Menuju Integrasi Data Bidang Kominfo

Jakarta, Ditjen Aptika – Kementerian Kominfo memiliki urusan konkuren pengelolaan data informasi dan informatika di daerah. Pemetaan kondisi daerah menjadi masukan untuk integrasi data aplikasi di bidang kominfo.

“Biro Perencanaan Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan survei pemetaan kondisi eksisting sub urusan e-government Dinas Kominfo tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk memperoleh kondisi aktual di daerah seperti apa,” kata Kabag Kerjasama Lintas Sektoral dan Daerah, Murtias Desi Hartanti, saat acara Rapat Koordinasi Penyusunan Strategi Integrasi Data Dalam Rangka Pembinaan Urusan Konkuren Bidang Kominfo di IPB Convention Center Botani Square, Bogor (13/4/2019).

Dari hasil kuesioner tersebut didapatkan data yang komprehensif dari 34 Provinsi mengenai sub urusan komunikasi dan informatika di daerah. Pemetaan yang dilakukan berupa pemetaan infrastruktur TIK, penggunaan website, penyelenggaraan layanan publik, keterhubungan dengan OSS, integrasi data antar OPD, kapasitas bandwith kantor pemerintah, dan jumlah pegawai Dinas Kominfo.

Selanjutnya, menurut Desi, akan ada konsolidasi rapat lanjutan yang akan melibatkan peserta dari daerah sehingga didapatkan kendala-kendala yang akan muncul dalam rangka integrasi data. Diharapkan nantinya integrasi data akan tercapai di tahun 2024 sejalan dengan adanya data center pemerintah.

Sementara itu menurut Plt. Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan (LAIP), Bambang Dwi Anggono, Kominfo juga mengembangkan aplikasi generik yang terpusat dalam mempercepat integrasi data bidang kominfo. Aplikasi generik atau aplikasi umum tersebut berupa aplikasi SIM Pegawai, e-Planning, SiMaya, Portal e-Procurement, SKP Online, e-Budgeting, dan e-Monitoring dan Evaluasi.

Saat ini Direktorat LAIP telah melakukan konsolidasi data dari beberapa aplikasi umum yang ada. Terdapat 24 aplikasi umum yang menjadi target integrasi data. Sebelum adanya pusat data pemerintah akan diupayakan terlebih dulu konsolidasi data.

“Data yang akan dikonsolidasikan adalah data kepegawaian se Indonesia dan data kearsipan. Dua data ini menjadi pilot project Direktorat LAIP sebelum adanya data center pemerintah Indonesia,” pungkas Bambang. (pan)