Potensi Internet of Thing di Bali

Plt. Direktur Pemberdayaan informatika saat menjelaskan potensi IoT di Denpasar.

Denpasar, Ditjen Aptika – Pemanfaatan teknologi Internet of Thing (IoT) saat ini didorong untuk menyediakan solusi-solusi sistem yang dibutuhkan masyarakat, misalnya dalam bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, perikanan, dan pencegahan kebencanaan. Bali merupakan daerah yang memiliki banyak potensi untuk penggunaan IoT.

“Memasuki era industri 4.0, berbagai teknologi baru telah muncul dan mulai berkembang dimasyarakat. IoT memiliki potensi besar karena belum banyak digeluti seperti e-commerce atau tourism. Bali merupakan daerah yang sangat berpotensi untuk mengembangkan produk-produk IoT ini karena memiliki kekayaan pertenakan, perikanan dan pertanian yang cukup besar,” ungkap Plt. Direktur Pemberdayaan Informatika, Slamet Santoso, pada acara Roadshow Republik of IoT 2019 di Denpasar, Sabtu (29-06-2019).

Slamet mencontohkan, di Denpasar terkenal dengan sistem irigasi sawahnya, dengan memanfaatkan IoT nantinya sistem irigasi dapat dikontrol menggunakan sebuah alat. Jadi para Subak (organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur sistem pengairan di Bali) dapat mengontrol kapan harus mengairi sawah dengan air.

Selain pertanian, Slamet juga mencontohkan mengenai peternakan. “Jadi nanti para peternak dapat memasangkan alat IoT di tubuh hewan ternak seperti sapi, nanti akan terlihat semua bagaimana perkembangan dan kesehatan sapi tersebut. Hal ini efektif untuk peternak yang memiliki hewan ternak dalam jumlah yang banyak,” tutur Slamet.

Hal menarik lain yang dipaparkan Slamet adalah penerapan IoT untuk lampu lalu lintas. Nantinya dengan IoT, lampu lalu lintas dapat diatur secara dinamis berdasarkan dengan kepadatan kendaraan.

Peserta Roadshow Republik IoT 2019 yang terdiri dari komunitas IoT.

Kementerian Kominfo menginisiasi kegiatan Republik of IoT sebagai upaya melakukan edukasi dan literasi sekaligus membuka akses teknologi terkait IoT kepada masyarakat. Serta menjadi gerakan untuk menumbuhkan ekosistem IoT sebagai pendukung utama pertumbuhan IoT di Indonesia.

Bentuk Kegiatan Republik of IoT dilakukan selama 2 hari yang diisi dengan seminar dan workshop. Seminar dilakukan untuk membuka wawasan, pengetahuan, menumbuhkan minat dan melihat berbagai peluang di bidang IoT. Workshop melibatkan para ahli dan praktisi, secara langsung melakukan praktek dan uji coba pemrograman IoT pada kit Espectro 32.

Denpasar merupakan kota kedua penyelenggaraan roadshow Republik of IoT di tahun 2019 setelah kota Semarang. Untuk tahun 2019, rencana roadshow akan dilaksanakan di lima kota, yaitu Bandung, Semarang, Malang, Denpasar, dan Medan. Kelima kota tersebut dipilih karena tingginya minat terhadap pemanfaatan IoT dan ketersediaan ekosistem pendukung IoT. (lry)