Milenial Jambi Cerdas Internet untuk Tingkatkan Potensi Daerah

Seminar Nasional Literasi Digital dengan tema Linimasa Tenang Walau Hoaks Menghadang (Foto:Indra)

Jambi, Ditjen Aptika – Generasi milenial menjadi tumpuan proses digitalisasi di berbagai daerah, salah satunya Provinsi Jambi. Generasi milenial Jambi harus cerdas menggunakan internet sejak dini, agar dapat meningkatkan potensi daerah tersebut.

“Saat ini kita berada di era revolusi Industri 4.0, era globalisasi dalam dunia modern yang penuh dengan kompetisi dan perkembangan teknologi informasi. Generasi baru terus dipersiapkan untuk melanjutkan generasi saat ini dalam menghadapi hal tersebut,” ucap Wakil Walikota Jambi Wawako Maulana saat membuka acara Seminar Nasional Literasi Digital dengan tema Linimasa Tenang Walau Hoaks Menghadang, di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Walikota Jambi, Kamis (16/05/2019).

Menurut Maulana di Kota Jambi sendiri sudah ada relawan TIK yang bergerak memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk mengembangkan usaha. Ia berharap adanya seminar ini dapat memberikan tambahan informasi dan pembelajaran yang bermanfaat bagi relawan TIK maupun peserta lain.

Wakil Walikota Jambi Wawako Maulana saat membuka acara Seminar Literasi Digital Jambi.

“Mudah-mudahan informasi yang dibagikan dalam acara ini dapat dioptimalkan dalam rangka meningkatkan kemampuan teknologi, sehingga di masa yang akan datang dapat meningkatkan potensi daerah Jambi, seperti budaya, wisata, UMKM dan lainnya,” ujar Maulana. Tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada Kominfo yang telah memfasilitasi dan mendukung kegiatan tersebut.

Bahaya dan Tips Menggunakan Internet Secara Cerdas

Plt. Direktur Pemberdayaan Informatika, Slamet Santoso yang turut hadir menjadi salah satu pembicara dalam acara Seminar Literasi Digital Jambi menjelaskan bahwa internet memiliki dampak positif dan negatif.  Tidak sedikit orang yang berhasil dan sukses dengan memanfaatkan internet sebagai modalnya. Slamet mencontohkan tokoh-tokoh seperti Nadiem Makarim pendiri Gojek, Raditya Dika novelis terkenal, Reza Nurhilman pendiri Keripik Maicih, juga Isyana Sarasvati Penyanyi yang terkenal melalui Youtube.

Namun jika tidak dimanfaatkan secara bijak dan cerdas, terdapat bahaya-bahaya yang ditimbulkan dari internet itu sendiri, seperti cyber bullying, cyber fraud, cyber gambling, cyber stalking, dan juga pornografi. Ada banyak kasus di Indonesia karena dampak-dampak negatif tersebut.

Plt.Direktur Pemberdayaan Informartika Slamet Santoso saat memberikan paparan.

Untuk itu Slamet membagikan tips bagaimana menjaga diri di internet, yaitu:

  1. Ketahui syarat dan batas usia penggunaan media sosial;
  2. Pahami peraturan terkait internet di Indonesia yang tercantum dalam UU ITE dan Permen Kominfo tentang IGRS;
  3. Simpan informasi pribadi seperti alamat, nomor telepon, e-mail, nomor kartu kredit dan lain sebagainya hanya untuk diri sendiri;
  4. Berhati-hati dalam memposting suatu konten baik tulisan atau foto di internet, pastikan hanya orang-orang yang dapat kita percaya saja yang bisa mengaksesnya;
  5. Waspada dan jangan mudah percaya dengan orang asing dari internet karena tidak semua yang kita lihat dan ketahui di internet adalah hal nyata.

Slamet juga memberikan tips bagaimana mendetksi informasi hoaks di internet, seperti:

  1. Cek alamat url, apakah berakhiran aneh seperti ‘.com.co’ dan sebagainya;
  2. Cek situs tersebut, apakah suatu situs yang kredibel dalam memberikan informasi;
  3. Cek apakah media lain juga memberitakan hal tersebut;
  4. Gunakan fact checking, coba situs Snopes.com atau FactCheck.org;
  5. Cek apakah penulis berita dan narasumbernya kredibel;
  6. Cek apakah berita tersebut menggiring emosi pembaca menjadi marah dan terprovokasi, karena informasi palsu sering membuat si pembaca menjadi tersulut emosi;
  7. Cek bagaimana penulisannya, biasanya berita palsu menggunakan capslock dan tanda seru.

Pada akhir paparan Slamet mengajak para peserta untuk mawas diri dan waspada dalam menggunakan internet, cek kebenaran berita yang mencurigakan di situs Stophoax.id dan laporkan apabila menemukan konten-konten negatif di internet pada situs aduankonten. “Ingat, saring sebelum sharing,” tutup Slamet.

Acara Seminar Nasional Literasi Digital yang dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga relawan TIK Kota Jambi diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Kota Jambi ke-73. Turut hadir Walikota Jambi H. Syarif Fasha, Kepala Diskominfo Kota Jambi Nirwan, dan Kepala Diskominfo Provinsi Jambi Nurachmat Herlambang. (lry)