Enam Tips Menjadi Pemotret Hebat

Tangsel, Ditjen Aptika – Gambar dan foto adalah bagian penting dari sebuah informasi, sehingga keterampilan untuk mengambil foto yang mampu menyampaikan fakta penting dimiliki oleh para penyaji informasi.

“Pada dasarnya kita bisa membedakan mana foto yang bagus atau tidak, bagaimana cara membuatnya itu menjadi pertanyaan selanjutnya,” ujar Hariyanto Boejl, Kepala Divisi Fotografi Media Indonesia pada acara Bimbingan Teknis Pengelolaan Data dan Website di Pustiknas Kominfo, Ciputat (15/2/2019).

Hariyanto lalu memberikan enam tips yang perlu diperhatikan seorang jurnalis agar menjadi pemotret hebat, yaitu:

  1. Memiliki memori visual yang beragam atau sangat banyak (kaya memori visual);
  2. Memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap situasi (cara melatihnya mulai dari situasi sekeliling kita);
  3. Melakukan pra visualisasi, melalui riset awal, perhatikan dalam situasi apa saja yang dapat kita ambil, ada elemen menarik apa yang dapat dimainkan;
  4. Mampu menaklukan hambatan di lapangan, misal ada obyek atau orang yang menolak untuk diambil gambar, atau membutuhkan usaha lebih seperti ketinggian atau sebuah posisi yang sulit digapai;
  5. Seorang pemotret memotret bukan untuk diri sendiri;
  6. Pergunakan sesering mungkin alat potret yang ada di genggaman.

Selain itu, lanjut Haryanto, sepanjang acara yang kita liput belum benar-benar selesai jangan pernah memasukkan kamera ke dalam tas, karena bisa jadi peristiwa penting masih akan terjadi. Mengambil foto di momen-momen yang tepat, menyajikan fakta yang dapat mengguggah orang, menjadi tugas berat seorang pemotret.

Hariyanto juga menambahkan, di era digital ini para jurnalis dituntut memiliki keahlian di tiga profesi sekaligus atau menjadi super reporter.

“Super reporter artinya merangkap sebagai reporter, fotografer dan videografer. Adaptasi ini harus dilakukan agar tetap bertahan di tengah persaingan media yang makin ketat. Prinsipnya konvergensi atau mati,” ujarnya.

Foto bersama peserta Bimtek Data dan Website Ditjen Aptika.

Bimtek Pengelolaan Data dan Website dikuti oleh para pegawai pengelola data dan website di jajaran Ditjen Aplikasi Informatika. Melalui bimtek ini diharapkan keterampilan pegawai menyajikan informasi kepada masyarakat akan semakin meningkat, cepat, dan akurat. (iws)