioritas yang dilakukan Kemendes PDT dan Transmigrasi dalam hal penguatan digitalisasi dan pariwisata desa.

“Dalam hal digitalisasi desa kami mendorong terciptanya sistem informasi desa, website desa, radio komunitas, serta pengelolaan informasi dan komunikasi lainnya yang sesuai dengan kewenangan desa,” ungkapnya.

Sementara dalam bidang pariwisata, kegiatan prioritas pembangunan desa wisata ialah pembangunan pondok wisata (homestay), penyediaan toilet, penyediaan kios cenderamata, panggung kesenian, maupun pusat jajanan kuliner.

“Sudah saatnya masyarakat desa melek IT dan sudah saatnya potensi desa seperti desa wisata dikelola dengan baik, karena dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa lebih maju dan mandiri,” tutup Suhandani. (lry)