Angkutan Lebaran Tahun 2019 Tekan Kecelakaan Hingga 70%

Menteri Perhubungan Budi Karya Permadi

Jakarta, Ditjen Aptika – Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019 berhasil menurunkan angka kecelakaan secara signifikan. Sukses ini hasil perencanaan dan koordinasi terpadu instansi terkait, di tingkat pusat dan daerah.

“Sudah ditunjukkan dengan adanya suatu penurunan yang signifikan berkaitan kecelakaan hingga lebih dari 70%. Tapi kita ingin lebih dari ini ke depannya,” ungkap Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dalam Laporan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2019 yang diterima Ditjen Aptika, Kamis (20/06/2019).

Perencanaan dan koordinasi terpadu yang disiapkan dari jauh-jauh hari membuat penyelenggaraan tersebut berjalan baik. Melibatkan instansi pemerintah, TNI/POLRI, Pemerintah Daerah, BUMN, swasta, Asosiasi Operator Transportasi, Organisasi Profesi dan pemangku kepentingan lain.

Suksesnya penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tepadu tahun 2019, terhitung dari tanggal 29 Mei 2019 hingga 13 Juni 2019, dapat dilihat dari persentase perubahan sejumlah hal penting. Seperti jumlah masyarakat yang melakukan mudik dengan angkutan umum baik laut, udara, dan darat. Juga jumlah kecelakaan dan korban meninggal, serta jumlah peserta mudik gratis.

NO.

URAIAN

TAHUN

%

2018

2019

1. Jumlah Pemudik 19.845.785 19.585.377 -1,31 %
2. Jumlah Korban Meninggal 528 137 -74 %
3. Jumlah Peserta Mudik Gratis 333.049 514.290 54,42 %

Menteri Budi juga memaparkan suksesnya penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun 2019, dilatarbelakangi gencarnya pembangunan infrastruktur. Terutama jalan tol Trans Sumatera dan Trans Jawa sepanjang 1.500 KM yang menghubungkan kota Palembang, Sumatera Selatan hingga Probolinggo, Jawa Timur. Dampak langsung bagi masyarakat perjalanan menjadi lancar, selamat, aman dan nyaman.

Sedangkan fenomena naiknya tarif pesawat tidak berpengaruh besar terhadap animo masyarakat untuk mudik. Masyarakat memperoleh alternatif moda transportasi, seperti kapal, kereta api, bus, dan beberapa perjalanan mudik gratis. Penurunan signifikan terjadi dari jumlah penjualan tiket pesawat sebanyak 23,34%. (pag)