Ketika Platform Digital Bersatu Perangi Covid-19

Para CEO Platform Digital saat Konferensi Pers Dukungan Platform Digital untuk Social Distancing.

Jakarta, Ditjen Aptika – Siang hari yang cerah pada hari Senin menunjukan pukul 14 lebih 30 menit. Di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo tampak Menteri Kominfo Johnny G. Plate berbalut pakaian putih didampingi oleh Dirjen Aptika Semuel A Pangerapan, bersama beberapa CEO dari berbagai platform digital tengah bersiap melakukan konferensi pers.

Pada hari-hari biasanya, konferensi pers akan penuh sesak oleh para wartawan dari berbagai media mainstream maupun lokal, serta beberapa karyawan maupun pejabat terkait. Namun siang itu suasana terlihat jauh lebih sepi dari biasanya. Tidak terlihat para wartawan yang berbondong-bondong membawa kamera lengkap dengan buku catatan dan sound recorder-nya.

Ya, Indonesia bahkan dunia saat ini sedang diserang pandemi Covid-19, sehingga pemerintah melalui Presiden RI Joko Widodo menghimbau untuk melakukan social distancing. Sebuah gerakan untuk mengurangi aktifitas di luar rumah.

Tidak heran jika konferensi pers yang dilakukan siang ini terasa sepi karena tidak dihadiri oleh para wartawan dan hanya disiarkan secara streaming oleh kanal Youtube Kemkominfo.

Dengan berbalut masker di wajah dan disorot beberapa kamera perekam, Menkominfo membuka konferensi pers dan menjelaskan pada khalayak bahwa demi mendukung gerakan social distancing, para platform digital mendukung sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Dukungan yang diberikan beragam, mulai dari menyediakan berbagai fasilitas, hingga menghimpun dana untuk dapat didonasikan.

Gojek

Chief of Public Policy and Goverment Relation Gojek, Sintho Nugroho, menjadi perwakilan platform digital yang berbicara. Dengan setelan casual khas pegawai startup, baju hitam bertuliskan Gojek dan celana ¾ yang dipakainya Sintho mulai berbicara.

“Kami dari Gojek memiliki komitmen untuk melawan Covid-19, dan kami yakin pandemi ialah sesuatu yang harus kita hadapi bersama-sama sebagai sebuah bangsa. Gojek baik secara independen maupun melalui kerjasama dengan partner memiliki beberapa langkah, salah satunya ialah dengan tiga pilar,” jelasnya.

Dengan percaya diri kemudian Sintho menjelaskan tiga pilar Gojek dalam melawan pandemik Covid-19 yang baru saja dikatakannya, isinya yaitu:

  1. Gojek mendukung gerakan social distancing #dirumahaja untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Gojek siap mendukung berbagai aktifitas social distancing masyarakat dengan tetap memberikan layanan prima bagi mereka yang bekerja, belajar, dan berdoa dari rumah. Gojek memiliki tim yang bekerja 24 jam/hari untuk melayani masyarakat Indonesia.
  2. Gojek membuat fitur baru, yaitu Go-Food contact less deliver. Fitur tersebut dilakukan untuk mengurangi transmisi Covid-19, sehingga ketika masyarakat memesan makanan melalui Go-Food, masyarakat dapat memilih sendiri apakah ingin contact less atau tidak. Jika ingin, masyarakat dapat meminta driver untuk meletakkan makanan tersebut di depan pintu rumah, menitipkan di receptionis, dan pilihan yang tersedia lainnya. agar tidak bertemu langsung. Gojek juga menghimbau pembayaran juga melalui Gopay atau Paylater untuk menghindari kontak langsung, karena uang juga dapat menjadi sarana penyebaran.
  3. Gojek menyiapkan modul atau panduan bekerja dari rumah, sampai saat ini panduan tersebut sudah di unduh oleh lebih dari 7.000 pembaca.

Tidak berhenti sampai di situ, Sintho juga mengatakan bahwa Gojek turut mengingatkan konsumennya melalui in app notification untuk tetap melaksanakan gaya hidup sehat, berupa tips-tips sederhana menjaga diri, menjaga komunitas/lingkungan sekitar, dan menjaga keluarga dari penularan Covid-19.

“Kami juga sudah memberikan hands sanitizer dan telah menyiapksan prosedur dan starndarisasi higienitas kepada seluruh merchant Go-Food. Untuk layanan transportasi Gojek juga telah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menyediakan masker dan penutup kepala untuk para mitra Go-Ride, serta melakukan disinfektan untuk kendaran roda empat dan kendaran roda dua,” jelas Sintho dengan yakin.

Gojek juga telah memberikan bantuan skema intensif bagi partner gojek yang positif terkana Covid-19.

Meskipun Konferensi pers dilakukan tanpa hadirnya wartawan, tapi bukan berarti tidak ada pertanyaan yang muncul. Kominfo sebagai garda terdepan pendukung transformasi digital telah menyiapkan kondisi dimana para wartawan tetap bisa menyimak dan memberikan pertanyaan secara digital.

Ada beberapa pertanyaan yang muncul untuk Gojek terkhusus kepada Sintho, seperti soal helm yang digunakan oleh mitra Go-Ride secara bergantian, bagaimana solusi untuk menghindari hal tersebut?

Sintho menjawab secara hati-hati, bahwa untuk penggunaan helm pihaknya telah melakukan edukasi kepada para mitra Go-Ride untuk melakukan penyempritan disinfektasi pada helm setiap selesai dipakai. Selain itu para mitra Go-Ride juga akan selalu menawarkan penutup kepala untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 pada helm.

“Namun tidak sedikit pula para penggemar membawa helm sendiri,“ ucapnya sambil sedikit tertawa. Sintho menjelaskan mengapa dirinya menyebut penggemar, karena para konsumen gemar sekali memakai platformnya tersebut, sehingga disebut “penggemar”.

Gojek juga bersama platform lainnya yaitu Halodoc bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, menghadirkan layanan Telemedicine.

“Tidak semua orang harus ke rumah sakit, tidak semua orang harus di tes, tapi semua orang berhak mendapatkan informasi, untuk itu kita menghadirkan layanan tersebut,” tutup Sintho.

Halodoc

Hal tersebut diamini oleh CEO Halodoc Jonathan Sudharta, yang kali ini bergantian bertukar posisi dengan Sintho di mimbar. CEO dari Platform Digital yang berdiri dari tahun 2016 tersebut saat ini sudah di unduh oleh lebih dari satu juta pengguna tersebut mengatakan.

“Hari ini kami telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Gojek dan Kementerian Kesehatan untuk menjadi mitra resmi dalam membantu menyebarkan informasi dan menyediakan jasa konsultasi pasien-pasien terindikasi Covid-19,” katanya.

Jonathan yang pada hari itu juga memakan pakaian khas pegawai startup. Dengan baju berwarna merah terang bertuliskan Halodoc, mengatakan siap mendukung pola hidup yang baru (social distancing) untuk memerangi Covid-19. Halodoc memiliki 120.000 dokter, sehingga pasien dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter di Halodoc.

“Bahkan jika diperlukan dokter dapat memberikan resep dan obat bisa diantar kerumah, jadi Social Distancing bisa dilakukan dengan baik,” tegasnya.

Ruang Guru

Giliran platform digital dari sektor pendidikan Ruang Guru yang maju ke mimbar untuk menjelaskan. Sebagai informasi, Platform digital yang didirakan sejak tahun 2014 tersebut merupakan platform digital terbesar di Indonesia yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan. Ruang Guru telah memiliki lebih dari 15 juta pengguna serta mengelola 300.000 guru yang menawarkan jasa di lebih dari 100 bidang pelajaran.

Sama seperti Gojek dan Halodoc, Ruang Guru juga berkomitmen memberikan dukungan terhadap pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19. Khususnya mendukung kegiatan belajar para siswa termasuk dalam kondisi seperti ini, dimana dengan banyak sekolah ditutup untuk menghindari penyebaran pandemik Covid-19.

“Ruang Guru sejak minggu lalu menyediakan sekolah online sebagai alternatif belajar bagi para siswa di tengah pandemi Covid-19. Sekolah online Ruang Guru diperuntukkan bagi siswa kelas 1 sampai dengan kelas 12, beroperasi  dari hari senin sampai dengan jumat. Jam operasionalnya pun disesuaikan dengan jam sekolah, yaitu pukul 8 pagi sampai siang,” jelas Co-Founder/Chief of Product and Partnership Ruang Guru Iman Usman.

Iman dengan penuh semangat juga menjelaskan bahwa para siswa dapat mengikuti sekolah daring tersebut dengan cara menonton penjelasan dari guru-guru terbaik yang dimiliki oleh Ruang Guru, serta mengikuti latihan-latihan soal yang ada, sehingga proses belajar tidak terganggu.

Imran pun menambahkan bahwa komitmen Ruang Guru tidak hanya untuk para siswa, untuk para guru pun juga dibuka layanan pelatihan guru gratis berbasis mobile yang diberi nama Indonesia Teaching Fellowship. Terdapat 250 modul pelatihan guru, mengikuti berbagi bidang, sehingga walaupun guru di rumah guru tetap bisa meningkatkan kompetensinya.

Terakhir, untuk mendukung para pekerja, Ruang Guru juga memiliki program skill academy, berupa kelas gratis (untuk waktu terbatas) dari berbagai bidang untuk mendukung para pekerja yang sedang melakukan work from home.

Tokopedia dan Bukalapak

Pada sektor Market Place Tokopedia yang diwakili oleh Co-founder and Vice-Chairman Leontinus A. Edison menyatakan mendukung arahan pemerintah untuk melakukan social distancing.

Leontinus bercerita bahwa Toopedia sudah melakukan work from home terhitung sejak tanggal 16 maret 2020.

“Meskipun work from home, kami 100% full capacity. Telah menjadi komitmen kami dalam memberikan layanan. Kami juga sudah dan terus berkoordinasi dengan mitra logistik dan pengiriman untuk tetap melakukan prosedur kebersihan dan kesehatan dengan baik,” ujarnya.

Leontinus juga mengatakan bahwa Tokopedia telah menghimbau kepada merchant yang ada di platform tersebut untuk melaksanakan etika bisnis yang baik, serta menjaga harga barang tidak melambung tinggi.

“Kami memantau secara berkala melalui sistem big data kami, jika ada merchant yang menaikan harga secara tidak wajar. Jika masih lolos dari sistem, kami juga memiliki fitur laporkan,” ungkapnya.

Dengan fitur laporkan tersebut, Tokopedia mencoba mengajak masyarakat secara proaktif melaporkan kepada pihak Tokopedia jika ada merchant-merchant nakal yang memanfaatkan situsai ini untuk menaikan harga secara tidak wajar.

Pada saat menjelaskan hal ini, Leontinus mendapatkan pertanyaan dari wartawan secara daring mengenai jumlah merchant yang sampai saat ini telah ditindak tegas oleh Tokopedia terkait dengan kenaikan harga tersebut. “Hingga saat ini sudah puluhan ribu yang kami blokir,” tegasnya.

Tokopedia juga telah berdonasi secara mandiri melalui we care untuk pengadaan APD bagi tenaga medis. Selain itu Tokopedia juga mengajak 90 juta pengguna untuk bersama-sama berdonasi untuk penanganan Covid-19.

Senada dengan Tokopedia, Bukalapak juga melakukan kampanye sahabat sehat penyebaran informasi mengenai korona dengan nama pantau corona. Untuk pelapak dan mitra warung ada edukasi untuk bagaimana menangani bisnis dalam kondisi pandemik seperti ini.

“Kami juga membantu badan sosial dalam hal pengumpulan sumbangan,” ucap CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin.

Grab

Tidak hanya platform digital dalam negeri, Grab juga turut membantu Pemerintah Indonesia dalam melawan pandemi Covid-19. Grab setidaknya menyiapkan 7 langkah yang disampaikan melalui Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno, yang menyusul hadir dan bergabung dalam konferensi pers ini

Adapun tujuh langkah yang disiapkan oleh Grab, seperti:

  1. Sama seperti Gojek, Grab menghadirkan fitur pengiriman tanpa kontak (contact less). Para pengguna akan merasa aman, baik makanan atau barang. Pembayaran juga diarahkan melalui uang digital bekerjasama dengan platform digital lainnya yaitu OVO.
  2. Grab juga menghadirkan layanan I health care, yang membantu memberikan layanan konsultasi kesehatan. Hal tersebut dalam rangka mengurangi beban di pusat layanan kesehatan pemerintah saat ini.
  3. Grab juga menyadari bahwa tanpa mitra platformnya bukanlah apa-apa, untuk itu perlindungan mitra pengemudi sangat diperhatikan. Hal tersebut dapat dilihat dari pembagian 100.000 masker dan tutup kepala untuk mitra grab bike, serta pembagian hands sanitizer pada 14 titik di Jakarta.
  4. Grab juga sangat memperhatikan higienitas makanan, akan ada pengecekan suhu bagi mitra yang mengambil dan mengantar makanan, untuk memastikan mereka dalam kondisi sehat. Tidak hanya sampai disitu, makanan pun akan selalu di cek dari fasilitas grab kitchen.
  5. Grab juga secara aktif memberikan edukasi kebersihan kepada mitra, tentang bagaimana menjaga kebersihan area kerja, bagaimana pola hidup bersih, pola hidup sehat, dan bagaimana cara cuci tangan yang benar.
  6. Grab juga melakukan perluasan jangkauan grab ekspress untuk mengurangi pergerakan masyarakat.
  7. Terakhir, Kebijakan kantor grab Indonesia untuk mendukung himbauan pemerintah untuk melakukan social distancing dengan memberlakukan sistem kerja split.

Para platform digital dari berbagai sektor dan bidang, dari dalam maupun luar negeri saling bahu membahu untuk memerangi pandemi Covid-19.

Tidak ada pemaksaan, tidak ada keharusan, semua berasal dari keinginan diri untuk secara bersama melawan virus yang hingga tulisan ini dibuat telah menginfeksi 294,110 orang, serta memakan korban jiwa sebanyak 12.944 orang di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri Covid-19 telah menginfeksi 579 orang, dan memakan korban jiwa sebanyak 49 orang. Oleh karena itu pemerintah melakukan kebijakan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan berdoa dari rumah.

Kita patut berterima kasih kepada platform-platform digital tersebut yang telah banyak membantu dan memberikan kemudahan bagi kita serta menunjang kebutuhan kita selama dalam masa-masa sulit seperti saat ini.

“Semua yang dilakukan oleh rekan-rekan platform digital ialah usaha bersama kita sebagai bangsa. Sekali lagi saya tegaskan perusahaan platform digital memiliki komitmen memberikan pelayanan yang baik dan memastikan tersedianya produk-produk agar demand and supply terjaga dengan baik. Selain itu juga harga-harga tetap dalam jangkauan masyarakat, dalam hal ini ada komitmen jika ada kenaikan harga yang tidak wajar akan diblokir dan ada langkah penertiban,” pesan Menkominfo Johnny G. Plate. (lry)