Media Berperan Penting Tingkatkan Kesadaran Pelindungan Data Pribadi

Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan saat acara Webinar “Peran Media dalam Mendukung Perlindungan Data Pribadi” di Channel Youtube TV Tempo, Kamis (28/10/2021).

Jakarta, Ditjen Aptika – Keamanan data pribadi menjadi sebuah urgensi di era digital. Media mempunyai penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga keamanan data pribadi.

“Peran media dalam pelindungan data pribadi menjadi sangat krusial dan penting. Selain itu, media juga dapat memberikan masukan atau kritik untuk perbaikan-perbaikan upaya tersebut,” kata Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan saat acara Webinar “Peran Media dalam Mendukung Perlindungan Data Pribadi” di Channel Youtube TV Tempo, Kamis (28/10/2021).

Menurut Dirjen Aptika, meningkatnya aktivitas digital masyarakat membutuhkan tingkat keamanan data yang lebih tinggi. Media di satu sisi dapat memberikan pemahaman terkait ketentuan menjaga data pribadi.

“Siapapun yang mengumpulkan data pribadi wajib menjaga dan hanya boleh digunakan sesuai dengan peruntukkannya. Jika menyalahgunakan data pribadi, pihak tersebut bisa dikenai sanksi-sanksi, sehingga perlu diberikan literasi bagaimana menjaga data pribadi,” terang Dirjen Semuel.

Pemerintah sendiri memiliki peran sebagai regulator maupun fasilitator. “Sebagai regulator Kemkominfo sedang menyusun RUU Perlindungan Data Pribadi (PDP) yang komprehensif bersama DPR. Semoga saja kita bisa segera memiliki undang-undang tersebut sebagai acuan semua sektor,” ungkap Semuel.

Sedangkan sebagai fasilitator, pemerintah akan memastikan ruang digital yang aman dan nyaman bagi semua pihak. Terutama di era digital, perlu menyiapkan literasi digital dan pelatihan-pelatihan bagi masyarakat.

“Selain itu, pemerintah juga mempunyai peran sebagai katalisator dimana kita memajukan industri yang sudah berkembang, sehingga bisa berkembang lebih besar lagi,” pungkas Dirjen Aptika.

Sementara itu CEO Info Media Digital, Wahyu Dhyatmika menegaskan pentingnya UU PDP bagi masyarakat saat ini. “Kita perlu sebuah regulasi setara undang-undang untuk pelindungan data pribadi. Beberapa kejadian kebocoran data memang cukup mengkhawatirkan,” katanya.

Menurut Wahyu, perlu ada aturan main yang jelas sejauh mana data bisa dikomersialisasikan dan tanggung jawab agar data itu tidak bocor ke pihak lain. PDP pun menjadi salah satu kunci akselerasi dalam transformasi ekonomi digital.

“Jika ingin memperluas akses digital dan ekonomi digital, maka PDP jadi salah satu prasyarat penting agar masyarakat merasa aman menggunakan data. Perusahaan pun punya pedoman yang jelas untuk mengelola data pribadi dari pengguna,” tutur Wahyu.

Lihat juga: Pentingnya Pelindungan Data Pribadi di Era Digital

Namun Wahyu menilai ada potensi gesekan dalam draf RUU PDP terhadap kebebasan pers. “Diskusi terakhir dengan para pegiat pers menemui sebuah potensi masalah terkait penyalahgunaan data pribadi. Pers dalam melakukan liputan dan investigasi akan berpotensi mengekspos data pribadi,” ungkapnya.

Jalan tengahnya, menurut Wahyu, perlu dibuat klausul yang tepat dalam RUU sehingga data pribadi terlindungi dan kebebasan pers maupun keterbukaan informasi publik tetap terjaga. (raf/magang)

Print Friendly, PDF & Email