Petani Go Online

Program Fasilitasi dan Edukasi Aplikasi Marketplace, Aplikasi Penyuluhan Pertanian Online, dan Aplikasi Informasi Pengendalian Stok pada tahun 2018 telah memfasilitasi sebanyak 253.507 petani dan kelompok tani tanaman pangan dan hortikultura untuk tergabung dalam aplikasi. Program ini terlaksana dengan menggandeng beberapa pengembang aplikasi sektor pertanian yaitu Eragano, 8Villages, TaniHub, LimaKilo, SayurBox dan Crowde.

Ada 3 (tiga) fasilitasi dan pendampingan edukasi petani go online:

  1. Aplikasi marketplace pertanian berupa penjualan komoditas pertanian secara online.
  2. Aplikasi penyuluhan pertanian online berupa pemanfaatan platform penyuluhan pertanian yang terdiri dari artikel, video, dan tanya jawab online.
  3. Informasi pegendalian stok dengan pemanfaatan GIS dalam pendataan ketersediaan lahan dan komoditas pertanian.

Kabupaten/Kota yang telah mendapatkan manfaat dari program ini antara lain: Kabupaten Tuban, Jembrana, Tabanan, Banyumas, Indramayu, Majalengka, Purworejo, Bantul, Pemalang, Grobogan, Magelang, Manggarai Barat, Gunung Kidul, dan Blitar.

Melalui aplikasi penyuluhan pertanian online, petani dapat meningkatkan pengetahuan dalam proses budidaya melalui media digital. Ada beberapa metode pendampingan digital yang dapat diimplementasikan seperti ketersediaan artikel dan video bercocok tanam yang baik, forum diskusi, maupun tanya jawab online dengan pakar pertanian. Pengembang aplikasi yang menyediakan fitur penyuluhan pertanian diantaranya eragano dan 8Villages (aplikasi petani).

Aplikasi pengendalian stok merupakan aplikasi pemetaan lahan dan jadwal tanam yang terintegrasi dengan informasi harga komoditas pertanian. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi GPS pada smartphone untuk mencatat koordinat lahan beserta kalender tanam dan jenis komoditas yang ditanam di lahan tersebut. Diperlukan partisipasi aktif dari petani dan penyuluh untuk selalu memperbaharui data lahan di awal dan akhir musim tanam. Melalui aplikasi ini, pemangku kepentingan dapat melakukan monitoring dan prediksi ketersediaan jumlah pasokan komoditas pangan. Contoh dari aplikasi yang dapat digunakan untuk pemetaan lahan pertanian adalah aplikasi Eragano dan 8Villages (AgroMaps).

Aplikasi marketplace pertanian merupakan aplikasi yang memfasilitasi jual beli komoditas pertanian melalui media digital. Pasar atau offtaker dari aplikasi marketplace ini dapat berupa individu maupun perusahaan yang ada di dalam maupun luar negeri. Contoh dari aplikasi marketplace pertanian ini adalah Eragano, SayurBox, Limakilo. dan 8Villages (regopantes).

Program ini bekerjasama dengan beberapa stakeholder yaitu pihak marketplace (aplikasi Agromap, aplikasi Eragano dan aplikasi 8Villages), Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian, dan beberapa stakeholder lainnya. Pada tahun ini, program petani go online dilaksanakan di beberapa lokasi yaitu Garut, Bantul, Sragen, Tuban, Purworejo, Simalungun, Gunung Kidul, Jembrana, Grobogan, Majalengka, Batang, Manggarai Barat, Tabanan, Banyumas, Indramayu, Magelang, dan Blitar.

Aplikasi Marketplace bidang pertanian antara lain:

Eragano

Sebuah aplikasi mobile yang didesain untuk membantu petani mendapatkan informasi terkait cara bercocok tanam, membantu petani terkoneksi dengan fasilitas pinjaman mikro, dan membantu menjual produk pertanian tersebut dengan harga terbaik ke restoran dan hotel. Eragano mengklaim pihaknya ingin membantu petani kecil, yang saat ini secara total jumlahnya lebih dari 15% penduduk Indonesia, dengan solusi end-to-end yang bertujuan akhir meningkatkan taraf hidup petani dan kualitas hasil pertanian. Pasca panen, Eragano melalui EraganoStore, sebuah layanan B2B, membantu menjual hasil panen tersebut ke restoran, hotel, dan katering dengan harga.

8villages

Forum interaktif yang menghubungkan antara para petani dengan konsumen yang dapat mengakses layanan tersebut tanpa memerlukan konektivitas internet super-cepat, bahkan dapat diakses melalui SMS dan MMS yang tersedia di jaringan 2G/3G atau paket data apa pun.

Beberapa inovasi lain di bidang agrikultur dilahirkan oleh 8Villages, baik secara mandiri maupun melalu kemitraan strategis yang dikembangkan. Salah satunya pengembangan aplikasi Urban Farming Indonesia, yang diinisiasi bersama East West Seed Indonesia untuk menyiasati menyusutnya lahan pertanian akibat meluasnya wilayah perkotaan. Aplikasi ini didesain untuk melakukan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat perkotaan bahwa bercocok tanam dapat dilakukan di mana saja, termasuk di tengah hingar bingarnya kota. Selain itu, 8 villages juga mengembangkan aplikasi RegoPantes untuk menjembatani transaksi langsung antara pembeli dan petani. Setiap produk dan petani yang ada di RegoPantes menerapkan angka dampak sosial dalam persen. setiap transaksi yang Anda lakukan berhasil menambah pendapatan petani sebesar angka dampak sosial tersebut.

LimaKilo

LimaKilo memiliki visi untuk memotong rantai distribusi komoditas pertanian. Dua layanan utama LimaKilo yakni Pasar Petani dan Microfunding. Program Microfunding membuka peluang kepada siapa saja untuk patungan memberikan pinjaman modal kepada petani yang terdaftar dalam mitra LimaKilo dengan nominal 3-5 juta setiap orangnya.

TaniHub

Sebuah kanal e-commerce yang memudahkan peternak dan petani untuk menjual hasil langsung kepada masyarakat. Layanan ini dikembangkan untuk memberikan harga jual yang kompetitif kepada konsumen. Strateginya dengan memotong rantai distribusi. Beberapa petani, di Bogor salah satunya, sudah menjadi pemasok barang di TaniHub.

Kanal e-commerce TaniHub menyediakan sedikitnya enam kategori penjualan, yakni sayuran organik, sayuran non-organik, hasil ternak, buah non-organik, dan bahan pangan organik. Petani dapat menjual langsung kepada konsumen, selain dapat memberikan kualitas produk dan harga yang kompetitif dari sisi konsumen, harapannya petani dan peternak mendapatkan harga jual produk yang lebih wajar dan menguntungkan, sehingga dapat mengembangkan lahan secara signifikan.

Sayur Box

Aplikasi ini dibuat oleh Amanda Susan, Rama Notowidigdo dan Metha Trisnawati. SayurBox memberikan layanan pesan antar sayuran organik segar (pesticide free) kepada pelanggan. Sayur Box juga menjelaskan profil setiap petani. Pemesanan Sayur dilakuan sistem pre-order (pemesanan di depan), dua hari sebelum panen dan langsung dikirim pada hari yang panen tersebut ). Tujuannya adalah meminimalkan jumlah bahan segar yang terbuang (waste). Sayurbox melayani lebih dari 3 ribu konsumen di area Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok, dan jumlah ini terus bertumbuh setiap bulannya.

Strategi monetisasi yang diterapkan adalah melalui persentase laba (margin) dari setiap penjualan produk. Selain melalui persentase laba, Sayurbox memiliki monetisasi dari sistem konsinyasi (consignment) produk dari produsen mitra yang menjual produknya lewat platform Sayurbox. Pilihan pembayaran, Sayurbox menyediakan pilihan pembayaran melalui bank transfer, kartu kredit, serta virtual bank account transfer.