Hadapi Tranformasi Digital, Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital

Tangkapan layar Dirjen Aptika, Semuel A Pangerapan, saat live streaming ID Camp 2019 Virtual Graduation Day Indosat Ooredoo, Kamis (18/06).

Jakarta, Ditjen Aptika – Indonesia membutuhkan banyak talenta digital untuk menghadapi transformasi digital. Sejumlah regulasi pun disiapkan untuk melindungi aktivitas masyarakat di ruang digital.

“Dalam proses menuju transformasi digital kita butuh 9 juta talenta digital sampai dengan tahun 2030. Artinya, setiap tahun kita harus mencetak 600 ribu talenta digital,” tutur Dirjen Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel A Pangerapan, saat live streaming ID Camp 2019 Virtual Graduation Day Indosat Ooredoo, Kamis (18/06/2020).

Dirjen Semuel pun mengapresiasi Indosat Ooredoo yang telah turut serta mencetak talenta-talenta digital Indonesia melalui program ID Camp 2019. “Program yang diselenggarakan Indosat Ooredoo ini sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo yang ingin mempercepat transformasi digital,” ungkap Dirjen Semuel.

Para narasumber dalam acara ID Camp 2019.

Semuel menegaskan Indonesia tidak dapat melakukan transformasi digital tanpa adanya infrastruktur. “Indosat Ooredoo sebagai salah satu mitra pemerintah sekaligus penyedia infrastruktur juga memiliki peran penting,” katanya.

Selain infrastruktur, disiapkan pula aplikasi sebagai tools bagi masyarakat dapat beraktivitas. Sementara untuk melindungi aktivitas masyarakat di ruang digital disiapkan berbagai regulasi.

“Kita memiliki UU ITE, PP PSTE, dan banyak PM (Peraturan Menteri) turunannya. Selain itu, saat ini kita juga sedang menyiapkan RUU PDP (Pelindungan Data Pribadi) yang akan menjamin keamanan data pribadi masyarakat Indonesia,” jelas Dirjen Semuel.

Lihat Juga: Indonesia Perlu UU PDP jika Ingin Berdaulat terhadap Data

Dirjen Semuel menambahkan, membangun ekosistem atau SDM Indonesia yang unggul dari berbagai sektor merupakan tanggung jawab pemerintah.

“Pemerintahan sendiri juga mengarah berbasis digital, untuk memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat. Juga untuk mengatur semua sumber daya yang ada untuk kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dirjen Semuel.

Pria yang akrab disapa Semmy pun memberikan selamat kepada lulusan ID Camp 2019. “Mari bangun ruang digital kita menuju Indonesia Digital Nation dengan 1.000 mimpi, 1.000 karya dan 1.000 inovasi untuk 1 Indonesia raya,” pungkasnya.

Senada dengan Dirjen Semuel, Deputi Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hari Santosa, juga mengapresiasi program ID Camp 2019. Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi digital tertinggi di ASEAN membutuhkan banyak talenta-talenta digital.

“Di tahun 2019 Kota Jakarta dinobatkan oleh konsultan startup dunia, Genome Startup, sebagai The Next Chalangger Ecosystem Of The World. Artinya Indonesia telah menjadi bagian kota startup dunia, sejajar dengan Helsinki, Guangzhou, dan Mellbourne,” papar Heri.

Heri pun mengajak masyarakat untuk mengisi meningkatnya kebutuhan talenta digital tersebut. “Perlu ada kerjasama seluruh stakeholder, seperti akademisi, bisnis, komunitas dan pemerintah,” ucapnya.

Program ID Camp 2019 Indosat Ooredoo

Indosat Ooredoo menyelenggarakan program ID Camp, yang merupakan pembelajaran coding secara online untuk mencetak 10.000 developer yang siap bersaing di era global ekonomi. Program ini dimulai sejak tanggal 2 Agustus 2019, dengan melakukan roadshow ke berbagai kampus dan komunitas pada 20 kota di Indonesia.

Program ID Camp 2019 mencatatkan pencapaian 26.714 peserta, 4.737 sertifikasi tingkat pemula, 531 sertifikasi tingkat mahir, dan 401 developer telah mendapatkan pekerjaan.

Kampus yang dikunjungi antara lain:

Sumatera:
Universitas Sumatera Utara (Medan)
Universitas Andalas (Padang)
Universitas Sriwijaya (Palembang)
Universitas Lampung (Bandar Lampung)

Jawa:
Universitas Indonesia (Jakarta)
Universitas Negeri Jakarta
Institut Pertanian Bogor
Universitas Parahyangan (Bandung)
Universitas Diponegoro (Semarang)
Universitas Sebelas Maret (Solo)
Universitas Gadjah Mada (Jogja)
Universitas Brawijaya (Malang)
Universitas Sepuluh November (Surabaya)

Bali:
Universitas Udayana (Denpasar)
Universitas Mataram

Kalimantan:
Universitas Tanjungpura (Pontianak)
Universitas Lambung Mangkurat (Banjarmasin)

Sulawesi:
Universitas Hasanuddin (Makassar)
Universitas Sam Ratulangi (Manado)

Pemberian sertifikat kepada perwakilan lulusan terbaik ID Camp 2019.

Di tahun ini akibat pandemi Covid-19 pemberian sertifikat dilakukan secara virtual, dengan tajuk Virtual Graduation Day. Seremoni dilakukan oleh 10 lulusan terbaik ID Camp 2019 secara simbolik.

ID Camp 2019 juga menggelar kelas coding (offline) selama lima hari dengan modul Android Developer Expert bagi 8 peserta terbaik yang telah lulus level pemula. ID Camp 2020 pun kini telah hadir, untuk bergabung dapat melalui tautan berikut: idcamp.indosatooredoo.com. (lry)