Literasi Digital Pilar Masyarakat Informasi Indonesia

A. Penjelasan Program

Literasi Digital Pilar Masyarakat Informasi Indonesia adalah salah satu program Kementerian Kominfo untuk membangun budaya literasi. Literasi digital akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif. Mereka tidak akan mudah termakan oleh isu yang provokatif, jadi korban informasi hoax atau penipuan yang berbasis digital. Dengan demikian, kehidupan sosial dan budaya masyarakat akan cenderung aman dan kondusif.

Membangun budaya literasi digital perlu melibatkan peran aktif masyarakat secara bersama-sama. Keberhasilan membangun literasi digital merupakan salah satu indikator pencapaian dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Keberhasilan literasi digital yang sesungguhnya, salah satunya terwujud dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan internet secara cerdas dan positif.

Dengan demikian, kemampuan membaca masyarakat Indonesia, terutama generasi muda perlu diarahkan dengan kecerdasan memahami arus informasi digital dan keadaban bermedia sosial. Kecerdasan menggunakan platform media digital, ketepatan menyebarkan gagasan, sekaligus kejelian mengakses informasi merupakan kecakapan penting pada lini transformasi media sosial kini.

Saat ini, terdapat berbagai inisiatif di Indonesia yang telah menunjang literasi digital di Indonesia, antara lain Internet Sehat oleh ICT Watch Indonesia, Internet Cerdas Kreatif Produktif oleh Kementerian Kominfo, Internet Baik oleh Telkomsel, Komunitas Internet Sahabat Anak (KISA), #NgobrolNetizen oleh Kemenko PMK, Serempak oleh IWATI, Internet Literacy Program oleh Project Child Indonesia, Relawan Goes To School (REGOS), Sosialisasi Kebijakan TIK (UU ITE), serta sejumlah inisiatif terkait yang diusung antara lain oleh Akademi Berbagi, Relawan TIK Indonesia, Indonesia Child Online Protection (ID-COP) dan juga Dialog Nasional Tahunan oleh ID-IGF.

Banyaknya program Literasi baik itu Literasi Digital maupun Literasi Media menjadikan gaung yang dilakukan oleh kementerian maupun komunitas tidak terdengar sehingga seperti jalan masing-masing, oleh sebab itu Kementerian Kominfo sendiri melakukan kegiatan untuk menjalankan program secara serentak namun tidak mematikan maupun mengubah program tersebut, dinamakan Festival Literasi Digital yang merangkul berbagai elemen-elemeng dan juga staekholders yang memeiliki kegiatan literasi kepada masyarakat.

 

B. Tujuan

  • Memfasilitasi dialog dan kerjasama sinergis antar pemangku kepentingan majemuk (multistakeholder) yang inklusif secara berkelanjutan terkait edukasi dan advokasi Literasi Digital kepada masyarakat Indonesia dalam kerangka tata kelola Internet (Internet governance) yang inklusif.
  • Mendorong pengetahuan, minat dan peran aktif warganet (netizen), pelaku industri kreatif, pelaku ekonomi digital serta pemangku kepentingan terkait lainnya tentang Literasi Digital dan turut melakukan diseminasi pengetahuan tentang Literasi Digital melalui beragam kanal dan media yang ada.
  • Melakukan komunikasi publik yang berani, cerdas dan tangkas baik pada tingkat nasional maupun global, terkait perencanaan, pembangunan, pencapaian dan permberdayaan teknologi informasi dan komunikasi dan Literasi Digital di Indonesia
  • Terwujudnya hub-hub di Wilayah NKRI untuk menjadi penghubung antara pusat dan daerah serta merupakan wadah bagi komunitas dalam melakukan literasi bagi masyarakat lokal

 

C. Sasaran

Program Literasi Digital Pilar Masyarakat Informasi Indonesia ini memiliki sasaran sebagai berikut:

Sasaran Umum

  • Pemangku kepentingan majemuk (pemerintah, swasta, organisasi masyarakat sipil, akademisi dan komunitas teknis) yang memiliki kepentingan, keterkaitan dan/atau ketertarikan pada teknologi informasi dan komunikasi, khususnya Literasi Digital.
  • Masyarakat umum

Sasaran Khusus

  • Pemberi pengaruh (influencer) dari pekerja industri kreatif, pelaku ekonomi digital, pendidik maupun tokoh masyarakat / komunitas
  • Warganet (netizen), khususnya generasi milenial (digital native)
  • Aparat Penegak Hukum (Polisi, Jaksa, Hakim)

 

D. Manfaat

Membangun kesadaran masyarakat luas tentang Literasi Digital guna pemanfaatan Internet yang positif dan produktif.

 

E. Penerima Manfaat

Penerima manfaat dari program Literasi Digital Pilar Masyarakat Informasi Indonesia ini adalah:

Penerima secara umum:

  • Pemangku kepentingan majemuk (pemerintah, swasta, organisasi masyarakat sipil, akademisi dan komunitas teknis) yang memiliki kepentingan, keterkaitan dan/atau ketertarikan pada teknologi informasi dan komunikasi, khususnya Literasi Digital.
  • Masyarakat umum

Penerima secara khusus

  • Warganet (netizen), khususnya generasi milenial (digital native)
  • Pemberi pengaruh (influencer) dari industri kreatif, pelaku ekonomi digital, pendidik maupun tokoh masyarakat / komunitas
  • Aparat Penegak Hukum (Polisi, Jaksa, Hakim)

 

F. Cakupan

Cakupan prioritas dari Literasi Digital Pilar Masyarakat Informasi Indonesia ini adalah:

Diskusi Publik / Seminar:

  • Seminar Hari Kesaktian Pancasila Untuk Meningkatkan Pemahaman Literasi Digital Bagi Generasi milenial
  • Seminar Hari Ibu Untuk Ibu Cerdas di Era Digital
  • Seminar Hari Pemuda Pancasila untuk memasuki era 2045
  • Diskusi Nasional Perlindungan Anak Indonesia di Dunia Maya
  • Seminar Kebijakan TIK
  • Dialog Nasional Pemanfaatan Infrastruktur di Wilayah Perbatasan
  • Diskusi Nasional Proteksi Perlindungan Data Pribadi Kebebasan Berekspresi dan pemberdayaan TIK
  • Netizen Fair Literasi Digital 2019
  • Dialog Nasional Tata Kelola Internet Menyongsong 2020

 Workshop (Festival Literasi Digital)

  • Penggunaan Internet Secara Cerdas, Kreatif dan Produktif
  • Sosialisasi UU ITE
  • Sosialisasi Isu Tata Kelola Internet
  • Syiar Online
  • Smartphone Sinematografi
  • Blogging dengan my.id
  • Membuat Poster/e-flyer
  • Konten Digital Kreatif
  • Training for Trainer (ToT) TIK untuk pendidik

Roadshow Relawan Goes To School

  • Sekolah Dasar Negeri dan Swasta
  • Sekolah Menengah Pertama Negeri dan Swasta
  • Sekolah Menengah Atas Negeri dan Swasta
  • Sekolah Menengah Kejuruan

Literasi Digital Hub/Cabang/Co-working Space untuk pengembangan komunitas lokal dan masyarakat umum maupun khusus.

Materi dan Konten Literasi Digital

  • Tagline untuk media sosial
  • Infografis dan Flyers
  • Kartun/Animasi
  • Video kolaborasi dengan para influencer
  • Buku dan leaflet kerangka literasi digital
  • Roadmap Literasi Digital

Pulau Jawa

  1. Bojonegoro
  2. Surabaya
  3. Bandung Barat
  4. Pemalang
  5. Banyuwangi
  6. Jember
  7. Madura

Indonesia Bagian Barat:

  1. Aceh
  2. Pidie Jaya
  3. Mentawai
  4. Natuna
  5. Medan
  6. Jambi
  7. Bengkulu
  8. Bandar Lampung
  9. Batam

Indonesia Bagian Timur:

  1. Tanjung Selor
  2. Sumbawa
  3. Bima
  4. Kupang
  5. Tomohon
  6. Palu
  7. Mamuju
  8. Papua
  9. Maluku

Adapun justifikasi atas pemilihan lokasi di atas, adalah daerah yang memiliki tingkat penetrasi pengguna Internetnya minimal 35%, berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2014. Penentuan 35% tersebut diambil dari rata-rata penetrasi Internet Indonesia per 2014 yaitu 34,9%. Selain itu data disilangkan dengan catatan kegiatan (track record) terkait keaktifan dari target sasaran dan penerima manfaat dalam melakukan kegiatan-kegiatan berbasiskan masyarakat ataupun komunitas, dan juga lokasi di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Terbelakang) yang telah memiliki akses internet dan juga infrastruktur namun belum mendapatkan informasi serta materi maupun edukasi untuk emamnfaatkan akses internet tersebut. (Catatan: Data APJII terbaru adalah tahun 2016, namun data yang dapat diunduh untuk publik tidak memiliki angka penetrasi per propinsi).

Untuk setiap lokasi sosialiasi, akan melibatkan peserta dengan jumlah minimal 500-1000 orang dari berbagai pemangku kepentingan majemuk (multistakeholder) sesuai dengan target sasaran dan penerima manfaat, dengan aksi afirmasi (affirmative action):

  1. jumlah peserta perempuan minimal 30% dari total jumlah peserta,
  2. jumlah peserta berusia di bawah 30 tahun (digital native) minimal 70% dari total jumlah peserta.

 Kampanye Media Sosial (oleh pemangku kepentingan majemuk)

  1. Adanya fasilitas online streaming di Internet, baik melalui YouTube, Instagram, Facebook dan sebagainya, pada setiap acara diskusi public / seminar yang dapat diakses oleh public, baik secara langsung (live) ataupun rekaman (recorded), dengan total keseluruhan jumlah impresi untuk keseluruhan rangkaian program minimal sebanyak 2000 kali tonton (views)
  2. Adanya aktifitas “live tweet” terkait acara diskusi public / seminar yang dilakukan oleh para peserta maupun mitra pemangku kepentingan majemuk dengan tagar khusus (contoh: #gerakannasional #literasidigital #internetbijak #siberkreasi #internetcakap #janganngasaluuite) dengan minimal jumlah tweet dan retweet sebanyak 300 tweet per acara.
  3. Adanya situs informasi (literasidigital.id) yang dikelola secara professional dengan sumber daya yang memadai berisi update informasi berkala, rujukan sumber pengetahuan, informasi kegiatan dan kompilasi literature terkait Literasi Digital dengan minimal per bulan terdapat 4.000 jumlah pengunjung unik (unique visitors), 8.000 jumlah kunjungan (visits) dan 32.000 jumlah halaman dibuka (pageviews) hingga tahun pertama.
  4. Adanya materi Literasi Digital berdasarkan Kerangka Literasi Digital Indonesia dan juga yang disusun oleh berbagai komunitas serta K/L yang dapat diunduh secara bebas oleh masyarakat luas, dengan target total sebanyak 50.000 unduhan hingga tahun pertama.

G. Capaian

Hingga Oktober 2018 terdapat 18.940 orang peserta yang sudah terliterasi dengan rincian, sebagai berikut :

No Tanggal Lokasi Rencana Kegiatan Jumlah Peserta Keterangan
1 7 November 2018 Makassar Training of Trainer 100 Orang
2 7 November 2018 Surabaya Training of Trainer 100 Orang
3 10 November 2018 Medan Training of Trainer 100 Orang
4 10 November 2018 Bandung Training of Trainer 100 Orang
5 12 November 2018 Makassar Creating Content 100 Orang
6 12 November 2018 Surabaya Creating Content 100 Orang
7 14 November 2018 Medan Creating Content 100 Orang
8 14 November 2018 Bandung Creating Content 100 Orang
9 16 November 2018 Makassar Coaching Clinic 20 Orang
10 16 November 2018 Surabaya Coaching Clinic 20 Orang
11 18 November 2018 Surabaya Car Free Day 2000 Orang Kerjasama dengan IKP
12 21 November 2018 Medan Coaching Clinic 20 Orang
13 21 November 2018 Bandung Coaching Clinic 20 Orang
14 23 – 24 November 2018 Jakarta Netizen Fair 20.000 Orang Kerjasama dengan BAKTI
15 9 Desember 2018 Jakarta Car Free Day 10.000 Orang Kerjasama dengan BAKTI