Pandu Digital Ajarkan Warga Surakarta Memulai Bisnis Daring

Pandu Digital Surakarta, Haryanti mengajarkan peserta cara mengemas produk UMKM secara menarik (15/04).

Surakarta, Ditjen Aptika – Pandu digital Kota Surakarta melakukan pemberdayaan kepada warga Kecamatan Banjarsari, Surakarta, untuk memulai bisnis daring. Materi yang diajarkan yaitu bagaimana memulai bisnis melalui Google Bisnisku dan mengemas desain produk secara menarik.

“Jika para warga Kecamatan Banjarsari ingin memulai bisnis daring, wajib hukumnya untuk mendaftarkan bisnisnya di Google Bisnisku. Tools ini bisa meningkatkan penjualan daring dengan cepat dan juga gratis,” jelas Pandu Digital Surakarta, M. Tunahar, saat memberikan pelatihan penggunaan Google Bisnisku, Kamis (15/04/2021).

Google Bisnisku, lanjutnya, juga dapat mempermudah calon pembeli menemukan informasi mengenai produk yang kita punya. Selain itu, Google Bisnisku juga dapat menjadi media komunikasi antara calon pembeli dan penjual.

“Para pembeli dapat memberikan ulasan terhadap produk yang mereka beli, yang akan berguna menumbuhkan kepercayaan bagi para calon pembeli lain. Selain itu, setelah bergabung dengan Google Bisnisku maka produk akan muncul di mesin pencari Google dan Google Maps,” jelas Tunahar.

Selanjutnya ia memberikan tutorial kepada peserta, bagaimana tahapan mendafatarkan usahanya ke dalam Google Bisnisku. “Agar usaha kita bisa banyak dilihat oleh calon pembeli di mesin pencari Google lakukan verifikasi dan  lengkapi semua informasi bisnis,” sarannya.

Lihat juga: Pulihkan Ekonomi, Pandu Digital Bantu Warga Aceh Kelola UMKM

Selain itu dirinya juga menyarankan agar para peserta memanfaatkan nama merek dan kata kunci, melengkapi setiap produk dengan foto, memperbanyak ulasan pembeli, hingga memasang iklan.

Tips Mengemas Produk Secara Menarik

Pada acara pemberdayaan pandu digital, para UMKM lokal di Kecamatan Banjarsari turut memamerkan produk-produk yang mereka miliki. Mulai dari makanan olahan, makanan tradisional, hingga aksesoris khas daerah.

Namun hal yang menjadi perhatian ialah bagaimana produk-produk tersebut terlihat kurang menarik dari segi pengemasan. “Rata-rata produk yang dipamerkan masih menggunakan tulisan tangan dan tidak memiliki logo,” ungkap seorang Pandu Digital Surakarta, Haryanti.

Berbagai produk UMKM rumahan di Kecamatan Banjarsari (15/04).

Menurutnya di sini tugas pandu digital untuk melakukan pemberdayaan dan mengajarkan para pelaku UMKM rumahan tersebut. Tujuannya agar mereka bisa membuat logo atau foto produk dengan baik sehingga mampu bersaing di pasar daring.

Setelah diajarkan bagaimana mengemas produk secara menarik, pelaku UMKM rumahan itu dapat mulai untuk go digital. Sehingga dapat meningkatkan pemasaran dan dapat menjadi UMKM yang naik kelas.

Dalam hal pembuatan logo dan desain secara sederhana, Haryanti menyarankan para peserta untuk mengunduh aplikasi Canva di smartphone yang mereka miliki. Setelah mengunduh, ia mengajarkan cara singkat untuk penggunaannya dan memberikan sesi praktik secara langsung.

Salah satu peserta sedang mempraktikan bagaimana mendesign logo menggunakan aplikasi Canva (15/04).

“Jika dapat mengemas produk secara menarik, maka peluang suatu produk untuk dikenal luas lebih besar. Jadi produk-produk tersebut tidak hanya dibeli oleh para tetangga, tetapi nasional bahkan internasional,” harapnya.

Selain mengajarkan cara membuat logo di aplikasi Canva, ia juga mengajarkan teknik-teknik dasar bagaimana mengambil foto yang menarik untuk produk-produk UMKM yang dipamerkan.

Lihat juga: Pandu Digital sebagai Agen Perubahan untuk UMKM Go Digital

Haryanti pun memberikan tips bagaimana produk UMKM akan terlihat menarik. Dua hal yang harus dipenuhi yaitu foto dan narasi atau caption yang menarik. “Setelah dua hal tersebut dipenuhi, gunakan media sosial untuk meningkatkan pemasaran produk,” tutupnya. (lry)

Pemberdayaan Pandu Digital Surakarta
Peserta pemberdayaan di titik pertama
« 2 of 14 »
Print Friendly, PDF & Email