Ekosistem Digital Percepat Ekonomi di Tanah Papua

Dirjen Aptika, Semuel Abrijani Pangerapan saat wawancara talkshow Jubi TV, Kamis (07/10/2021).

Jakarta, Ditjen Aptika – Salah satu upaya mendorong percepatan perekonomian di Tanah Papua adalah menciptakan ekosistem ekonomi digital. SDM menjadi kunci dari pemberdayaan UMKM di sana.

“Ekonomi digital saat ini sudah mencapai Rp600 triliun dan pada 2025 bisa mencapai Rp1.800 triliun. Maka dari itu semua masyarakat harus diajak bertransformasi digital, agar bisa mengembangkan kapasitas termasuk di Papua,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan saat talkshow Tok-Tok Show-Show Jubi TV, Kamis (07/10/2021).

Menurutnya, transformasi digital di Tanah Papua tidak boleh ditinggalkan karena masyarakat Papua harus bisa menikmati kemudahan ataupun potensi yang ditimbulkan ke era digital khususnya ekonomi digital.

Ia pun mengutip pepatah dari Jack Ma saat berada di Tiongkok. “Kalau kita ingin membangun ekonomi digital itu ada tiga yang harus diperhatikan, yaitu infrastruktur digital, logistik dan sistem pembayarannya. Jika diterapkan ke Indonesia harus dibutuhkan satu, yaitu sumber daya manusianya supaya bisa bertransaksi,” sambung Semuel.

Dirjen Aptika menyatakan saat ini pemerintah sedang membenahi jaringan infrastruktur digital. Sebelum jaman Presiden Joko Widodo, pemerintah tidak mengembangkan infrastruktur digital karena sudah dilakukan swasta melalui izin telekomunikasi.

“Pembangunan infrastruktur digital terus dilakukan, seperti Palapa Ring, satelit, dan BTS yang akan dibangun di seluruh Indonesia. Termasuk di Papua dibangun lebih dari 5000 BTS,” tuturnya.

Menurut Semuel, aktor yang terlibat dalam ekonomi digital bisa siapa saja, dalam konteks semua orang terlibat. “Berbagi ekonomi, dimana ekonomi bukan menjadi kompetisi tetapi kerja sama dan berkolaborasi untuk mendapatkan keuntungan bersama,” tegas Dirjen Semuel.

Sementara untuk melatih keahlian digital yang dibutuhkan di Papua, Kementerian Kominfo melalui Balitbang SDM mengadakan program digital talent scholarship (DTS).

“Program ini akan diuji coba di Tanah Papua karena bisa melatih keahlian. Karena SDM ini menjadi kunci dari ekonomi digital yang nantinya bisa mendapatkan manfaat dalam keterlibatan di digital,” jelasnya.

Peningkatan kualitas SDM tidak hanya upaya dari pemerintah, tapi juga kolaboratif dengan melihat kemampuan masyarakat. Maka dari itu Kemkominfo membuka 100 pelatihan khusus untuk menguji keahlian yang dibutuhkan.

“Masyarakat harus ada kemauan untuk mengembangkan diri karena antusiasnya tinggi. Kita perlu memberikan gambaran apa yang dijanjikan transformasi digital dan menyiapkan diri menangkap potensi yang ada,” tutur Semuel.

Lihat juga: Pandu Digital Bantu Atasi Kendala Teknologi bagi Mama-Mama Papua

Ditjen Aptika sendiri telah menyelenggarakan sejumlah program, seperti Gerakan 1000 Startup Digital, literasi digital dan pelatihan UMKM untuk pengembangan ekonomi digital.

“Program 1000 Startup sudah dilakukan hybrid, literasi digital masih dilakukan daring, dan pelatihan UMKM dilakukan secara campuran daring dan luring. Program-program ini di beberapa daerah termasuk Papua sudah mulai bergulir, walaupun tidak banyak,” sambungnya.

Dirjen Aptika berharap masyarakat seluruh Indonesia bisa mengakses internet di manapun. Selain itu, narasi dan literasi digital menjadi dua hal penting untuk mempersiapkan diri menghadapi digitalisasi dan mengubah cara pandang kerja masyarakat.

“Literasi ini menyiapkan kita agar siap untuk memasuki era digital, seperti kesadaran, pengetahuan dan keterampilan tentang digital. Narasi itu bagaimana kita melihat perubahan yang terjadi,” tutup Semuel. (raf/magang)

Print Friendly, PDF & Email